UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 10:02
BAHAYANYA..!! Sudah Tujuh Orang Tewas karena Digigit Anjing

537 Kasus Rabies, KLB di Kabupaten Sanggau Diperpanjang hingga November 2017

ilustrasi

PROKAL.CO, SANGGAU- Kasus rabies ternyata belum tuntas di Kabupaten Sanggau, Kalbar. Bahkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies ini diperpanjang hingga Novermber 2017. Sejak Januari 2017, tercatat 537 kasus. Tujuh orang di antaranya meninggal.

“Kasus itu menyebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Sanggau. Sudah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), SK-nya juga sudah diperpanjang Pak Bupati sampai November 2017,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sanggau, Sarimin.

Lalu bagaimana mengatasi persoalan tersebut ? Kepada Rakyat Kalbar ia mengatakan, penanganan dibagi dua, hulu dan hilir. Dinkes, kata Sarimin, mengatasi persoalan di hilir. Artinya manusianya. Sedangkan di hulunya, merupakan domain Dinas Perkebunan dan Peternakan.

“Kalau manusianya kita berikan vaksin. Sedangkan untuk anjingnya yang ngurus Dinas Perkebunan dan Peternakan. Untuk vaksin masih tersedia, dan masih cukup. Kita imbau, siapapun yang terkena gigitan anjing, segera melapor agar kita beri vaksin,” katanya.

Keterlambatan melapor, kata dia, berakibat pada keterlambatan penanganan, sehingga berakibat fatal. “Kebanyakan yang sampai meninggal itu karena tidak melapor,” tegas Sarimin. Saat ini, dia mengaku petugas Dinkes dan Dinas Perkebunan dan Peternakan masih turun ke lapangan, mencegah semakin meluasnya kasus rabies. “Kita turun terus ini,” pungkasnya.

Karena itu, diimbau kepada masyarakat segera melaporkan ke Puskesmas terdekat, jika menemukan kasus atau gejala rabies. Para pemilik anjing juga diimbau untuk memberika vaksin pada binatang peliharaannya itu.

Sebelumnya, dua hari lalu, dua warga Kecamatan Sekayam meninggal akibat diduga rabies. Camat Sekayam, Manggaranap Siahaan mengatakan, meski belum dipastikan apakah meninggal akibat rabies atau penyakit lain, yang pasti keduanya sempat digigit anjing.

 “Di Dusun Sotok, Desa Setogor, Kecamatan Sekayam. Katanya tiga minggu lalu terkena gigitan anjing, meninggalnya dua hari lalu,” ujar Manggaranap. Dia menambahkan, sebelumnya juga pernah dilakukan vaksin terhadap anjing yang ada di desa tersebut. Bahkan ada yang sudah dimusnahkan. “Jadi anjing liar yang ada sudah dibunuh semuanya. Sisa sedikit lagi yang ada, namun sudah divaksin anti rabies,” ujarnya.

Camat Noyan, Miko menyampaikan, gigitan anjing rabies juga sempat terjadi di wilayah kerjanya Desa Noyan beberapa waktu lalu. “Empat orang terkena gigitan, namun semuanya bisa diselamatkan. Kejadianya 29 Mei 2017, sekarang tidak ada lagi sudah aman, pasca kejadian ada yang divaksin, ada juga yang dimusnahkan,” tegas Miko.

Terpisah, Anggota DPRD Sanggau, Leonardo Agustono Silalahi, MH mengucapkan turut berduka cita atas adanya dua warga Desa Setogor yang meninggal diduga akibat gigitan anjing rabies. “Kita harap Pemkab Sanggau melalui instansi terkait segera turung ke Desa Setogor untuk memastikan, apakah terkena gigitan anjing rabies atau tidak,” ujar warga Kecamatan Sekayam itu.

Politisi Partai Demokrat Kabupaten Sanggau itu menambahkan, untuk daerah lain yang memang ada tanda-tanda terjadinya rabies, diharapkan melakukan vaksinsinasi. Baik binatang peliharaan maupun vaksin manusia. “Kalau memang binatang peliharaan itu tak bisa ditangkap, musnahkan saja. Kalau memang mengancam nyawa masyarakat, lebih baik dimusnahkan saja. Intinya segera vaksinasi,” ujarnya.

Leo mengaku langsung menghubungi Kepala Desa Setogor pasca kejadian itu, memastikan kejadian tersebut. “Korbannya satu orang dewasa dan satu orang masih anak-anak. Kata Pak Kades juga bahwa ada tim yang akan turun ke sana untuk melakukan vaksinasi,” jelas Leo.  (Kiram Akbar/rk)


BACA JUGA

Rabu, 15 November 2017 16:04

Di Kabupaten Inilah, Surganya Illegal Logging

Pembalakan hutan secara liar di Kalbar terus berlangsung. Mungkin, kalau pepohonan menjulang yang merupakan…

Rabu, 15 November 2017 15:59

KOK BISA..?? Runway Bandara Supadio Tergenang

SUNGAI RAYA- Hujan deras cukup mengakibatkan runway atau landasan pacu Bandar Udara (Bandara) Internasional…

Sabtu, 11 November 2017 11:22
Kekayaan yang Tersisa di Batas Negeri

Ada 4 Jenis Penyu, Warga Masih Ambil Telurnya

Semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi Peraturan Pemerintah (PP) 7/1999 tentang Pengawetan…

Selasa, 07 November 2017 16:12

Ini Nih Bukti Pembalakan Liar di Kalbar Masih Marak

PONTIANAK- Kata siapa pembalakan hutan di Kalbar sudah tak ada? Buktinya, pihak berwenang kembali mengamankan…

Selasa, 07 November 2017 16:09

Gigit Kaki Bocah, Kepala Anjing yang Diduga Rabies Ini Lepas dari Badannya

SEPONTI- Kasus rabies seakan tak ada habisnya di Kalbar. Kali ini seorang anak di Dusun Sumber Baru,…

Senin, 06 November 2017 12:49

Internet Lelet, Bupati Cantik Ini Kesal

NGABANG- Bukan hanya anak-anak muda atau kalangan pelajar yang seringkali kesal luar biasa ketika mendapati…

Sabtu, 04 November 2017 10:41

Terima Uang Pengurusan Surat Tanah, Kades Disergap Tim Saber Pungli

PONTIANAK- Karena menerima uang tanda terima kasih atas pembuatan surat tanah, tiba-tiba Kepala Desa…

Minggu, 29 Oktober 2017 10:31

Kalbar Belum Bebas Campak, KLB di Lima Kabupaten/Kota

PONTIANAK- Kalimantan Barat belum sepenuhnya bebas penyakit campak. Hingga September 2017 ini saja,…

Minggu, 29 Oktober 2017 10:29

Nenek Itu Setahun Minum Air Rebusan Batu, Ternyata....

PONTIANAK- Jagat Kalbar pernah heboh dengan pemberitaan sejumlah media massa mengenai Niarti minum rebusan…

Jumat, 27 Oktober 2017 11:33

Supaya Aman dari KPK, Ini yang Dilakukan Bupati se-Kalbar

 Wali Kota Singkawang, Awang Ishak juga tak ingin kasus korupsi menjerat dirinya dan bawahannya.…

Vijay, Lisa, Mama Laila dan Lili Kembali ke Hutan

ADUH..!! Perburuan Hewan Dilindungi Masih Marak
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .