UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 25 Mei 2017 10:48
Naik Dango ke-XII, Ribuan Warga Saksikan Sibo Sunsak
SIBO SUNSAK. Ribuan warga Bengkayang menyaksikan Sibo Sunsak, acara penutup Gawai Naik Dango di Kecamatan Lembah Bawang, Sabtu (20/5). KURNADI

PROKAL.CO, Acara Naik Dango ke-XII Samalantan, Bengkayang berlangsung meriah, aman, lancar dan sukses. Kali ini Kecamatan Lembah Bawang menjadi tuan rumah yang diketuai Nehemia Lukman, S.Pd.

 

Kurnadi, Bengkayang

Penutupan Naik Dango dihadiri mantan Bupati Drs. Jacobus Luna, M.Si, Bupati Suryadman Gidot, M.Pd didampingi istrinya Ny. Femi, Wakil Bupati Agustinus Naon, Ketua DPRD Martinus Kajot, Wakil Ketua DPRD Fransiskus,Waka Polres Kompol Muhammad Royani serta anggota DPRD, Kepala SKPD, Forkopimda, Camat dan kepala desa di Kecamatan Lembah Bawang. Hadir juga perwakilan peserta dari Kecamatan Samalantan, Monterado, Capkala, Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan.

Bupati Suryadman Gidot mengajak warganya untuk terus melestarikan adat dan budaya. Sebagai warisan leluhur harus tetap dijaga. “Naik Dango adalah pesta adat dan budaya Dayak yang sudah dilakukan secara turun-temurun. Mari terus dijaga dan dilestarikan,” kata Gidot yang menutup Naik Dango ke-XII, Sabtu (20/5) lalu.

Di Kabupaten Bengkayang, selain acara Naik Dango, juga digelar budaya adat Barape Sawa ke-III pada 27-31 Mei 2017. Pesta Adat Dayak Iban pada 1-3 Juni 2017 dan Pesta Adat Dayak Nyobeng atau Nyabang yang akan digelar pada 15 Juni 2017 mendatang.

 “Suku Dayak sendiri dengan budaya dan adat sangat beragam. Semua itu kekayaan bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. Mari kita terus menjaga persatuan dan kesatuan. Menjaga Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Gidot.

 “Baru saja kita menyampaikan Deklarasi Damai bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei. Kita tetap sepakat menolak paham radikalisme, terorisme, provokator dan penyebar berita hoax (fitnah),” sambung bupati dua periode itu.

Gawai Naik Dango kali ini dimeriahkan dengan berbagai perlombaan. Diantaranya lomba perisai, tari kreasi, sumpit, gasing, silat, pantun, panco/upan, fashion show, menyanyikan lagu daerah dan lomba menganyam tikar. “Dipuncak acara, Sabtu (20/5) lalu diselenggarakan acara Sibo Sunsak (panjat pinang dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas),” kata Nehemia Lukman, S.Pd Ketua Panitia Naik Dango ke-XII Bengkayang.

Panitia penyelenggara mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bengkayang yang sudah mendukung secara moril maupun materil. Sehingga acara ini sukses terlaksana. Begitu juga TNI/Polri yang sudah terlibat dalam pengamanan.

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh peserta yang terlibat dari Kecamatam Lembah Bawang, Samalantan, Monterado, Capkala, Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan,” ujar Nehemia Lukman.

Dia juga mengucapkan selamat kepada peserta yang menjadi pemenang perlombaan. “Persiapkan peserta dan kontingennya dengan baik, sebab kita akan mengadakan acara serupa pada tahun 2018, sebagai panitia Kecamatan Capkala,” ujar Nehemia Lukman.

Ribuan warga menghadiri penutupan Naik Dango. Mereka penasaran menyaksikan Sibo Sunsak yang diagendakan panitia sebagai acara penutup.

“Sibo Sunsak atau dalam arti cerita diyakini sebagai salah satu permainan para Jubata. Di mana permainan ini sebagai ritual adat dilaksanakan dengan jalan pintas,” kata pembawa cerita Sibo Sunsak, Musa Bandol dan penulis naskah cerita Lukas Inarko.

Jalan pintas artinya jalan paling terakhir dalam pengobatan salah seorang yang menderita penyakit sangat parah. Boleh dikatakan sudah tidak bisa disembuhkan lagi. Sehingga orang yang akan melakukan acara Sibo Sunsak bernazar (berniat) untuk mengambil adat Bari’ (ritual adat pengobatan penyakit) atau Basansa (puasa). Sahut Bari’, ritual adat Sibo Sunsak dapat terlaksana apabila seseorang yang bernazar karena sakit tadi sembuh dari penyakitnya.

Sibo Sunsak diawali dengan ritual adat Baliant atau Bari’ dengan alat kelengkapan Sibo Sunsak, berupa uang mahar (Lantant), bambu yang sudah dilicinkan setinggi enam meter, langkang atau alat persembahan untuk simpan sesajian berisi darah ayam, babi, hati ayam, tumpi, poe/pulut, daging babi, sirih, kapur, pinang, gambir/gamer, tembakau, rokok dan air minum. Semuanya sebagai ritual persembahan kepada Jubata (dalam bahasa Dayak Kanayatn/Ahe) dan Nyabata Bawak (dalam bahasa Dayak Bakati).

Menggunakan adat Baliant atau Bari’, peserta Sibo Sunsak terdiri dari dua orang dengan posisi naik kepala di bawah kaki di atas atau naik terbalik. Untuk persembahan kepada Jubata Bawagk atau Nyabata Bawakng sebagai ungkapan syukur atas sembuhnya dari penyakit.

Kemudian, pemanjat Sibo Sunsak yang berhasil naik hingga ke atas dengan kepala di bawah, pada saat turun juga kepala pada posisi di bawah, berlawanan dengan acara panjat pinang. Setelah selesai dan berhasil memanjat hingga puncak, semua barang dan peralatan yang terikat di atas diturunkan. Kemudian dibagikan kepada seluruh peserta Sibo Sunsak. Mulai dari penari Baliant dan pelaku Baliant atau orang yang melakukan ritual Sibo Sunsak. “Setelah itu acara pun berakhir,” jelas Musa Bandol.

 

 


BACA JUGA

Selasa, 26 September 2017 12:41

PUBLIK GEGER..!! Remaja Pontianak Pakai Kaos Bergambar Adegan Seronok

PONTIANAK- Warganet Pontianak digegerkan sebuah postingan di media sosial Facebook. Unggahan tersebut…

Senin, 25 September 2017 11:36

BAHAYA..!! Sudah 8 Anak Digigit Anjing Rabies

BENGKAYANG- Anjing penular rabies kembali menyerang warga Kabupaten Bengkayang. Kasus ini mengulang…

Minggu, 24 September 2017 11:29
Kapolda Soroti Pintu Resmi dan Jalan Tikus di Lima Perbatasan

TEGAS..!! Kapolda Bilang, Jangan Ada Anggota yang Berkhianat..!!

PONTIANAK – Polda Kalbar menaruh atensi besar terhadap perbatasan. Untuk diketahui, lima Kabupaten…

Minggu, 24 September 2017 11:26

Acara Puncak Kulminasi Matahari, Bikin Pontianak Mendunia

PONTIANAK- Kota Pontianak tidak hanya kaya akan budaya. Selain itu memiliki ciri khas fenomena alam…

Minggu, 24 September 2017 11:21

JANGAN SETRUM IKAN..!! Nekat, Begini Nih Akibatnya

PONTIANAK- Jangan coba-coba menyetrum ikan di sungai. Polisi khususnya di Pontianak bakal bertindak…

Rabu, 20 September 2017 13:22

Dua Sungai Meluap, Melawi Dikepung Banjir

NANGA PINOH- Meluapnya Sungai Melawi dan Sungai Pinoh mengakibatkan banjir di ibu kota Kabupaten Melawi,…

Rabu, 20 September 2017 11:52

SEREM..!! Puluhan Pelajar SMAN Tebas Kerasukan

SAMBAS- Puluhan pelajar SMAN 2 Tebas kerasukan massal. Dalam dua hari, setidaknya hampir 60 pelajar…

Rabu, 20 September 2017 11:48

Cornelis Pulang ke Rumahnya, Ada Apa?

PONTIANAK- Hampir genap 10 tahun menjabat sebagai Gubernur Kalbar, diakhir masa jabatannya yang tinggal…

Rabu, 20 September 2017 11:47

BANJIR PARAH..!! Sepeda Motor pun Digotong

SEKADAU- Selain pemukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah titik ruas jalan yang menghubungkan…

Rabu, 20 September 2017 11:40
Tewasnya Anak 11 Tahun Akibat Dibully

Polisi Minta Jenazah Nice Diotopsi

PONTIANAK- Polresta Pontianak telah melakukan gelar perkara tewasnya korban bully yang baru berusia…

SEREM..!! Puluhan Pelajar SMAN Tebas Kerasukan

Cornelis Pulang ke Rumahnya, Ada Apa?

Ada 4 Pelaku Penganiayaan Nice, Keluarga Ingin Tetap Diproses

BANJIR PARAH..!! Sepeda Motor pun Digotong

TEGAS..!! Kapolda Bilang, Jangan Ada Anggota yang Berkhianat..!!

JANGAN SETRUM IKAN..!! Nekat, Begini Nih Akibatnya

Polisi Minta Jenazah Nice Diotopsi

Acara Puncak Kulminasi Matahari, Bikin Pontianak Mendunia

BAHAYA..!! Sudah 8 Anak Digigit Anjing Rabies

Masuk Konten Porno? Polisi Masih Selidiki
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .