UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Kamis, 15 Juni 2017 13:01
Polisi, Jaksa dan Hakim Bertemu, Inilah yang Dibahas

Jangan Sampai Pencuri Tiga Bungkus Mie Diseret ke Pengadilan

CJS. Kasat Reskrim Kompol Muhammad Husni Ramli, Kasipidum I Putu Eka Suyanta dan Hakim PN Pontianak Sitorus sepakat penanganan Tipiring sesuai Perma Nomor 2 tahun 2012. POLRESTA FOR RAKYAT KALBAR

PROKAL.CO, PONTIANAK- Untuk menjalin kerja sama dan berkoordinasi, 3 penegak hokum pun bertemu. Kepolisian, kejaksaan dan pengadilan berkumpul bersama melalui perwakilan masing-masing di aula Mapolresta Pontianak, Selasa (13/6) pukul 14.30.

Berkumpulnya perwakilan para penegak hukum ini atas inisiatif undangan yang dibuat kepolisian yang dimotori oleh Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli, berkoordinasi dan menjalin kerjasama yang baik antarpenegak hukum.

Mereka membahas proses hukum yang dilakukan ketiga lembaga penegak hukum itu melalui Criminal Justice System (CJS). Harapannya meningkatkan kinerja, terjalinnya kerjasama CJS dengan baik dan sepaham, terutama dalam hal pertautan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 2 tahun 2012 tentang batasan kerugian dlm kasus tindak pidana ringan.

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Sitorus, SH yang menjadi perwakilan lembaganya menyampaikan pendapat, dalam hal penanganan kasus juga harus diperhatikan Perma Nomor 2 tahun 2012. Terutama dalam kasus pencurian. “Kalau cuma kasus pencurian tiga bungkus indomie. Itu jangan dibawa ke pengadilan, karena dalam hukum, banyak aspek yang harus dilihat,” ujar Sitorus.

Menjadi celaka dalam kinerja aparat penegak hukum, apabila sampai pengadilan, ketika terdakwa diperiksa oleh hakim, dia menjawab karena dirinya lapar, sehingga harus mencuri tiga bungkus indomie itu. “Kalau media mengetahui kasus-kasus seperti ini, terlagi hingga sampai ke publik, bisa jelek aparat penegak hukum. Media suka dengan bahan berita seperti ini,” ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Kompol Muhammad Husni Ramli mengatakan, penegak hukum yang tergabung dalam CJS sepakat tentang penanganan Perma. “Tadi juga sudah ada tanggapan jaksa dan hakim,” jelasnya, kemarin.

Menurut Kasat Reskrim, penanganan kasus kejahatan dengan kerugian Rp2,5 juta itu masuk ke dalam tindak pidana ringan. Misalkan saja mencuri atau mengutil. “Kalau seperti ini akan ditangani secara Tipiring,” ujar Kompol Husni.

Selain itu, juga dibahas penanganan kasus yang dilakukan dengan cara restorative justice, diselesaikan secara kekeluargaan atau Tipiring. Mengingat kerugian dari tindakan itu kecil, terlagi itu adalah pencurian dalam keluarga. “Kecuali kerugian besar diatas Rp2,5 juta tetap kita lakukan proses pidana murni,” jelasnya. Husni berharap, sekaligus dalam rangka analisa dan evaluasi kinerja fungsi Reskrim, dirinya meminta kinerja ditingkatkan, guna tidak ada kesalahan. “Termasuk pengungkapan yang ditingkatkan,” ujarnya.

Peningkatan kerja akan dinilai. Ada reward dan punishment. Jika memang penyidik anggota reserse yang melakukan keberhasilan dan membawa nama baik organisasi Polri, tentu ada reward yang diberikan. “Hari ini ada enam anggota fungsi Reskrim di Kota Pontianak mendapatkan penghargaan, diantaranya Hasan Abdullah, Brigadir Haris Casaeria, Iptu Tarminto. Kemudian Polsek yang berhasil itu yakni Polsek Utara dan Polsek Kota,” ungkap Husni.

Silaturahmi CJS dipimpin Kompol Muhammad Husni Ramli, Kasipidum Kejari Pontianak I Putu Eka Suyanta dan Hakim Pengadilan Negeri Pontianak, Sitorus. (zrn)


BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 15:20

Hiiii..!! Ada Mayat Bengkak Ngapung, Ngga Jadi Cuci Muka Deh…

PONTIANAK- Popy terkejut bukan kepalang. Ia kira sedang bermimpi. Ternyata, sesosok mayat mengapung…

Sabtu, 26 Mei 2018 13:33

RASAKAN..!! Mau Kabur, Pencuri Motor Dibuat Pincang

PONTIANAK- Berusaha melarikan diri saat diamankan, RS, pelaku pencuri kendaraan sepeda motor (curanmor)…

Kamis, 24 Mei 2018 12:01

Penggerebekan Pasutri di Sungai Kakap, Ditemukan 1,1 Kg Sabu

PONTIANAK- Sebuah rumah di Jalan Raya Sungai Berembang, Komplek Alzaina Rekon, Kecamatan Sungai Kakap,…

Kamis, 24 Mei 2018 11:56

PARAH..!! Hasil Sidak Tim Gabungan di Pontianak, Ternyata Ada Swalayan Jual Produk Kedaluwarsa

PONTIANAK-  Tidak ada jaminan makanan dan minuman di pasar modern aman dikonsumsi. Buktinya, sudah…

Kamis, 24 Mei 2018 11:50
Drama di Balik Operasi Pekat Ramadan

Agar Tak Tercyduk, Muda-mudi yang Bobok Bareng Ngaku Bersaudara

PONTIANAK-  Dugdugdug.., selamat pagi.., dugdugdug.. Gedoran pintu disertai permisi mengiringi…

Kamis, 24 Mei 2018 11:42

Bawa Mercon 31 Koli, Ya Ditangkap Lah kau…

PONTIANAK- Operasi Pekat di Pontianak membuahkan hasil. 31 Koli mercon korek api diamankan Polresta…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:31

Satlantas Polresta Gelar Patroli Subuh Antisipasi Balap Liar

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, Polresta Pontianak terus melakukan patroli subuh selama Ramadan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:30

Kapolda: Jika Ada Orang Asing, Wajib Ditanya!

PONTIANAK- Meningkatnya gangguan Kamtibmas yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, kepolisian mengimbau…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:29

Lubang Jalan Dekat Jembatan Landak Bikin Macet, Ini yang Dilakukan Polisi

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, jalan di dekat jembatan Landak Jalan Sultan Hamid II Kelurahan…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:35

BKSDA Evakuasi Orang Utan Lepas

PONTIANAK-. Tim Rescue Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar mengevakuasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .