UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 01 Agustus 2017 12:20
Asap Serang Pontianak, Ini Imbauan Polisi kepada Warga
KARHUTLA. Bekas lahan yang terbakar di Landak, beberapa waktu lalu. RAKYAT KALBAR

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kabut asap mulai menyelimuti Kota Pontianak dan sekitarnya. Bencana tahunan musim kemarau ini membuat tidak nyaman saat berkendara. Oleh karenanya, Satuan Lalu Lintas Polresta Pontianak pun mengimbau pengemudi menyalakan lampu pada siang hari yang bertujuan untuk membantu penglihatan.

“Melihat perkembangan (kabut), jika mengganggu jarak pandang sebaiknya nyalakan lampu pada siang hari,” tutur Kompol Syarifah Salbiah, Kasat Lantas Polresta Pontianak, dihubungi Rakyat Kalbar, Senin (31/7).

Ketidaknyamanan tidak hanya terbatasnya jarak pandang, kondisi udara yang buruk ini menggangu pernapasan saat berkendara atau sedang di luar. Salbiah meminta pengendara roda dua mengenakan masker saat mengemudi. Pihaknya juga terus memantau kondisi lalu lintas, anggotanya ditempatkan di jalan yang merupakan titik terparah akibat jerebu. “Ada rencana nanti Polwan akan turun di strong point (titik parah) sambil bagi-bagi masker," ucapnya seperti disitat Rakyat Kalbar.

Kepala Penerangan Kodam  XII/Tpr, Kolonel Tri Rana Subekti mengatakan, upaya menanggulangi bencana Karhutla, pihaknya menyiapkan seluruh jajaran komando operasinya mulai tingkat Koramil sampai atasnya Korem. "Ada Posko Karhutla yang kita perintahkan untuk segera memanggulangi kebakaran agar tidak meluas," tuturnya.

Personil TNI Angkatan Darat yang ditugaskan itu berkerja sama dengan masyarakat, Manggala Agni, serta kepolisian. "Tugas mereka juga mengejar dan menangkap pelaku pembakaran hutan, untuk dilajutkan proses hukum yang berlaku," pungkas Tri Rana.

Titik api memang terlihat di hampir semua kabupaten dan kota di Kalbar. Sejak 23 – 29 Juli 2017, di Landak terdapat 33 titik api yang terpantau satelit NOAA dan Modis. Data ini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Dari 33 titik api tersebut terdapat di Kecamatan Air Besar sebanyak 13 titik,  Ngabang 6 titik, Mempawah Hulu 4 titik, Mandor 2 titik, Sebangki 1 titik, Menjalin 1 titik, Sebangki 1 titik, Jelimpo 3 titik, Kuala Behe 1 titik dan Meranti 2 titik. Menurut, M. Ivan Zulfisani, Kasi Evaluasi Perencanaan Laporan BPBD Landak, titik api tersebut bersumber dari pembukaan lahan atau ladang masyarakat petani yang jumlahnya tidak lebih dari 2 hektar dalam satu titik. “Untuk menyikapi terpantau nya titik api, kami dari BBPD Landak melakukan langkah dengan rapat koordinasi Karhutla,” ungkapnya.

Di selatan Kalbar, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara akan mendapatkan bantuan satu unit speedboat dari BNPB. Kepala BPBD Kayong Utara, Tri Yanto menyatakan, dengan adanya bantuan satu unit speedboat ini, akan sangat membantu kerja pihaknya mengatasi Karhutla.  “Rencananya minggu ini saya ingin ke BNPB,karena ada bantuan speedboat, kalau tidak salah mesinnya 15 PK x 2, makanya dalam waktu dekat ini saya ingin membereskan  bantuan itu,” terangnya.

Speedboat ini nantinya akan membantu proses penanggulangan bencana di wilayah perairan Kayong Utara, dimana 60 persen wilayahnya merupakan perairan, sedangkan 40 persen daratan.

 “Saat ini kita belum ada kendaraan jalur air, nantinya speedboat  tersebut untuk proses evakuasi di  jalur air. Kalau masalah nilai speedboat tersebut, sampai saat ini saya belum tahu berapa, nanti tertuang setelah ada berita acara serah terima,” tutur Tri.  (Ambrosius Junius, Antonius, Suhendra, Kamiriluddin/rk)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 11:37

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

 Di Kabupaten Kubu Raya, Karhutla sudah berlangsung selama satu minggu di beberapa titik. Petugas…

Senin, 19 Februari 2018 11:36

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

MEMPAWAH- Darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belakangan ini diperparah dengan tak adanya hujan.…

Senin, 19 Februari 2018 11:32

Pilgub Kalbar Harus Damai

PONTIANAK- Sesuai dengan instruksi KPU RI, seluruh penyelenggara Pemilu tingkat provinsi yang melaksanakan…

Senin, 19 Februari 2018 11:29

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

BOYAN TANJUNG - Sekitar dua pekan yang lalu, warga Dusun Karang Raya, Desa Boyan Tanjung, Kecamatan…

Senin, 19 Februari 2018 11:25

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

PONTIANAK- Pembangunan di Kalbar untuk sektor pariwisata berikut promosinya hanya sebuah kesia-siaan…

Selasa, 13 Februari 2018 10:32

MODUSSS..!! Tawarkan Tumpangan, Tukang Ojek “Coblos" Anak Bawah Umur di Hutan

SINGKAWANG- Anak bawah umur kembali menjadi korban kekerasan seksual. Sebut saja nama korban, Melati.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:22

Dituding Babat Kayu di Taman Nasional, Empat Orang Ditangkap

PUTUSSIBAU-. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun-Danau Sentarum (BBTNBKDS) menangkap empat warga.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:10

Sah.! Pilkada Sanggau 2018 Diikuti Dua Paslon

SANGGAU- KPU Sanggau menggelar rapat pleno terbuka pengumuman hasil penetapan pasangan calon Bupati…

Selasa, 13 Februari 2018 10:06

RESMI..!! Tiga Pasang Calon Berebut Kursi Gubernur Kalbar

PONTIANAK- Tiga pasangan ditetapkan sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar 2018. Seluruh pasangan…

Jumat, 09 Februari 2018 11:13
Sudah Diintai Selama Sebulan

OTT Kepala BPN Sanggau, Minta Uang di Luar Ketentuan

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sanggau Victor Simanjuntak (VS) yang ditetapkan sebagai…

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

Pilgub Kalbar Harus Damai

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .