UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 18 Juni 2017 14:14
Jangan Coba-Coba Tebang Pohon di Kota Pontianak, Dendanya Tinggi Banget..!! Segini Nih Nilainya..
WALI KOTA. Sutarmidji. RAKYAT KALBAR

PROKAL.CO, PONTIANAK- Keputusan tegas diambil Pemkot Pontianak. Ya, demi menjaga lingkungan Kota Pontianak tetap hijau, larangan menebang pohon kembali ditegaskan. Jikalau ada yang melanggar dan nekat menebang pohon, ganti ruginya pun tak tanggung-tanggung.

Harga perbatang pohon di Kota Pontianak yang ditebang seharga motor baru alias Rp 15 juta. “Jika ada yang nebang satu pohon itu yang dendanya Rp15 juta. Jadi kalau dia nebang enam pohon berarti dia harus bayar Rp90 juta. Dan dia harus nanam kembali pohon yang ditebangnya itu,” tegas wali kota Pontianak Sutarmidji.

Midji mengatakan, aturan ketat diberlakukan tanpa pandang bulu. “Siapa yang nebang pohon di sini (Pontianak) tanpa seijin saya selaku Wali Kota Pontianak, tetap kita denda,” tegasnya. Jangan kan masyarakat, pejabat pemerintah sekalipun akan dikenakan sanksi jika melanggar. “Yang pernah kena tipiring (tindak pidana ringan) itu Kanwil Agama, Kepala Kantor Statistik provinsi, Kepala Dinas PU Kota, kita ajukan ke pengadilan," ungkapnya.

Kepada Pemkot Mojokerto, ia mengatakan pihaknya lebih senang menempuh jalur hukum ketimbang meladeni bentrok fisik. Termasuk ketika dia mengurus pedagang kaki lima (PKL) “Kita tidak mau bentrok-bentrokan, taati aturan. Kalau tidak, kita ajukan ke pengadikan. Masih lagi, ajukan lagi. Masih lagi, ajukan lagi. Sampai dia kapok," terang Midji.

Bagi dia, kemajuan kota dapat diukur dengan sejauhmana penduduknya menaati aturan. "Buang sampah sampai jam 7 saja, lewat tetap kita tilang. Karena waktu penyapuan jalan itu hanya 3 jam, mulai dari jam 5 sampai jam 8 pagi. Setelah itu tidak ada kegiatan nyapu jalan sampai besok pagi lagi. Alhamdulillah, masih bersih. Kalau buang sampah dari mobil pun, terekam di CCTV, kita akan cari dia (pelakunya) supaya dia bertanggung jawab," demikian Bang Midji.  (Fikri Akbar/rk)

 

 


BACA JUGA

Senin, 14 Agustus 2017 11:16

ALAMAK BAHAYA ..!! Kasus Rabies di Kapuas Hulu Cenderung Meningkat

PUTUSSIBAU –Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) jenis anjing di Kapuas Hulu masih tinggi…

Senin, 14 Agustus 2017 11:08

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Pembakar Hutan dan Lahan Sulit Terjamah Hukum

PONTIANAK- Delapan provinsi menjadi focus perhatian pemerintah dalam hal pengendalian kasus kebakaran…

Jumat, 11 Agustus 2017 10:29

Pangdam XII/Tpr Kunjungi Perbatasan, Jalan Tikus Jadi Atensi

PUTUSSIBAU- Terbukanya jalan tikus (jalur tak resmi) di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten…

Senin, 07 Agustus 2017 12:51

Bawa 17 Kg Sabu, Pria Ini Meregang Nyawa Ditembak

BENGKAYANG- Satu pria pembawa sabu yang berasal dari Malaysia, tersungkur tewas didor petugas BNN. Kabarnya…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:34

Kebakaran Hutan dan Lahan Makin Parah, Ini Kata Gubernur Cornelis

PONTIANAK- Gubernur Drs. Cornelis, MH menegaskan, pemerintah serius menanggulangi pembakaran hutan dan…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:22

Miliki 39 Batang Pohon Ganja untuk Selamatkan Istri, Pria Ini Dipenjara dan Bayar Denda Rp 1 Miliar

Akhirnya, Pengadilan Negeri (PN) Sanggau, Kalbar, memvonis pemilik 39 batang pohon ganja, Fidelis Ari,…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:13

Lima Warganya Tewas, Pemerintah Sarawak Malaysia Khawatir Rabies

KUCHING- Rabies yang menggila di Kalbar, rupanya juga menjangkiti Sarawak, Malaysia. Ya, Pemerintah…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:06

WARNING..!! Sudah Terdeteksi 102 Titik Panas di Kalbar

KUBU RAYA- Kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan menyerang Kalbar. Berdasarkan pantauan satelit…

Selasa, 01 Agustus 2017 12:31

Bunuh Anjing Tak Dikenai Sanksi Adat, Asal....

ANGGAU- Ketua Komisi B DPRD Sanggau, Jana meminta agar dinas terkait lebih proaktif sosialisasi tentang…

Selasa, 01 Agustus 2017 12:22

DARURAT..!! Rata-rata 88 Kasus Rabies Perbulan di Sanggau

SANGGAU- Ngeri..!! Wabah rabies di Kalbar semakin membuat pemerintah daerah pening. Epidemi ini pun…

Mau ke Malaysia, 16 Warga NTB Diamankan

Listrik dan Air Bersih Belum Merdeka, Warga Malaysia Jual Karet ke Indonesia

Warga Perbatasan Minta Harga BBM Diturunkan

Listrik dari Malaysia, Kerja di Kebun Sawit Dibayar Rp75.800 Sehari
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .