UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

KRIMINAL

Kamis, 27 Juli 2017 18:46
GILA..!! Gadis SMP Diperkosa oleh Sepupu dan Paman Sendiri, Kakek Tua Bangka Juga Ikut-Ikutan

Kakek Tua Bangka Juga Ikut "Gesek-Gesek" Anunya

TAMPANG PENJAHAT KELAMIN: Para tersangka digelandang ke mapolsek.

PROKAL.CO, KUBU RAYA- Tega sekali dua orang ini. Bagaimana tidak, gadis 12 tahun yang tak lain masih keluarga diperkosa oleh abang sepupu dan paman sendiri. Sebut saja Bunga (12 tahun), gadis kelas 5 SD ini diperkosa oleh abang sepupunya Ma 23 tahun dan pamannya sendiri, Ra 45 tahun, juga seorang kakek-kakek berusia 70 tahun, berinisial So. Ma menggarap Bunga sebanyak tiga kali, demikian juga dengan paman korban. Sementara di kakek tua Bangka, So (70) juga turut mencabuli korban.

Kejadian ini terungkap setelah ayah korban Si dan ibu korban Sa mendatangi Unit Jatanras Satreskrim Polsek Rasau Jaya. Tak lama kemudian, polisi berhasil menangkap dua beranak yang melakukan pemerkosaan, yakni Ma dan Ra serta pelaku pencabulan, So, di kediamannya masing-masing, Kamis (20/7) petang.

Dilansir Rakyat Kalbar, Sa, ibu 50 tahun berkisah, dia dan suaminya mendengarkan cerita itu dari Bunga, lima hari lalu. “Dia (Bunga) awalnya takut-takut bercerita. Lalu saya desak terus, akhirnya dia bercerita kalau dia diperkosa sama abang sepupunya. Lagi kena paman, lagi kena So,” cerita Sa. “Saya bilang dia, kok kamu tidak berteriak. Lalu dia bilang dia takut sama pamannya,” imbuhnya.

Kamis (20/7) sore, Sa melaporkan kejadian ke Mapolsek Rasau Jaya. Dengan cepat, laporan direspon. Bunga pun dibawa ke Puskesmas Rasau Jaya untuk divisum. Hasilnya, terdapat luka robek pada alat kelamin Bunga. Berbekal alat bukti dan keterangan korban, petugas Polsek Rasau Jaya melakukan penangkapan terhadap pelaku. “Setelah menerima laporan dan bukti kuat, anggota kita langsung mendatangi rumah-rumah tersangka untuk melakukan penangkapan. Para tersangka ditangkap tanpa perlawanan,” kata Kapolsek Rasau Jaya, Iptu PSC Kusuma Wibawa, Jumat (21/7) malam.

Rakyat Kalbar mencoba mengumpulkan keterangan sebanyak mungkin terkait kasus ini. Diketahui, kurang lebih lima bulan lalu, Bunga dan adiknya dibawa pindah oleh orangtuanya dari Kecamatan Sungai Ambawang ke Kecamatan Rasau Jaya. Tinggallah keluarga kecil ini di rumah sederhana semi permanen di sana. Karena orangtua Bunga, Si (ayah) dan Sa (ibu) masih ada hal yang diurus di tempat asal dan harus membanting tulang, sehingga jarang berada di rumah. Dan, diputuskan Bunga dititipkan untuk dijaga oleh keluarga Ra, abang ipar Si. Letak rumah Si dan Ra tak begitu jauh. Kisaran satu kilometer.

Pertimbangan orangtua Bunga dengan menitipkan putrinya ke keluarga Ra, karena diyakini pasti aman. Maklum, Bunga dan adiknya masih perlu beradaptasi di lingkungan baru. Sehingga rawan kalau sering ditinggalkan hanya berdua. Namun, itu hanya harapan semata. Keamanan itu justru terbalik belakang. Masa depan Bunga hancur oleh abang sepupu, Ma dan pamannya sendiri, Ra.

Kisah pilu ini terjadi pada sebelum bulan puasa lalu. Medio Mei, Ma, pemuda yang sehari-hari bekerja di perkebunan sawit ini bermain ke rumah Bunga. Seperti biasa, Bunga ditinggal oleh orangtuanya bekerja. Siang itu, Bunga baru selesai mandi. “Saya lagi duduk di rumah. Tiba-tiba datang dia (Ma). Lalu saya ditarik masuk ke kamar. Celana saya dibuka paksa dan dibaringkan, lalu digitukan,” kata Bunga didampingi kedua orangtuanya saat ditemui di Mapolsek Rasau Jaya, Kamis malam.

Saat perlakuan bejat itu terjadi, Bunga mencoba melawan. Namun apa daya anak kecil yang tak bertenaga. Teriak pun ia coba, namun tak bisa. “Saya tak bisa teriak karena mulut ditutup. Saya sampai nangis-nangis juga tidak dilepaskannya,” kisah Bunga dengan wajah polosnya.

Rupanya, Ma tak jera. Seminggu kemudian Ma mengulangi perbutannya. Kali ini di rumah Ma, malam hari. Masih tak jera, keesokan malamnya, Ma lalukan lagi. “Total tiga kali dia gitukan saya,” ujarnya.

Meski menderita, Bunga masih diam. Bunga mencoba melupakan kepedihan itu dengan aktivitas bermainnya sambil menunggu urusan pindah ke sekolah di Rasau Jaya selesai. Bunga saat itu berteman dengan cucu dari So. Pertengahan Mei, dia menginap di rumah So, untuk menemankan cucunya tidur. Karena paginya cucu So harus ke sekolah, Bunga tinggallah di rumah So. Nah, saat itulah kakek tua ini berniat untuk melakukan pencabulan. “Saya dibawa ke belakang rumah. Di dekat kolam. Celana saya dibuka dan dia (So) gesek-gesekan (kelaminnya, red) ke saya,” cerita Bunga.

Sama saja, Bunga masih tak mau ceritakan kejadian tak wajar itu. Bulan puasa dan lebaran berlalu. Sekitar awal Juli ini, kemalangan kembali terjadi menimpa dirinya. Dia diperkosa pamannya, Ra. Saat itu, dia menginap di rumah Ra. Hanya dia dan cucu-cucu Ra yang tidur di kamarnya. Sedangkan istri dan anak-anak Ra tidur di ruang tengah. “Tiba-tiba saya terbangun karena Paman masuk dan buka celana saya, lalu saya digitukan. Cucunya tidur di sebelah saya,” kisahnya.

Sama dengan anaknya, Ra memperkosa Bunga sebanyak tiga kali selama tiga malam. Wajar saja Bunga bungkam dan menuruti kemauan Ra, lantaran diancam akan dibunuh. “Saya dipaksa. Mulut dibekap. Dia sempat ancam. Kalau saya bilang ke siapa-siapa, saya akan dibunuh,” ujar Bunga.

Kejadian ini berlalu begitu saja. Bunga pun sudah masuk sekolah di SD terdekat dari rumahnya. Tak kuasa menahan penderitaan ini, dan kebetulan bertemu teman untuk curhat, akhirnya Bunga buka mulut. “Tanggal 11 kemarin saya cerita ke teman. Saya bilang gini: “Saya tadi malam digituin Paman”,” katanya. Gadis polos ini bermaksud dengan bercerita ke temannya, agar si teman tak menjadi korban pelaku kejahatan seksual lainnya. “Saya kasih tahu kawan, takut kawan digitukan juga. Setelah itu, baru saya cerita ke mamak,” tuturnya.

Kembali ke polisi, Kapolsek mengatakan, para tersangka mengakui perbuatannya yang telah melakukan persetubuhan dan pencabulan terhadap korban di bawah umur. “Saat ini, ketiga tersangka masih kita periksa secara mendalam,” ujar Bowo, sapaan Kapolsek.

Para tersangka akan dijerat Pasal 76 d Jo Pasal 81 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sementara itu, pengakuan tersangka Ra, dia berniat menyetubuhi Bunga pada saat melihat Bunga sedang tidur. “Saya lagi mau saja. Karena sudah lama tak begitu. Istri ada, cuma jarang,” aku Ra. Dia pun tak menyangka, jauh sebelum dia melakukan persetubuhan itu, anaknya, Ma sudah duluan berbuat bejat kepada Bunga. “Saya tahunya setelah di sini (Polsek),” ujarnya.

Senada dengan Ma, dia baru tahu kalau Bunga disetubuhi ayahnya setelah dia ditangkap. “Saya baru tahu setelah ditangkap. Kecewa saya dengan bapak,” lirih Ma. Dia mengaku nekat menyetubuhi Bunga, karena tergoda melihat Bunga usai mandi. “Biasalah kalau orang dewasa. Lagi pun saya tidak ada pacar,” ungkapnya sambil menunduk. (ocsya)

 


BACA JUGA

Senin, 16 Oktober 2017 12:24

Empat Lokasi di Mempawah Rawan Kecelakaan

MEMPAWAH- Tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan di Kabupaten Mempawah masih cukup…

Minggu, 15 Oktober 2017 10:55

Dorrrr! Pembobol Sekolah Itu Terkaing-kaing Ditembak

PONTIANAK- Polisi bertindak tegas. Ya, satu dari tiga pelaku pembobol ruang laboratorium komputer SMKN…

Rabu, 11 Oktober 2017 10:21

Bersimbah Darah di Rumah, Kematian Mariana Masih Misterius

PONTIANAK- Mariana, warga Komplek Purnama Agung I, Jalan Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan, yang…

Senin, 09 Oktober 2017 13:55

APESS..!! Baru Pegang Sepatu, Sudah Diteriaki Maling, BONYOKLAH KAU….

PONTIANAK- Baru pegang sepatu curian, Rizki Pratama, langsung diteriaki maling. Ya, pemuda 21 tahun…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:31

NGGA SEPADAN..!! Curi Rokok, Sudah Bonyok Motor Dibakar Massa Pula

PONTIANAK- Apes menghinggapi  LN (27). Karena ketahuan menipu dan mencuri rokok, LN, pemuda 27…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:27

Gara-gara Pegang Bokong, Tjhuan Bonyok Dikeroyok

PONTIANAK- gara-gara tangan tak mau diam, Tjhuan bonyok dipukuli orang. Yang memukuli itu adalah …

Sabtu, 07 Oktober 2017 12:04

CUEKI TEMBAKAN POLISI, Begini Nasib Maling Ini

PONTIANAK- Hajri alias Pai, Muslimin dan Rijal terkapar setelah kaki mereka ditembak Unit Jatanras Sat…

Minggu, 01 Oktober 2017 10:57

Maling Tumbang Usai Ditembak di Ambalat

PONTIANAK- Dor dor dor. Beberapa kali letupan tembakan terdengar di kawasan Ambalat, Jalan Budi Karya,…

Kamis, 28 September 2017 12:25

PARAH..!! Karena Iri dan Dengki Rumah Tetangga Bagus, Pria Ini Menikam

SANGGAU- Sinom, warga Dusun Majel, Desa Majel, Kecamatan Bongi, Kabupaten Sanggau ditusuk tetangganya…

Senin, 25 September 2017 12:23

Kepergok Congkel Jok Motor, Dua Cewek Kalang Kabut Dikejar Polisi

PONTIANAK- Kejahatan jalanan bukan dominasi pria saja, ini contohnya di Pontianak. Dua perempuan bernama…

Bersimbah Darah di Rumah, Kematian Mariana Masih Misterius

Dorrrr! Pembobol Sekolah Itu Terkaing-kaing Ditembak

Empat Lokasi di Mempawah Rawan Kecelakaan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .