UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:06
WARNING..!! Sudah Terdeteksi 102 Titik Panas di Kalbar
TAK LAYAK HIRUP. Kualitas Udara Kota Pontianak masuk kategori tidak sehat akibat asap kiriman dari daerah. Masyarakat diminta antisipasi diri untuk menjaga kesehatan. Kabut asap sudah menghiasi langit ibukota Kalbar, Selasa (1/8) sore. DESKA IRNANSYAFARA

PROKAL.CO, KUBU RAYA- Kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan menyerang Kalbar. Berdasarkan pantauan satelit Citra Modis, Terra, dan Aqua, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio mencatat 102 titik api yang tersebar di beberapa kabupaten di Kalbar. Hotspot terbanyak di Kapuas Hulu, namun titik-titik lainnya tetap harus diwaspadai.

“Banyaknya titik api yang terpantau saat ini disebabkan banyak pembukaan lahan yang dilakukan oleh masyarakat dengan cara membakar, selain itu tingginya suhu pada lahan-lahan kering tersebut dapat dengan cepat memicu kebakaran,” ungkap Megah Fitriah Wita, Prakirawan BMKG Supadio Pontianak.

Jarak pandang yang disebabkan tebalnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini, sudah meningkat. Sebelumnya hanya berjarak 800 meter, terutama di sekitar Bandara Supadio Pontianak. Untuk itu, BMKG Supadio mengimbau masyarakat tidak membakar lahan. Jika melakukan pun, diminta berhati-hati. Tingginya suhu sangat berpotensi menyebabkan kebakaran berkala.  “Minimnya curah hujan yang turun saat ini, akan dengan cepat memicu kebakaran,” tuturnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Mokhtar, menyatakan tim terpadu telah melakukan pemadaman di beberapa titik. Seperti di Kecamatan Sungai Kakap dan Sungai Raya.  “Semuanya masih bisa diatasi,” ungkapnya.

BPBD Kubu Raya pun melibatkan perangkat desa yang sudah terlatih, terutama di desa rawan kebakaran. “Di beberapa desa sudah diberi bantuan alat pemadam kebakaran, tidak hanya itu, operator mesinnya juga diberi pelatihan, baik cara memadamkan api maupun cara menggunakanya,” terang Mochtar.

Dampak dari Karhutla di Kubu Raya tentu saja sampai ke Pontianak. Sudah sepekan, ibukota Provinsi Kalbar ini ‘dihiasi’ kabut asap. Kepala Dinas Kesehatan Pontianak, dr. Sidiq Handanu Widiyono MKes mengungkapkan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sudah masuk kategori tidak sehat. Data ini diambil beberapa hari lalu.

"Pada posisi itu masih belum mengganggu kesehatan. Tapi untuk kedepannya, barangkali asap semakin tebal atau kualitas udara dalam kondisi berbahaya, masyarakat harus antisipasi," ucap Handanu kepada Rakyat Kalbar, Selasa (1/8). Menurut dia, bagi orang-orang normal kondisi saat ini tidak begitu membahayakan. Namun bagi orang yang sensitif terhadap asap, hal ini menjadi ancaman kesehatan.

"Ada orang tertentu yang kena debu sedikit saja akan timbul batuk sesak. Makanya perlu jaga kesehatan," ingatnya.

Asap mulai menghiasi langit Kota Khatulistiwa pada sore hari. Semakin malam, asap kian menebal sehingga menggangu penglihatan bahkan pernapasan. "Bagi orang-orang yang sakit asma, TBC, paru kronis, kondisi saat ini sudah harus hati-hati," pesan Handanu. Oleh karena itu, ia menyarankan supaya masyarakat bisa berinisiatif menjaga kesehatan. "Hindari waktu yang ISPU nya berbahaya, gunakan masker ketika berada di luar rumah," ucapnya. (Syamsul Arifin, Deska Irnansyafara, Abdu Syukri, Kurnadi, Kamiriluddin/rk)


BACA JUGA

Senin, 14 Agustus 2017 11:16

ALAMAK BAHAYA ..!! Kasus Rabies di Kapuas Hulu Cenderung Meningkat

PUTUSSIBAU –Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) jenis anjing di Kapuas Hulu masih tinggi…

Senin, 14 Agustus 2017 11:08

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Pembakar Hutan dan Lahan Sulit Terjamah Hukum

PONTIANAK- Delapan provinsi menjadi focus perhatian pemerintah dalam hal pengendalian kasus kebakaran…

Jumat, 11 Agustus 2017 10:29

Pangdam XII/Tpr Kunjungi Perbatasan, Jalan Tikus Jadi Atensi

PUTUSSIBAU- Terbukanya jalan tikus (jalur tak resmi) di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten…

Senin, 07 Agustus 2017 12:51

Bawa 17 Kg Sabu, Pria Ini Meregang Nyawa Ditembak

BENGKAYANG- Satu pria pembawa sabu yang berasal dari Malaysia, tersungkur tewas didor petugas BNN. Kabarnya…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:43

WUIHH..!! Gara-Gara Ini, Gubernur Kalbar Mau Main Tonjok

PONTIANAK – Gubernur Kalbarm, Cornelis naik pitam. Ini tak lain karena pernyataan Wakil Ketua…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:34

Kebakaran Hutan dan Lahan Makin Parah, Ini Kata Gubernur Cornelis

PONTIANAK- Gubernur Drs. Cornelis, MH menegaskan, pemerintah serius menanggulangi pembakaran hutan dan…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:22

Miliki 39 Batang Pohon Ganja untuk Selamatkan Istri, Pria Ini Dipenjara dan Bayar Denda Rp 1 Miliar

Akhirnya, Pengadilan Negeri (PN) Sanggau, Kalbar, memvonis pemilik 39 batang pohon ganja, Fidelis Ari,…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:13

Lima Warganya Tewas, Pemerintah Sarawak Malaysia Khawatir Rabies

KUCHING- Rabies yang menggila di Kalbar, rupanya juga menjangkiti Sarawak, Malaysia. Ya, Pemerintah…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:06

WARNING..!! Sudah Terdeteksi 102 Titik Panas di Kalbar

KUBU RAYA- Kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan menyerang Kalbar. Berdasarkan pantauan satelit…

Selasa, 01 Agustus 2017 12:31

Bunuh Anjing Tak Dikenai Sanksi Adat, Asal....

ANGGAU- Ketua Komisi B DPRD Sanggau, Jana meminta agar dinas terkait lebih proaktif sosialisasi tentang…

ALAMAK BAHAYA ..!! Kasus Rabies di Kapuas Hulu Cenderung Meningkat

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Pembakar Hutan dan Lahan Sulit Terjamah Hukum
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .