UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 06 Juli 2017 11:53
Gunung Tujuh Mau Ditambang, Lihat Nih Reaksi Warganya

Demo Kantor Bupati Kayong Utara, “Tolong Jangan Runtuhkan Gunung 7 Kami”

TOLAK PERTAMBANGAN. Peserta aksi melakukan aksi penolakan kegiatan pertambangan di wilayah Gunung Tujuh, Teluk Batang. Perwakilan peserta aksi diterima Bupati Hildi Hamid di ruang rapat kantor Bupati Kayong Utara, Selasa (4/7). KAMIRILUDDIN

PROKAL.CO, SUKADANA- Rencana penambangan di Gunung 7, Kecamatan Teluk Batang, Kayong Utara mendapat penentangan dari warga. Selasa (4/7), ratusan warga Kayong Utara yang tergabung dalam Alinasi Masyarakat Peduli Gunung Tujuh (AMPG 7) menemui Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid. Tujuan mereka jelas, yakni menolak aktivitas pertambangan di Kecamatan Teluk Batang.

Dalam pertemuan itu, Bupati Hildi didampingi Wakil Bupati Idrus, Kapolres Kayong Utara, AKBP Arief Kurniawan serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang rapat Kantor Bupati Kayong Utara, Selasa (4/7).

Sebelumnya, ratusan massa dari Teluk Batang dan sebagian dari daerah lainnya datang menggelar aksi di kantor bupati. Kemudian dilanjutkan ke DPRD Kayong Utara. Mereka banyak membawa poster bertuliskan “Tolongan Jangan Runtuhkan Gunung 7 Kami”. Bahkan, banyak lagi tulisan lainnya yang intinya mengecam kegiatan pertambangan di Gunung Tujuh.

Para pendemo menuntut agar Gunung Tujuh tidak diganggu untuk kegiatan pertambangan. Menurut Ketua AMPG 7, Ali Muhammad, Gunung Tujuh merupakan sumber kehidupan masyarakat Teluk Batang. Di kawasan itu juga menyimpan situs sejarah dan menjadi ikon Kayong Utara.

“Banyak warga yang menggantungkan hidup dari Gunung Tujuh. Diantaranya sebagai sumber air bersih dan pertanian. Kalau kawasan ini ditambang, maka besar dampak negatifnya,” tegas Ali.

Di hadapan Bupati Kayong Utara, perwakilan massa juga meminta agar status Gunung Tujuh dikembalikan menjadi kawasan yang dilindungi dan tidak sebagai Areal Penggunaan Lain (APL). Bupati juga diminta untuk menerbitkan surat penghentian sementara, agar perusahaan pertambangan tidak beraktivitas di Gunung Tujuh.

Abdul Karim, perwakilan masyarakat Teluk  Batang lainnya tidak setuju adanya aktivitas pertambangan di daerahnya. Dia mengatakan, Gunung Tujuh merupakan simbol harga diri masyarakat Teluk Batang yang harus dipertahankan keasriannya.  “Gunung Tujuh merupakan sumber air, Gunung Tujuh juga merupakan situs sejarah yang dilindungi, jadi harus dipertahankan. Karena berdirinya Teluk Batang karena adanya Gunung Tujuh,” jelas Abdul.

Dia mendesak Bupati Kayong Utara mencabut rekomendasi izin lingkungan terkait rencana pertambangan di Gunung Tujuh. Kedua, pernyataan sikap DPRD terhadap rekomendasi  bupati tentang izin lingkungan atas pernyataan persetujuan oleh oknum anggota DPRD. Ketiga, jadikan Gunung Tujuh sebagai hutan kawasan, cagar budaya, ilmu pengetahuan dan situs sejarah. Keempat, tinjau ulang Perda Nomor 8 tahun 2015 tentang RTRWK Kayong Utara. Kelima, bupati harus menerima perwakilan aksi tanpa diwakilkan dan keenam fungsikan PDAM Teluk Batang dan Seponti.

“Sejak awal masyarakat (Teluk Batang) tidak pernah merasa menyetujui adanya kegiatan pertambangan di daerah mereka,” tegas Abdul.  (Kamiriluddin)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*