UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 06 Juni 2017 12:33
Jangan Ada Stigma Islam itu Radikal dan Melayu Intoleran
SILATURAHMI. Kapolda Irjen Pol Erwin Triwanto bersilaturahmi dengan pengurus MABM Kalbar di Rumah Adat Melayu, Jalan Sultan Syahrir, Pontianak, Senin (5/6). RISKA NANDA

PROKAL.CO, PONTIANAK- Untuk kembali merajut kebersamaan dan kesepahaman,  Kapolda Kalbar Irjen Pol Erwin Triwanto bersilaturahmi dengan pengurus Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar di Rumah Adat Melayu, Jalan Sultan Syahrir, Pontianak, Senin (5/6).

Silaturahmi ini diisi dengan diskusi, tanya jawab bersama Kapolda. Kegiatan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan. Hadir dalam kedatangan Kapolda itu, Ketua MABM Kalbar Prof. Dr. H. Charil Effendi beserta jajarannya.

Tampak pula Kapolresta Pontianak Kombes Pol Purwanto, Ketua Perempuan Melayu Kalbar, Hj. Hairiah, SH, MH. Hadir juga Ketua PGRI Kalbar, Prof. Dr. Samion dan pengamat politik sekaligus akademisi Untan Pontianak, Dr. Jumadi, M.Si beserta tokoh masyarakat.

Chairil Effendy menyampaikan poin-poin penting yang ditujukan kepada Kapolda Irjen Pol Erwin dan jajarannya. Menurutnya, ketertiban dan keharmonisan masyarakat dapat diwujudkan, jika ada keadilan dalam penegakan hukum.  “Tidak boleh ada tebang pilih, tidak boleh ada pilih kasih. Kita dukung Pak Kapolda beserta jajarannya. Jika ada orang melayu salah silakan diproses secara hukum, tapi begitu juga sebaliknya. Siapa pun yang salah, maka juga harus diproses secara hukum,” kata Chairil.

Kedua, kata Chairil, pentingnya memelihara keharmonisan masyarakat dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jangan sampai ada stigmatisasi kelompok Islam adalah kelompok yang radikal, kelompok melayu itu kelompok yang intoleran. “Itu tidak benar. Silakan didekati secara hukum dan secara profesional,” tegasnya.

 “Kami berharap ada hal-hal lain, yang berkaitan dengan narkoba, penyelundupan, supaya Pak Kapolda memberikan perhatian yang besar terhadap masalah itu. Ini juga penting bagi daerah kita,” sambung Chairil.

Chairil juga menyinggung peraturan daerah (Perda) penggunaan senjata tajam saat pawai. Nantinya tidak menggunakan alat, tetapi hanya sebagai simbol/replika saja. MABM akan merencanakan Perda tersebut.  “Terakhir kami juga meminta Polda agar mengantisipasi berita hoaks tentang pergerakan-pergerakan dari para ulama yang tidak ada izin, dilakukan kelompok-kelompok tertentu,” tegasnya.

Menyikapi apa yang disampaikan Ketua MABM, Kapolda Erwin mengatakan, polisi sangat mengakomodir segala bentuk masukan dari seluruh pihak. Apalagi pihak yang merasa dirugikan atau didiskriminalisasikan.

“Mengenai tentang senjata, pada saat itu Polresta sedang menunggu ketua tokoh adat Dayak. Itu merupakan aksesoris dan tidak dimasuk dalam pelanggaran Undang-Undang Darurat,” jelas Irjen Pol Erwin.

Banyaknya tanggapan miring masyarakat terhadap keadilan yang diberlakukan Polda, Erwin pun angkat bicara. Dia mempersilakan, jika terjadi permasalahan menyangkut rasa keadilan, masyarakat bisa langsung melayangkan surat ke Polda.  “Karena dengan surat itu, kita bisa mengawasi, mengevaluasi anak buah, penyidik dan sebagainya,” tegasnya.

Kunjungannya ke MABM, Kapolda Erwin mengaku hanya untuk bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat. “Sekaligus titip diri. Kedua ucapan terima kasih terkait kejadian tanggal 20 yang diprediksi akan berakhir chaos, ternyata bisa smooth bagus. Tentunya hasil dari peran serta masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat,” ujarnya.  “Tidak mungkin polisi bekerja sendiri. Polisi berhasil karena dibantu oleh masyarakat,” jelas Kapolda Erwin. (Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Jumat, 23 Juni 2017 10:44

NEKAT..!! Residivis Kabur dengan Tangan Terborgol, Dooorrrr... Lalu MATI...!!

PONTIANAK-  Hidup Yulianto alias Yanto Lebar akhirnya tamat. Ya, pria yang sudah  4 kali keluar…

Kamis, 22 Juni 2017 11:49

Dugaan Kasus Korupsi Meubeler, Rektor IAIN Pontianak Kembali Diperiksa

PONTIANAK- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Hamka Siregar kembali diperiksa polisi…

Rabu, 21 Juni 2017 11:53

Usai Mencopet, Keluarga Bawa Keterangan Surat Gila

PONTIANAK- Lagoa warga UKA Jalan Komyos Soedarso, Pontianak Barat kedapatan mencopet dompet warga di…

Minggu, 18 Juni 2017 16:25

MAKIN KEJI..!! Pakai Pisau Taji, Dua Begundal Peras Uang Warga

PONTIANAK- Kejahatan di Kota Pontianak makin menjadi. Minggu (11/6) dinihari lalu, Zainal dan Sugianto…

Minggu, 18 Juni 2017 14:01

Hindari Motor, Fortuner Nyemplung Parit

PONTIANAK- Hanya karena menghindari motor, sebuah Toyota Fortuner nyemplung ke dalam parit di Jalan…

Jumat, 16 Juni 2017 15:32
Terminal Batu Layang Terbunuh Sepi

Sekali Jalan Paling Banyak Cuma Angkut 8 Orang

Sudah jamak terjadi, jika mendekati lebaran, terminal penumpang akan penuh sesak dengan manusia yang…

Jumat, 16 Juni 2017 15:10

TAK TAHU DIRI..!! Pembantu Cabuli Anak Majikan

PONTIANAK- Bukannya bersyukur karena diberi tempat tinggal,  Lim Tjing Peng malah berbuat tak senonoh…

Jumat, 16 Juni 2017 15:07

Dituduh Curi Handphone, Aldi Dibacok

PONTIANAK- Naas banget nasib Aldi. Dituduh mencuri handphone, Aldi pun dibacok Sa, di kelurahan Kampung…

Kamis, 15 Juni 2017 13:01

Polisi, Jaksa dan Hakim Bertemu, Inilah yang Dibahas

PONTIANAK- Untuk menjalin kerja sama dan berkoordinasi, 3 penegak hokum pun bertemu. Kepolisian, kejaksaan…

Rabu, 14 Juni 2017 18:14

Balihonya Dirusak, Pria Ini Marah dan Lapor Polisi

PONTIANAK- Pilkada Pontianak masihlah lama. Bahkan pendaftaran bakal calon Wali Kota Pontianak belum…

Dugaan Kasus Korupsi Meubeler, Rektor IAIN Pontianak Kembali Diperiksa

NEKAT..!! Residivis Kabur dengan Tangan Terborgol, Dooorrrr... Lalu MATI...!!

Usai Mencopet, Keluarga Bawa Keterangan Surat Gila
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .