UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 23 Juni 2017 10:50
Jangan Pilih Calon yang Gunakan Isu SARA

PROKAL.CO,  PONTIANAK- Isu SARA kerap digunakan dalam politik. Nah, inilah yang dikhawatirkan banyak pihak di Kalbar. Untuk menggali hal itu, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalbar menggelar talk show dengan tema “Pilkada Anti Sara” di Hotel Harris, Pontianak, Rabu (21/6).

Hadir dalam acara itu sosok yang digadang-gadang menjadi bakal calon Gubernur Kalbar. Seperti Wali Kota Pontianak H Sutarmidji, mantan Bupati Landak Adrianus Asia Sidot dan Wakil Ketua DPRD Kalbar H Suriansyah.  Sementara moderatornya Pengamat Politik Kalbar sekaligus Dosen Fisip Untan Jumadi S.Sos.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat para generasi muda bahwa ke depan dibutuhkan pemimpin berjiwa nasionalisme yang bisa membangun Kalbar agar lebih baik. Kita berharap tidak ada kandidat nantinya menggunakan isu-isu Sara. Begitu juga dengan masyarakat untuk cerdas dalam memilih," kata Sekretaris KNPI Kalbar Joni Isniani.

Dijelaskan Joni, sebelumnya ada beberapa peristiwa berindikasi isu Sara dalam proses Pilkada Kalbar yang berlangsung pada Juli 2018. "Kita berharap kedepan pemimpin yang semacam ini (menggunakan isu sara) jangan dipilihlah,” serunya.

KNPI berkeinginan Kalbar aman dan damai. Pilihlah pemimpin karena kemampuannya untuk membangun Kalbar yang lebih baik. Bukan karena sukunya, agamanya atau menggunakan isu yang menyesatkan.

Adrianus Asia Sidot mengapresiasi kegiatan yang digelar KNPI tersebut. Talk show ini menunjukan komitmen kaum muda yang berkeinginan Kalbar damai dan tentram, tanpa isu Sara. "Kampanye anti sara yang diusung KNPI hari ini saya rasa menjadi introspeksi bersama bagi siapapun, apakah dia calon atau kandidat yang akan maju ke Pilkada, baik itu Pilgub atau Pilwako, supaya tidak menggunakan isu Sara," ujarnya.

Menurutnya, dampak penggunaan isu Sara bisa menggoyahkan kesatuan dan persatuan bangsa serta merobek kebhinekaan. Padahal Indonesia justru dibangun dari kebhinekaan. “Indonesia itu pada dasarnya adalah negara yang pluralis dan multikultural," katanya.

Apabila salah satu kandidat sudah menggunakan isu Sara untuk mencapai tujuannya agar terpilih, maka yang bersangkutan diragukan nasionalismenya. “Saya kira gak usah dipilihlah pemimpin seperti itu" sebut Adrianus.

Sedangkan Sutarmidji mengatakan, Panwas harus tegas dalam mengawal dan mengawasi para kandidat. "Selama Panwas tidak tegas, ya ribut jadinya, saling lapor," ucapnya.

Begitu pula dengan KPU, harus tegas membuat batasan-batasan yang masuk dalam kategori Sara. Yang tak kalah penting, KPU juga mesti berani mendiskualifikasi mereka yang melanggar. "Kalau tidak, kan percuma kita buat. Kalau tidak berani tegas seperti itu, ya jangan melamar jadi anggota Panwas," lugas Sutarmidji. (zrn)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*