UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Rabu, 07 Juni 2017 17:46
ASTAGAAA...!! Ditanya Polisi dengan Siapa di Kamar, Mahasiswi yang Cuma Pakai Handuk Ini Nunjuk ke Toilet....
MESUM. Seorang mahasiswi hanya memakai kemban handuk dan seorang polisi menunggu om-om yang menjadi teman kencan wanita 19 tahun itu di depan toilet di kamar B15 Villa Kapuas Dharma, Senin (5/6) dinihari. OCSYA ADE CP

PROKAL.CO, PONTIANAK- Bulan Ramadan tak membuat orang insaf berbuat dosa. Buktinya, di Pontianak, aksi mesum masih saja terjadi. Senin (5/6) sekitar pukul 23.00, polisi yang melakukan operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) memergoki mahasiswi salah satu universitas di Kota Pontianak bermuat mesum dengan om-om di kamar B15 Villa Kapuas Dharma Jalan Imam Bonjol, Pontianak Selatan.

“Operasi Pekat yang dilakukan ini merupakan Operasi Imbangan Pekat Kapuas 2017. Melaksanakan penertiban tempat hiburan malam, dengan sasaran operasi, miras, prostitusi, premanisme dan perjudian,” kata Kapolsek Pontianak Selatan AKP Belen.

Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) ini diperkuat 30 personil Polsekta Pontianak Selatan. Polisi menggeledah penginapan Villa Kapuas Dharma Jalan Imam Bonjol, Penginapan Ateng Tour dan Green Leave Inn di Jalan Gajahmada. Polisi mengawali operasi di Villa Kapuas Dharma.

Semua kamar diperiksa. Di kamar B15, polisi menyamar menjadi room boy. Kamar pun diketuk. “Tok..tok..tok. Room boy,” teriak salah seorang anggota Polsekta Pontianak Selatan. Setelah enam kali ketukan, pintu kamar itu pun dibuka.

Jreengg..!! saat dibuka, tampak seorang wanita muda tanpa pakaian, hanya melilitkan (berkemban) handuk di tubuhnya. Ia terkejut bukan main, karena bukan room boy yang masuk namun polisi. Wajahnya pucat pasi. Sedangkan om-om teman kencannya saat itu diduga sedang boker (buang air besar) di toilet.

Polisi pun langsung masuk ke kamar B15 dan menunggu teman kencan mahasiswi itu di depan toilet. “Sama siapa?” tanya petugas. “Itu di dalam (toilet),” jawab wanita 19 tahun itu. Tak lama pria 44 tahun itu keluar dari toilet.

Polisi menyuruh keduanya berpakaian dan ikut ke Mapolsekta Pontianak Selatan. Keduanya pun berkemas dan pindah penginapan, dari Villa Kapuas Dharma ke Mapolsekta Pontianak Selatan.  Setelah didata, pria berusia 44 tahun itu berinisial WW warga Kecamatan Nanga Tayab, Ketapang. Sedangkan mahasiswi berusia 19 tahun adalah SM warga Kecamatan Pontianak Barat.

Razia yang dipimpin Wakapolsekta Pontianak Selatan AKP Maryanto itu berpindah ke penginapan Ateng Tour. Ada dua kamar di lantai dua berisikan tamu. Pemeriksaan kamar pertama terlihat wanita bersama seorang pria yang masih remaja. Keduanya merupakan ibu dan anak. Pemeriksaan dilanjutkan di kamar berikutnya.

Ketika pintu dibuka oleh seorang pria, ternyata dia tidak sendiri, melainkan bersama seorang wanita.  

Ketika digerebek, wanita itu masih di atas ranjang tanpa mengenakan pakaian, hanya selimut menutupi tubuhnya. Polisi langsung menggeledah kamar, ditemukan obat kuat. Ketika didata, pria tersebut berinisial Ru, 20 warga Pontianak Timur dan wanitanya berinisial Wu, 20 warga Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya. Keduanya langsung digelandang ke Mapolsekta Pontianak Selatan.

Penginapan terakhir, Green Leave Inn Jalan Gajahmada, polisi terlihat kesulitan memeriksa kamar. Hampir seluruh kamar ada penghuninya. Selain itu, banyak yang tidak membukakan pintu.  Kegiatan polisi pun tidak didukung oleh manajemen penginapan Green Leave Inn. Ketika petugas meminta kunci serap, karyawan penginapan enggan memberikannya. Alasannya, kunci serap kamar ada di tangan manager.

Sementara managernya tidak berada di tempat. Polisi hanya mendapatkan satu pasangan mesum di penginapan tersebut. Dia adalah HR, 23 (pria) dan TR, 26 (wanita). Keduanya tak berkutik ketika hendak kabur dari kepungan petugas di kamar nomor 125 Green Leave Inn. “Saya belum sempat ngapa-ngapa,” kata HR yang merupakan warga Ketapang ini.

Hs dan Tr tetap diperiksa. Karena tidak memiliki bukti hubungan sah, keduanya dibawa ke Mapolsek Pontianak Selatan dan dijerat Tipiring. “Saya baru saja ketemu. Belum ada apa-apa. Biasalah, saya kenal dia di beetalk,” jelas HR.

Sementara TR, wanita asal Kecamatan Tebas, Sambas tersebut mengaku ketemu dengan HR dengan alasan ingin menjual emas. Tentu saja alasan itu tak masuk diakal. Karena pakaian dalam Tr berserakan di atas tempat tidur di kamar 125 tersebut.

Operasi Pekat juga menyisir tempat hiburan malam (THM) yang melampaui jam operasional, pukul 24.00. Polisi merazia THM di kawasan Ambalat, Jalan Budi Karya. Hampir seluruh THM di kawasan itu tutup, tak beroperasional lagi, kecuali namun Café/ Karaoke Win One yang masih beroperasional.  Razia di THM ini dipimpin Kapolsek Pontianak Selatan AKP Belen. Belen yang berdiri menunggu kedatangan anggota langsung berjalan kaki menuju Café Win One.

Sebelum pemeriksaan dilakukan, pengelola Café/Karaoke Win One terlebih dahulu meminta sprint. Kapolsek menunjukan sprint. Setelah itu langsung melakukan pemeriksaan. “Tidak ada tamu, kami sudah tutup. Tinggal berkemas saja,” terang salah satu wanita kepada polisi.

Kapolsek memeriksa satu persatu room, termasuk ruangan purel atau ladies. Karena tak ditemukan pelanggaran, Kapolsek dan jajarannya meninggalkan THM tersebut. (zrn/oxa)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 12:30
Rumah Terbakar, Rayakan Lebaran Numpang Orangtua

Harta Benda Ludes, Pesanan Kue Dibatalkan

Idul Fitri tahun ini menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi Ancah dan keluarganya. Bagaimana tidak,…

Kamis, 21 Juni 2018 12:10

Lebaran ke Rumah Besan, Pulang Rumah Terbakar

PONTIANAK- Ramdhani hanya bisa bersabar. Rumahnya yang terletak di Gang Cendana 4, Jalan Cendana, Kelurahan…

Kamis, 21 Juni 2018 12:00

Pekerja Imigran Bermasalah Terus Diusir Malaysia

PONTIANAK- Pendeportasian para pekerja migran Indonesia yang bermasalah dari Malaysia masih akan terus…

Jumat, 15 Juni 2018 13:50
Rumah Zakat Kalbar Himpun Donasi Umat

Warga Pinggiran Kapuas Jadi Target Penyaluran

Jelang Idul Fitri, aktivitas Rumah Zakat Kalbar semakin sibuk. Lembaga ini setia menanti umat yang ingin…

Rabu, 13 Juni 2018 13:16

Frans Tidak Ada Sebut Bom

PONTIANAK- Pihak keluarga Frantinus Nirigi pelaku candaan bom dalam pesawat Lion Air JT 687 tujuan Jakarta…

Selasa, 12 Juni 2018 14:59

Dianggap Pemeriksaan Tak Sesuai SOP, Satpol PP Diprotes

PONTIANAK- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak mendapat komplain dari masyarakat,…

Selasa, 12 Juni 2018 14:53
Jajanan Legenda Sejak Zaman Nenek Datok

Sotong Pangkong, Selalu Ramai di Malam Suci Ramadan

Ramadan memang bulan berkah. Banyak tradisi yang lahir di bulan suci umat Muslim ini. Di antaranya kuliner.…

Selasa, 12 Juni 2018 14:49

Transportasi Air Masih Jadi Andalan Pemudik

PONTIANAK- Musim mudik Idul Fitri tahun ini, transportasi air masih jadi andalan masyakat Kalbar. Terbukti,…

Selasa, 12 Juni 2018 14:48

Melawan Perampok, Ibu Rumah Tangga Luka Serius

PONTIANAK- Masyarakat tampaknya harus berhati-hati dari segala kemungkinan. Karena, kejahatan pencurian…

Rabu, 06 Juni 2018 15:24

Stok Beras di Pontianak Cukup 6 Bulan, BBM akan Ditambah

PONTIANAK- Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Pontianak, Mahmudah menyampaikan, dalam menyambut dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .