UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 16 Juni 2017 15:38
Dituntut 2 Tahun Penjara, 3 Buruh OTT Pungli Dwikora Divonis Enam Bulan Kurungan
HANYA 6 BULAN: Kamis (15/6), satu diantara tiga terdakwa kasus OTT Pungli di Pelabuhan Dwikora Pontianak memeluk kuasa hukumnya karena bahagia atas vonis hakim yang memenjarakan mereka hanya enam bulan. Jika dipotong masa tahanan sejak Desember, beberapa hari kedepan mereka bebas. OCSYA ADE CP

PROKAL.CO, PONTIANAK- Vonis itu akhirnya diketok. Ya, tiga buruh peti kemas, Iyan, Ber, dan Jan, yang jadi terdakwa kasus operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (Pungli) di Pelabuhan dwikora itu divonis 6 bulan kurungan, Kamis (15/6). Keputusan hakim ini lebih ringan dibanding jaksa yang menuntut 2 tahun penjara.

Putusan enam bulan kurungan penjara itu dipotong masa tahanan yang dijalani para terdakwa. Penahanan yang dirasakan para terdakwa sebentar lagi masuk usia enam bulan. Tepatnya tanggal 17 Juni 2017. Pada 18 atau 19 Juni, Iyan, Ber dan Jan sudah bisa kembali berkumpul dengan keluarga mereka.

Putusan yang dibacakan oleh hakim ini membuat Ruang Sari yang dijadikan tempat sidang berubah jadi haru. Air mata dari para terdakwa, keluarga, dan pengacara mereka pun menetes. "Bahagia. Sedih. Awalnya debar-debar. Dapat keputusan itu senang. Saya yakin suami saya tidak bersalah. Suami saya hanyalah buruh," jelas Nurbaini, salah seorang istri terdakwa, kepada Rakyat Kalbar.

Ya, usai sidang terdakwa saling berpelukan, begitu juga dengan penasehat hukum. Para terdakwa ini tak lupa menyalami para hakim, masih diiringi isak tangis keluarga yang duduk di ruang sidang tersebut.

Usai persidangan, para terdakwa langsung keluar ruangan. Berkumpul dengan para keluarga. Hampir enam bulan lamanya mereka berpisah dengan anak, istri, dan orangtua.  “Ini suatu keadilan. Ini keadilan bagi kami yang hanya orang kecil. Terima kasih hakim, dan terima kasih sebesar-besarnya untuk Sumardi M.Noor dan rekan yang sudah memperjuangkan hak-hak kami di hadapan hukum dan melakukan pembelaan terhadap rakyat kecil," sambung Nurbaini.

Sumardi M.Noor, yang mewakili tiga terdakwa secara hukum, mengatakan tuntutan jaksa dua tahun enam bulan sangat lah tidak rasional. "Hari ini hakim sudah memberikan putusan hukum terhadap tiga klien kami. Klien kami divonis enam bulan penjara dan dipotong dengan masa tahanan," ungkapnya.

Ia tidak akan mengajukan banding untuk para kliennya itu. "Sejauh ini jaksa belum ada untuk upaya banding,” terang Sumardi.

Diketahui, Yan, Ber, dan Jan didakwa oleh jaksa penuntut umum dengan pasal 368 ayat (1) juncto pasal 64 ayat (1) juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman hukumannya 9-12 tahun penjara. Mereka ditahan Tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Polda Kalbar pada Sabtu (17/12/2016) siang. Iyan merupakan buruh bongkar muat pelabuhan. Ber dan War bekerja sebagai mandor di sana.

OTT tersebut berdasarkan informasi yang diterima Tim Saber terkait keresahan pengusaha jasa ekspedisi muatan kapal laut dengan adanya dugaan praktik pemerasan di Pelabuhan Dwikora. “Para mandor di Pelabuhan Dwikora Pontianak memeras atau meminta sejumlah uang secara paksa kepada pengusaha ekspedisi,” tutur Kabid Humas Polda Kalbar (waktu itu), Kombes Pol Suhadi SW.  (Achmad Mundzirin/rk)

 


BACA JUGA

Minggu, 24 September 2017 11:26

Acara Puncak Kulminasi Matahari, Bikin Pontianak Mendunia

PONTIANAK- Kota Pontianak tidak hanya kaya akan budaya. Selain itu memiliki ciri khas fenomena alam…

Minggu, 24 September 2017 11:21

JANGAN SETRUM IKAN..!! Nekat, Begini Nih Akibatnya

PONTIANAK- Jangan coba-coba menyetrum ikan di sungai. Polisi khususnya di Pontianak bakal bertindak…

Rabu, 20 September 2017 11:48

Cornelis Pulang ke Rumahnya, Ada Apa?

PONTIANAK- Hampir genap 10 tahun menjabat sebagai Gubernur Kalbar, diakhir masa jabatannya yang tinggal…

Rabu, 20 September 2017 11:43

Ada 4 Pelaku Penganiayaan Nice, Keluarga Ingin Tetap Diproses

 PONTIANAK- Direktur YNDN, Devi Tiomana menyatakan pihaknya hanya memantau kasus bully yang menyebabkan…

Rabu, 20 September 2017 11:40
Tewasnya Anak 11 Tahun Akibat Dibully

Polisi Minta Jenazah Nice Diotopsi

PONTIANAK- Polresta Pontianak telah melakukan gelar perkara tewasnya korban bully yang baru berusia…

Jumat, 15 September 2017 11:33

Otoritas Keamanan Kalbar Tak Mau Kecolongan PCC

PONTIANAK- Seorang anak dan dua dewasa meninggal dunia, lebih dari 80 orang lainnya kritis karena mengkonsumsi…

Jumat, 15 September 2017 11:22

Menyeberang, Yunus Wassalam Diseruduk Mini Bus

SUKADANA- Nasib Muhammad Yunus, warga Dusun Mutiara, Desa Penjalaan, Kecamatan Simpang Hilir, Kayong…

Kamis, 14 September 2017 10:14

Guru SMP Diculik 20 Orang, Disiksa, Akhirnya Tewas

PONTIANAK- Kekerasan hingga menyebabkan tewasnya seseorang kembali terjadi di Kalbar. Yang menjadi korban…

Selasa, 12 September 2017 10:09

Oknum Hakim, dari Suap Hingga Selingkuh

PONTIANAK- Penangkapan oknum Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Bengkulu, Dewi…

Selasa, 12 September 2017 09:56

YAELAA…!! Gara-Gara Ini, Banyak Guru di Perbatasan “Kabur”

PONTIANAK- Program Guru Garis Depan (GGD) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) tidak…

SEREM..!! Puluhan Pelajar SMAN Tebas Kerasukan

Cornelis Pulang ke Rumahnya, Ada Apa?

Ada 4 Pelaku Penganiayaan Nice, Keluarga Ingin Tetap Diproses

BANJIR PARAH..!! Sepeda Motor pun Digotong

Polisi Minta Jenazah Nice Diotopsi

TEGAS..!! Kapolda Bilang, Jangan Ada Anggota yang Berkhianat..!!

JANGAN SETRUM IKAN..!! Nekat, Begini Nih Akibatnya

Dua Sungai Meluap, Melawi Dikepung Banjir

Acara Puncak Kulminasi Matahari, Bikin Pontianak Mendunia
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .