UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 08 Juli 2017 12:56
Lagi Asyik Joging, Pemuda Ini Ditampar Satpol PP
DAMAI. Ricky dan oknum Sat Pol PP yang menamparnya berjabat tangan sambil menunjukkan lembaran surat pernyataan damai di Mako Sat Pol PP. WARGANET FOR RAKYAT KALBAR

PROKAL.CO, Menegakkan aturan sah-sah saja, tapi tak perlu rasanya bertindak arogan. Apalagi, kalau sampai main tangan atau melakukan tindakan refresif seperti yang dilakukan oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Pontianak, berinisial Rd.

Ocsya Ade CP, Maulidi Murni, Pontianak

Selasa (4/7) sore, Rd menampar seorang pemuda bernama Ricky yang sedang lari kecil di Jogging Track Taman Digulis Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Aksi tak pantas ini viral di media sosial. Meski kemudian pelaku dan korban berdamai, tetap saja Rd bakal tak lagi jadi Sat Pol PP.

Dalam sebuah video yang diunggah Amat Yaman pada akun Facebooknya, tampak beberapa anggota Sat Pol PP tengah berdebat dengan sejumlah pemuda berkaos hitam dan berambut gondrong. Tampaknya, mereka tengah membubarkan aktivitas anak-anak muda itu.

Aksi tunjuk-tunjuk sambil berkata dengan nada keras dari oknum Sat Pol PP terlihat dan terdengar jelas. Videonya berdurasi 5 menit 32 detik.

Meski berdurasi cukup panjang, video tersebut lebih banyak terdengar suaranya lantaran Si Perekam menyimpan smartphone-nya di dalam saku tanpa menghentikan rekaman. Sebelum itu, android Si Perekam sempat terlempar karena diamuk oleh oknum anggota Sat Pol PP yang mengetahui tabiatnya direkam. Si Perekam juga nyaris ditonjok oleh rekan Rd. Wajahnya terlihat jelas dalam video.

 

Rekaman gambar itu diposting pada 4 Juli 2017 pukul 21.59 disertai caption. "Menjelang sore ada yang kejadian kurang mengenakan. Kejadian terjadi di Taman Digulis tempat biasanya orang-orang jogging dan anak-anak bermain. Di Taman Digulis seperti biasa memiliki peraturan jam tutup. Ada seorang pemuda yang masih jogging karena belum tahu peraturan tersebut," tulis Amat Yaman di Facebook (FB)-nya.

 

Pemuda tersebut disuruh balik, lanjut dia, tapi dengan cara yang tidak seharusnya. “Pemuda tersebut beberapa kali didorong dan hampir dibogem sempat sampai jatuh dan parahnya yang merekam kejadian tersebut juga diserang oleh petugas hingga HP-nya terlempar ketika menghindar datangnya bogem dan didorong sampai terpojok hingga motor pun tumbang," sambungnya.

Setelah kejadian tersebut, petugas mengancam dan memaki dengan kata-kata rasis dan perekam dicek, dan diancam dengan bogem, juga disuruh hapus video tersebut.  “Tolong dishare agar sampai dipenegak hukum. #savetamandiguliskalbar #savepontianakrunning," pinta Amat.

Postingan video ini viral Rabu, 5 Juli 2017. Dibagikan ratusan kali oleh warganet. Tak sedikit yang mengecam aksi arogansi tersebut, mencapai lebih 1700 komentar.

Rabu malam, akun Mimi Lili yang diketahui ibu korban membuat postingan klarifikasi. Dalam postingan disertai foto menyebutkan bahwa kedua belah pihak sepakat damai. Antara korban dan oknum Sat Pol PP tersebut tampak berjabat tangan sambil menunjukkan lembaran surat pernyataan.

"Sahabat Pl (grup facebook) semua, Bapak dari Sat Pol PP Pontianak sudah mengakui kesalahannya karena menampar anak saya dan juga sudah minta maaf. Terima kasih buat sahabat semua. Terima kasih juga buat Polsek Pontianak Selatan, terima kasih untuk Kasat dari Sat Pol PP berserta semua yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu,” tulisnya.

Mimi Lili menambahkan, “Tapi diatas itu semua, Bu Kasat berjanji kepada saya (melalui telepon) akan memberi sanksi untuk yang bersangkutan. Semoga apa yang dijanjikan itu benar adanya. Karena kalau tidak ada sanksi kejadian seperti itu bisa saja berulang kembali".

Dihubungi Rakyat Kalbar via messenger Kamis (6/7) dinihari, Lili menjelaskan, berdasarkan pengakuan anaknya, Ricky sedang berolahraga di Taman Digulis. Tiba-tiba ada beberapa anggota Sat Pol PP yang berteriak suruh keluar karena sudah pukul 18.00.

"Anak saya minta izin satu putaran lagi tapi tidak diizinkan. Kemudian anak saya didorong keluar. Ya anak saya membela diri dengan berkata, ‘jangan main fisik Pak’. Sampai di parkiran tiba-tiba datang anggota Sat Pol PP yang lain langsung dorong anak saya kemudian ditampar," cerita dia.

Ia mengatakan bahwa saat ini Ricky sepakat untuk berdamai. "Saya berharap hal tersebut tidak terulang kembali," pinta Lili. Sikap arogansi penegak peraturan daerah (Perda) tersebut sangat disayangkan. "Sebagai petugas juga harusnya mengayomi, bukan menyelesaikan masalah dengan kekerasan," sesalnya.

Meski hadir dalam kesepakatan damai tersebut, ia meminta oknum tersebut diberi sanksi. "Yang bersangkutan agar mendapatkan sanksi karena saya percaya setiap perbuatan menyebabkan akibat," tandas Lili.

Dikonfirmasi, Kepala Sat Pol PP Pontianak, Syf. Adriana menyebut tidak mengetahui kronologis insiden itu secara persis. Pada saat itu, menurut dia, dirinya tidak melihat langsung.  Adriana menyatakan, sudah ada penyelesaian atas peristiwa tak mengenakkan yang dilakukan oknum anak buahnya kepada warga Pontianak tersebut. Namun, sanksi yang sesuai dengan aturan akan tetap ia jatuhkan. Diantaranya, Si Oknum sudah dinonaktifkan dan selanjutnya tidak bertugas lagi di Sat Pol PP Pontianak.

“Kita tidak tahu di mana nantinya, kita serahkan kepada BKD (badan kepegawaian daerah,red) untuk mengurusnya," jelasnya, Kamis (6/7). Secara terbuka, ia berpesan kepada anggota Sat Pol PP Pontianak lainnya agar tidak mencontoh perbuatan Rd. "Yang jelas Sat Pol PP tidak boleh emosional," pungkas Adriana. (*)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 10:21

Stok Gas dan BBM Kalbar Aman

PONTIANAK- Jelang Natal dan Tahun Baru, PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalbarteng melakukan inspeksi…

Senin, 11 Desember 2017 10:04
Menelusuri Kehidupan di Blok Enggang 1 Rusunawa Untan

Sebulan, Setidaknya Mahasiswa Konsumsi 5.760 Bungkus Mi Instan

Hidup jauh dari orangtua memang tidak mudah, terutama menyangkut kebutuhan hidup seperti makan. Minimnya…

Sabtu, 09 Desember 2017 20:04

Puluhan Karung Kentang dan Wortel Malaysia Disita

PONTIANAK-  Seakan tak ada hentinya, penyelundupan dari Malaysia terus terjadi. Buktinya, tak sedikit…

Sabtu, 09 Desember 2017 11:27

Sutarmidji Deadline 3 Hari Bongkar Pagar di Jembatan Landak

PONTIANAK- Pihak yang memagar dan mengklaim lahan di bawah Jembatan Landak Kecamatan Pontianak Utara…

Sabtu, 09 Desember 2017 10:56

NGERI..!! Komunitas Gay Cari Mangsa Lewat Medsos

PONTIANAK - Komunitas gay di kota Pontianak dan sekitarnya semakin menjadi-jadi. Tak lagi ditutup-tutupi,…

Rabu, 29 November 2017 12:46

Mau ke Malaysia, Pria yang Diduga Teroris Ini Disergap di Bandara Supadio

PONTIANAK- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri bersama-sama dengan Subdit IV Direktorat…

Rabu, 29 November 2017 12:08

MEMBAHAYAKAN..! Ada Pangkalan Pasir di Bawah Jembatan Kapuas II

SUNGAI RAYA- Pembangunan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya saat ini sedang gencar. Sudah pasti…

Sabtu, 25 November 2017 17:17
Kartius-Pensong Benny Maju secara Independen

Kumpulkan Dukungan sejak 2011, Pensong Gagal Tiga Kali di Pilkada Sekadau

Sejak Gubernur Kalbar dipilih rakyat secara langsung pada 2008, baru kali ini lah calon nonpartai politik…

Sabtu, 25 November 2017 12:49

Curah Hujan Tinggi, Angkasa Pura Waspada

 Angkasa Pura II tentunya harus selalu waspada, jika tidak mau runway Bandara Supadio kembali tergenang.…

Sabtu, 25 November 2017 12:46

Runway Supadio Dibangun Lebihi Batas Air Pasang Kapuas

PONTIANAK- Tergenangnya runway Bandara Internasional Supadio Pontianak ternyata menjadi pelajaran penting…

Sutarmidji Deadline 3 Hari Bongkar Pagar di Jembatan Landak

Puluhan Karung Kentang dan Wortel Malaysia Disita

NGERI..!! Komunitas Gay Cari Mangsa Lewat Medsos

Stok Gas dan BBM Kalbar Aman

Sebulan, Setidaknya Mahasiswa Konsumsi 5.760 Bungkus Mi Instan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .