UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

KRIMINAL

Sabtu, 15 Juli 2017 11:19
KEJI..!! Gadis 14 Tahun Diperkosa Dua Orang, Diintimidasi 20 Orang
ilustrasi

PROKAL.CO,  PONTIANAK- Derita yang dialami korban perkosaan, sebut saja Bunga (14) tak ada habisnya. Setelah diperkosa dua orang, Bunga juga diteror dan diintimidasi puluhan orang. Tak tahan dengan terror itu, keluarga korban tindak asusila mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kalbar, Selasa (11/7).

Wakil Ketua KPAID Kalbar, Hasanah mengatakan korban meminta perlindungan.  Hasanah, memastikan pihaknya akan mengawal proses hukum dugaan kasus perkosaan anak di bawah umur ini. Kata dia, korban meminta pendampingan hukum dan ada beberapa hal yang perlu dipertegas karena korban tidak memiliki bukti otentik bahwa sidang dalam proses.

“Bukti lapor ternyata tidak di tangan korban, surat-surat pemanggilan juga tidak di tangan korban," sebutnya.

Untuk diketahui, Bunga datang ke KPAID bersama orang tua Bunga M (52 tahun). Dikatakan M, kriminalitas yang menimpa putri kesayangannya itu terjadi pada Maret 2017. Tersangka pemerkosaan adalah warga Teluk Pakedai bernama Toni dan Jamaludin. Perkara yang terjadi di komplek pemakaman di Teluk Pakedai ini telah ditangani Polsek setempat dan sekarang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Mempawah.

“Mereka mendesak mencabut laporan bahkan meminta damai, dia bilang kami kan kumpul bersama keluarga, tapi jangan tidak tahu jak kalau tidak mau damai," tutur M menirukan orang-orang yang mengancamnya itu.

Walaupun kerap diancam, dia menegaskan, tidak akan mau berdamai karena pelaku telah merenggut masa depan anaknya. Bahkan, Bunga dianiaya secara sadis. Pipi dan paha siswi kelas 2 SMP itu dipukul sampai lebam membiru. Para pelaku juga merampas handphone Bunga.

Seiring waktu kasus pemerkosaan terhadap anak bawah umur ini ditangani polisi dan jaksa, kediaman M dan keluarganya kerap didatangi orang-orang tidak dikenal. Kalau dihitung, sudah sekitar 20 orang yang datang untuk mengancam mereka. Trauma pun menghantui.

Di tengah tekanan orang-orang yang sebetulnya telah melakukan perbuatan tak menyenangkan itu, ibu korban pun direpotkan dengan proses persidangan di PN Mempawah. Jarak Teluk Pakedai dengan Mempawah cukup jauh untuk ditempuh dalam waktu singkat. 

"Tidak ada surat panggilan (sidang,red), hanya dibilang “besok sidang jam 10”, tapi pemberitahuan itu sore hari, bagaimana mau pergi, apalagi saya orang yang tidak mampu," beber M.

Hal ini diperparah ancaman yang tak kunjung berhenti, seolah menepikan hukum di negeri ini. Sebelum persidangan, M dan keluarnya juga diteror sejumlah orang via telpon. Mereka diminta untuk tidak menjawab apa yang ditanya oleh majelis hakim di PN Mempawah. Sayangnya, M tidak mengetahui persis siapa Si Pengancam.  “Kami memilih mengungsi ke tempat keluarga, Saya minta hukum ditegakkan," pungkas M.

Sementara Hasanah menambahkan, “Besok (hari ini,red) kalau tidak salah persidangan ke empat, karena kewenangan ini ada pada kami, kami akan kirim perwakilan disertai surat tugas, mudah-mudahan proses sidang berjalan baik sebagaimana mestinya".  Yang aneh, KPAID Kalbar mendapatkan informasi mengenai tuntutan hukum kepada pelaku yang belum maksimal. Pelaku cuma diancam hukuman 4,6 tahun dan 8 tahun.

"Inikan sangat riskan, padahal sudah jelas dalam UU perlindungan anak itu tuntutan maksimal 15 tahun, jika pelakunya dewasa itu full, jika masih anak-anak itu minimal 2/3, kalau inikan cukup jauh hanya 1/2 dari maksimal," beber Hasanah.

Jika semua unsur bukti lengkap dan tidak ada kendala, lanjut dia, tuntutan dengan ancaman hukuman yang sepantasnya akan bisa dikenakan ke para pelaku. "Perlu kita jajaki kembali," tegasnya.  Korban yang masih di bawah umur tersebut sampai sekarang juga belum mendapat pendampingan secara psikologis. Tentunya korban masih merasakan trauma.

"Kita berharap semoga korban tidak trauma, bisa menjalani sebagai mestinya, dan kini (pemulihan trauma) menjadi tanggung jawab kami," pungkas Hasanah.   (Maulidi Murni, Ocsya Ade CP)

 


BACA JUGA

Sabtu, 09 Desember 2017 11:00
Komunitas Gay Cari Mangsa Lewat Medsos

Kirim Gambar Porno, Mengajak Agar Jadi Gay

PONTIANAK- Komunitas gay di Pontianak makin berani. Tiga orang ditangkap atas aksi pornografi. Atas…

Rabu, 29 November 2017 12:05

Ketahuan Menjambret, Dua Remaja Bonyok Habis..!!

PONTIANAK- Wajah Okta dan Nugi babak belur. Ya, keduanya menjambret smartphone bocah 12 tahun di depan…

Selasa, 21 November 2017 12:53

WANTED..!! Ini Dia Napi Rutan Sanggau yang Kabur

SANGGAU- Sejak kabur dari Rutan Kelas IIB Sanggau, Kamis (16/11) lalu, AC, 38, napi kasus penggelapan…

Selasa, 21 November 2017 12:48

MAMPUS..!! Jual Sabu-sabu 3 Kg, Warga Malaysia Mati Ditembak

PONTIANAK- Untuk kesekian kalinya Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Kalbar bersama Bea Cukai…

Rabu, 15 November 2017 16:23

Lari ke Gang Buntu, Maling Motor Jerit-Jerit Ditembak

PONTIANAK- Viqih Nuramul alias Viqi memang lagi apes. Baru saja mencuri sepeda motor milik Wendy Tarusman…

Rabu, 15 November 2017 16:12

MASIH MAU?? Penyuplai Sosis Ilegal di Pasar Dahlia Ditahan

PONTIANAK- Anggota Reskrim Polsek Pontianak Barat mengamankan seunit minibus bermutan puluhan kotak…

Minggu, 12 November 2017 10:35

Penjahat Lihai Itu Melawan, Kakinya Dilubangi Polisi

PONTIANAK- Kaki kiri Mohammad Sofiansyah alias Iyan terpaksa ditembak karena melawan dan berusaha kabur…

Selasa, 07 November 2017 16:18

Ini Dia Hendrawan Tan, Pria yang Doyan Memaki-maki Polisi di Facebook

Di era digital sekarang ini, jagalah jari mu. Bijaklah membuat atau mengomentari postingan di media…

Sabtu, 04 November 2017 10:27

Polair Sita 1.000 Batang Kayu Log

PONTIANAK- Kapal-kapal patroli Direktorat Polisi Air (Dit Polair) Polda Kalbar berhasil mengamankan…

Senin, 30 Oktober 2017 11:56

Culik Gadis di Jateng, Pria Ini Ditangkap di Kayong Utara

SUKADANA- Dua penculik gadis bawah umur di Klidang Wetan, Kabupaten Batang, Jateng berhasil diciduk…

Kirim Gambar Porno, Mengajak Agar Jadi Gay
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .