UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 01 Agustus 2017 12:31
Bunuh Anjing Tak Dikenai Sanksi Adat, Asal....

Korban Tewas Karena Rabies Ternyata Banyak Dikarenakan Ini…

ilustrasi

PROKAL.CO, ANGGAU- Ketua Komisi B DPRD Sanggau, Jana meminta agar dinas terkait lebih proaktif sosialisasi tentang bahaya rabies. Sebelumnya Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sanggau, Sarimin, yang menyebut korban rabies yang meninggal kebanyakan karena lambat melapor. 

“Kadang-kadang masyarakat ini kan tidak tahu kemana mau melapor, tapi kalau petugas-petugasnya ada, merekalah yang harusnya melaporkan ke tingkat kecamatan hingga kabupaten. Harapan kita hal-hal seperti ini harus disosialisasikan ke tingkat masyarakat yang paling bawah,” tegasnya.

Selain pemberian vaksin pada hewan, lanjut dia, harus pula dilihat apakah hewan yang ada berpotensi menyebar rabies atau tidak. “Kalau memang membahayakan, ya harus ditindak, masyarakatnya diberi pemahaman, anjingnya itu dimusnahkan,” terang Jana.

Sebagai Ketua Umum Majelis Tertinggi Adat dan Budaya Sub Suku Dayak Desa (Khusus Meliau, Toba, dan Ketapang), ia menyatakan telah mengambil kesepakatan dengan para pengurus adat, bahwa memusnahkan binatang yang membahayakan tak akan dikenai sanksi adat. “Kita perintahkan masyarakat, kalau ada anjing atau binatang berbahaya, silakan dimusnahkan. Tidak ada sanksi adatnya, karena ini berdampak pada yang lain, dan berbahaya bagi yang memelihara,” bebernya.

Hanya saja, sebelum pemusnahan, harus ada komunikasi antara petugas dan masyarakat maupun para pengurus adat. Di sisi ini, Jana sangat menginginkan Dinas Perkebunan dan Peternakan bisa bersosialisasi hingga ke masyarakat bekerja sama dengan ketemenggungan, kepala adat, domo, dan kepala desa.

“Beri motivasi dan keterangan dan penjelasan tentang hal-hal begini. Saya juga, karena sudah diberi kepercayaan dari masyarakat bertanggung jawab terhadap hal ini,” tukasnya. Karena itu, ia berjanji menggelar rapat dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan, terkait sebaran wabah ini. “Rencananya tanggal 7 atau 8 (Agustus 2017). Jangan sampai lebih banyak korban berikutnya, (jumlah kasus) ini sudah termasuk tinggi,” demikian Jana. (risky nanda/kiramakbar/rk)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 10:18

MIRIS..!! Sudah 122 Anak di Sambas Jadi Korban Kekerasan Seksual

SAMBAS- Sepanjang 2017 ini, angka peradilan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum mengalami penurunan…

Sabtu, 02 Desember 2017 11:23

Mantan Wakil Wali Kota Pontianak Syok Masuk DPO

PONTIANAK- Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan Polsek Pontianak Utara pada 24 November…

Rabu, 29 November 2017 13:05

Polisi Masih Dalami Terduga Teroris di Kalbar

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo, mengatakan, Densus 88 menangkap  dan mengamankan…

Rabu, 29 November 2017 13:02

Ibunda Nurul Hadi Yakin Anaknya Bukan Teroris

SAMBAS- Heboh penangkapan  terduga teroris, Nurul Hadi, oleh Densus 88 Antiteror di Bandara Supadio…

Rabu, 29 November 2017 12:59

BAHAYA..!! Ujung Timur Kalbar Dikepung Banjir

Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini mengakibatkan kawasan ujung timur provinsi Kalimantan Barat…

Rabu, 29 November 2017 12:56

YAELA..!! Mantan Wakil Wali Kota Pontianak jadi DPO Polisi

PONTIANAK- Kabar mengejutkan datang dari Pontianak Utara. Mantan Wakil Wali Kota (Wawako) Pontianak…

Rabu, 29 November 2017 12:11

Operasi Pertama TNI AL di Kalbar, Marinir Serbu Pantai Kura-kura

Ribuan pasukan Korps Marinir melaksanakan latihan operasi pendaratan amfibi di Pantai Kura-kura, Desa…

Sabtu, 25 November 2017 17:18

Warga Pertanyakan Rp15 Ribu untuk Mengubah KK

PONTIANAK- Doris Pardede mempertanyakan penarikan biaya Rp15 ribu oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan…

Selasa, 21 November 2017 11:13

Vijay, Lisa, Mama Laila dan Lili Kembali ke Hutan

PONTIANAK- Empat ekor Orangutan akan dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR),…

Selasa, 21 November 2017 11:12

ADUH..!! Perburuan Hewan Dilindungi Masih Marak

PONTIANAK- Oktober-November 2017, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar menggagalkan upaya…

MIRIS..!! Sudah 122 Anak di Sambas Jadi Korban Kekerasan Seksual
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .