UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Rabu, 19 Juli 2017 12:04
Resmi Jadi Sultan Pontianak, Ini Tekad Syarif Machmud Melvin Alkadrie
PEDANG PENGHORMATAN. Sebelum menaiki tangga Istana Kadriah, Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie disambut dengan barisan pedang penghormatan, Sabtu (15/7). MAULIDI MURNI

PROKAL.CO, Syarif Machmud Melvin Alkadrie resmi disapa Sultan. Sabtu (15/7), seluruh proses penobatan telah dijalaninya. Di pundaknya kini teremban pelestarian budaya Kesultanan Pontianak. Resmi menjadi Sultan ke IX Pontianak, Sultan Melvin menekankan perlunya sinergisitas dan kerja sama antara lembaga Kesultanan Pontianak dengan pemerintah daerah. Tujuannya, terus mengangkat derajat nilai-nilai budaya agar tak luntur ditelan kemajuan jaman.

“Saya ingin bersama dengan pemerintah membangun budaya, adat, yang ada di kota Pontianak ini,” ujarnya diwawancarai awak media. Ia bertekad mengangkat kembali budaya-budaya lama Melayu Pontianak. Yang sudah lama tidak muncul akan ditimbulkan. Dihidupkan lagi. Salah satunya, Keriang Bandong dan Napak Tilas Sultan Pontianak menyusuri Sungai Kapuas. “Kedepannya akan kita upayakan supaya bisa menjadi agenda tahunan pariwisata,” tegas Sultan Melvin.

Penobatan Sultan ke IX Pontianak berlangsung khidmat dan lancar. Cuaca di Pontianak Timur sangat bersahabat. Cerah. Sekitar pukul 09:00, putra almarhum Syarif Abubakar Alkadrie dikawal pasukan bersenjata kesultanan dan para punggawa adat berangkat dari Masjid Jami menuju Istana Kadriah dengan berjalan kaki.

Di gerbang istana, Melvin berhenti. Ia disambut tarian dan silat palang pintu yang harus dilaluinya. Pesilat utusannya memenangkan pertarungan dan Melvin bisa melanjutkan perjalanan menuju tangga istana. Ibu Suri kemudian memberikan titah yang saat itu dibacakan oleh Sultan Palembang Darussalam, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

Penobatan pun dimulai, di leher Syarif Machmud Melvin Alkadrie dipasang kalung bertuliskan dua kalimat syahadat dirangkai dengan bintang bulan. Ini tanda keabsahannya sebagai seorang sultan. Disusul penyerahan pusaka berupa tongkat dan keris lalu ditutup pemasangan imamah atau sorban.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, yang hadir dalam prosesi penobatan berharap, Sultan Pontianak fokus pada pengembangan budaya Melayu Pontianak supaya lebih mendunia dan turut mendukung pengembangan pariwisata Kota Pontianak.

"Sultan sebagai perekat dan pemersatu, dan fungsi itu dari dulu sampai sekarang, harus tetap menjadi, kalau boleh disebut sebagai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dari kesultanan," tutur pemilik akun Twitter @BangMidji ini.

Wali kota dua periode ini menerangkan pihaknya akan mengembalikan bentuk pagar istana seperti kondisi semula supaya Keraton Kadriah menjadi salah satu obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Masjid Jami sebagai tujuan wisata religius juga harus dijaga. "Saya berharap ada pengembangan yang lain untuk Kota Pontianak dengan budaya," ucapnya.

Ia mendukung rencana pihak kesultanan menjadikan napak tilas sultan sebagai agenda pariwisata tahunan. "Yang jelas Pontianak Timur ini menjadi kawasan pengembangan kebudayaan," tukas Midji.

Senada, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Menurut dia, penobatan Sultan ke-IX Pontianak ini merupakan salah satu ritual yang bisa mengangkat budaya Kota Pontianak agar terkenal ke seluruh penjuru maupun pelosok tanah air. Bahkan dunia.

"Kegiatan-kegiatan kerajaan ini tentunya harus kita tunjang karena ini merupakan cikal bakal penduduk Pontianak secara mayoritas," ujarnya. Dalam dua tahun terakhir ini, sebut Edi, pihaknya sudah mulai merestorasi dan merevitalisasi kawasan keraton termasuk Masjid Jami untuk dilestarikan dan ditata ulang sebagai kawasan budaya. Jadi salah satu ikon utama pariwisata Kota Pontianak.

"Oleh sebab itu, kita harapkan Sultan bisa mengayomi, menggali potensi-potensi yang ada dari leluhur untuk kita jadikan salah satu kegiatan Pemkot," harapnya. Pesan untuk Sultan Melvin juga datang dari Ketua Yayasan Raja Sultan Nusantara, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin. Ia berharap Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie mampu menjadi perekat masyarakat yang ada di Kota Pontianak dan mampu membangkitkan kembali adat budaya yang ada.

Dikatakan Sultan Palembang Darussalam ini, Kesultanan Pontianak mempunyai histori yang besar dan luar biasa. Lambang Negara, Garuda, adalah rancangan Sultan Hamid II yang juga Sultan Pontianak.

"Kebangkitan para sultan dan raja di nusantara ini karena apa? Kami ada sebelum kamu ada, kamu ada karena kami akui ada, untuk itu tidak ada alasan untuk kamu tidak mengakui kami," tuturnya.

Berdasarkan UUD 1945 pasal kebudayaan dan amandemen pasal 18B, lanjut dia, negara mengakui hak masyarakat adat. Pihaknya melihat peran raja dan sultan ini sebagai perekat, mitra strategis pemerintah. Hal sosial yang bergejolak dan segala sesuatu yang mengancam kedaulatan NKRI, dari dalam maupun dari luar, akan berhadapan dengannya.

"Kami siap menjaga negara persatuan dan kesatuan Indonesia, kami tidak ingin apa yang kami wariskan kepada Soekarno hilang. Pada waktu ditanya PBB mana wilayah mu, para raja dan sultan menyerahkan kepada Soekarno," terang Sultan Iskandar. Walaupun sekarang, diakuinya, raja dan sultan berperan berbeda, namun tetap harus terus melestarikan adat budaya. (Maulidi Murni)


BACA JUGA

Sabtu, 09 Desember 2017 10:56

NGERI..!! Komunitas Gay Cari Mangsa Lewat Medsos

PONTIANAK - Komunitas gay di kota Pontianak dan sekitarnya semakin menjadi-jadi. Tak lagi ditutup-tutupi,…

Rabu, 29 November 2017 12:46

Mau ke Malaysia, Pria yang Diduga Teroris Ini Disergap di Bandara Supadio

PONTIANAK- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri bersama-sama dengan Subdit IV Direktorat…

Sabtu, 25 November 2017 17:17
Kartius-Pensong Benny Maju secara Independen

Kumpulkan Dukungan sejak 2011, Pensong Gagal Tiga Kali di Pilkada Sekadau

Sejak Gubernur Kalbar dipilih rakyat secara langsung pada 2008, baru kali ini lah calon nonpartai politik…

Sabtu, 25 November 2017 12:49

Curah Hujan Tinggi, Angkasa Pura Waspada

 Angkasa Pura II tentunya harus selalu waspada, jika tidak mau runway Bandara Supadio kembali tergenang.…

Selasa, 21 November 2017 12:55

Diduga Hasil Pembalakan Liar, Mabes Polri Amankan Ratusan Kubik Kayu

PONTIANAK- Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggerebek…

Rabu, 15 November 2017 16:21

PNS Gadungan Janjikan Ayam, Sukses Tipu Sejumlah Pedagang

PONTIANAK- Beragam cara yang dilakukan agar calon korban penipuan percaya. Salah satunya dengan mengenakan…

Rabu, 15 November 2017 16:18

Personel TNI AU Bikin Tanggul, Penerbangan Sementara Normal

PONTIANAK- Personel Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio punya andil besar menangani banjir…

Rabu, 15 November 2017 16:10

GEGER..!! Ada Jenazah Keluar dari Liang Lahat

PONTIANAK- Warga Jalan Hasanuddin, Gang Kenari Pontianak Barat mendadak heboh. Bagaimana tidak geger,…

Rabu, 15 November 2017 11:54

Gara-Gara Nongkrong, 25 Remaja Diangkut Polisi

PONTIANAK- Masih berkeliaran hingga larut malam di jalanan kawasan Kecamatan Pontianak Barat, 25 anak…

Selasa, 07 November 2017 16:24

Kabupaten Ini Dibanjiri Tenaga Kerja Asing

PONTIANAK- Hingga Oktober 2017, Tenaga Kerja Asing (TKA) yang terdata di Kalimantan Barat sebanyak 445…

Sutarmidji Deadline 3 Hari Bongkar Pagar di Jembatan Landak

Puluhan Karung Kentang dan Wortel Malaysia Disita

NGERI..!! Komunitas Gay Cari Mangsa Lewat Medsos

Stok Gas dan BBM Kalbar Aman

Sebulan, Setidaknya Mahasiswa Konsumsi 5.760 Bungkus Mi Instan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .