UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 18 Mei 2017 11:39
Modus Mengobati, Pria Ini Raba-Raba Anunya Empat Siswi
PELAKU CABUL. Vinsensius Kresensius Yohanes Duan diperiksa polisi di Mapolres Sekadau, Rabu (17/5). ABDU SYUKRI

PROKAL.CO, SEKADAU- Vinsensius Kresensius Yohanes Duan, 33, warga Desa Sandai, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, kena batunya. Dengan modus pengobatan dengan doa dan terapis, pria ini melakukan pencabulan terhadap 4 korban. Atas laporan korban, Vinsensius pun diamankan polisi.

Pria yang tinggal sementara di Dusun Sunkap, Desa Semadu, Kecamatan Belitang Hilir, Sekadau ini mencabuli tiga siswi kelas 2 SMP dan seorang siswi SMA. Pencabulan terhadap keempat korban itu dilakukan pelaku di rumah R, salah seorang orangtua korban. Korbannya berinisial ER, 14, EE, 14 dan ML, 13. Sedangkan satu korban lagi belum diketahui identitasnya karena belum diperiksa polisi.

“Korban yang terakhir ini, pelajar SLTA. Ia masih berada di kampung. Jadi belum kita panggil,” kata Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu Muhammad Ginting, SH kepada wartawan di markasnya, Rabu (17/5).

Menurut Ginting, kasus pencabulan ini terjadi pada 2 Mei 2017 sekitar pukul 16.00. Waktu itu, ibu salah seorang korban berinisial R memanggil pelaku ke rumah untuk mengobati ke tiga korban. Vinsesnsius memang dikenal sering mengobati warga yang sakit. 

Sesampai di rumah, pelaku kemudian meminta korbannya MY untuk masuk ke kamar. Pelaku kemudian mengunci pintu kamar. “Disitulah pelaku melancarkan aksinya,” ujar Ginting.

Setelah korban pertama keluar, selanjutnya korban kedua EE. Perbuatan yang sama juga dialami korban ketiga, yakni ER. Begitu juga korban berikutnya. Mereka berempat dicabuli secara bergiliran dalam satu hari. “Di kamar, pelaku meremas (meraba) payudara korban. Kemudian jari pelaku dimasukan ke vagina masing-masing korban,” papar Ginting.

Sementara terhadap korban lainnya, pelaku sempat melakukan persetubuhan. “Tapi ini baru sebatas pengakuan pelaku,” tambah Ginting. Anehnya lagi, saat perbuatan itu dilakukan, R orangtua salah satu korban hanya terpaku menunggu di luar kamar. Setelah melakukan aksinya, pelaku pun pulang.

Beberapa hari kemudian, pada 16 Mei, R melaporkan kejadian itu ke Mapolres Sekadau. “Sore itu juga, kita langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku,” imbuh Ginting. Kepada polisi, pelaku mengakui semua perbuatanya. Pelaku mengatakan dirinya memang memiliki kemampuan untuk mengobati orang. “Entah mungkin waktu pengobatan itu, pelaku tergoda,” yakin Ginting.

Saat ini pelaku sudah mendekam di tahanan Mapolres Sekadau. Polisi sudah meminta keterangan saksi dan menyita barang bukti berupa tiga helai baju dan tiga helai celana milik korban. Polisi juga sudah melakukan visum terhadap korban. “Pelaku kita ancam dengan Undang-Undang Perlindungan Anak,” tegas Ginting.

Mantan Kapolsek Sungai Tebelian, Sintang itu mengimbau agar para orangtua untuk mengawasi pergaulan anaknya, agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif. “Saya ingatkan, mari kita para orangtua untuk proaktif mengawasi pergaulan anak-anak kita. Dan lebih berhati-hati terhadap orang di sekitar kita. Apalagi orang yang baru dan belum kita kenal,” sarannya.

Orangtua salah seorang korban, R mengatakan, waktu itu mereka seperti tidak sadar dengan perbuatan pelaku. “Mulut saya seperti terkunci,” kata R kepada polisi.

Ngaku Khilaf

Ditemui Rakyat Kalbar di Mapolres Sekadau, Vinsensius tampak lesu. Dia mengaku menyesal sudah mencabuli siswi SMP dan SMA. “Saya khilaf dan menyesal,” kata Vinsensius. Vinsensius mengatakan, untuk mengelabui korbannya, pelaku mengatakan bahwa di tubuh korban ada hal buruk. Syaraf-syarafnya ada yang rusak dan harus disembuhkan dengan diraba dan dipegang alat vitalnya.

“Waktu awal mau dipegang itu, memang ada yang tidak mau. Tapi saya bilang, untuk pengobatan,” sambung Vinsensius. Entah apa lagi yang dilakukan Vinsensius, ternyata para korbannya manut saja. “Itu saya lakukan di dalam kamar,” ucapnya. Diakuinya, dari keempat korban, tiganya hanya diraba. Hanya seorang korban saja yang disetubuhinya. “Tapi tidak masuk,” katanya.

Terpisah, Pj Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Muhammad Ginting, SH mengatakan, selain keempat korban tersebut, pelaku juga pernah melakukan pengobatan kepada beberapa warga lainnya. Informasi itu didapat polisi saat memeriksa handphone Vinsensius.

“Di handphone-nya ada rekaman SMS dan pengakuan warga yang bisa sembuh setelah diobati pelaku,” kata Ginting. Ginting menambahkan, saat ini jajarannya masih melakukan pengembangan kasus tersebut. “Tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya,” ujarnya. (bdu)


BACA JUGA

Sabtu, 02 Desember 2017 11:23

Mantan Wakil Wali Kota Pontianak Syok Masuk DPO

PONTIANAK- Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan Polsek Pontianak Utara pada 24 November…

Rabu, 29 November 2017 13:05

Polisi Masih Dalami Terduga Teroris di Kalbar

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo, mengatakan, Densus 88 menangkap  dan mengamankan…

Rabu, 29 November 2017 13:02

Ibunda Nurul Hadi Yakin Anaknya Bukan Teroris

SAMBAS- Heboh penangkapan  terduga teroris, Nurul Hadi, oleh Densus 88 Antiteror di Bandara Supadio…

Rabu, 29 November 2017 12:59

BAHAYA..!! Ujung Timur Kalbar Dikepung Banjir

Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini mengakibatkan kawasan ujung timur provinsi Kalimantan Barat…

Rabu, 29 November 2017 12:56

YAELA..!! Mantan Wakil Wali Kota Pontianak jadi DPO Polisi

PONTIANAK- Kabar mengejutkan datang dari Pontianak Utara. Mantan Wakil Wali Kota (Wawako) Pontianak…

Rabu, 29 November 2017 12:11

Operasi Pertama TNI AL di Kalbar, Marinir Serbu Pantai Kura-kura

Ribuan pasukan Korps Marinir melaksanakan latihan operasi pendaratan amfibi di Pantai Kura-kura, Desa…

Sabtu, 25 November 2017 17:18

Warga Pertanyakan Rp15 Ribu untuk Mengubah KK

PONTIANAK- Doris Pardede mempertanyakan penarikan biaya Rp15 ribu oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan…

Selasa, 21 November 2017 11:13

Vijay, Lisa, Mama Laila dan Lili Kembali ke Hutan

PONTIANAK- Empat ekor Orangutan akan dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR),…

Selasa, 21 November 2017 11:12

ADUH..!! Perburuan Hewan Dilindungi Masih Marak

PONTIANAK- Oktober-November 2017, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar menggagalkan upaya…

Rabu, 15 November 2017 16:24

PETI Marak di Sintang, Sungai Kapuas dan Melawi Semakin Tercemar

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sintang semakin marak. Tidak peduli bahaya…

MIRIS..!! Sudah 122 Anak di Sambas Jadi Korban Kekerasan Seksual
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .