UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 17 Mei 2017 14:34
Kepala Perpustakaan Kalbar "Sirik" dengan Warung Kopi, Ada Apa…?

Sedih Warung Kopi Lebih Ramai dari Perpustakaan

BACALAH. Sejumlah bocah mengisi libur ujian nasional dengan mengunjungi rumah baca di taman Akcaya Pontianak, Selasa (16/5) siang. IMAN SANTOSA

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kepala Unit Pelayanan Perpustakaan Provinsi Kalbar, Untad Dharmawan gondok dan sirik berat dengan warung kopi. Apa pasal? Ternyata, warung kopi lebih ramai dikunjungi warga atau mahasiswa daripada perpustakaannya. “Saya sirik betul, kenapa warung kopi lebih ramai dan perpustakaan sepi,” kata dia seperti dikutip Rakyat Kalbar.

Yang pasti, dia menyayangkan banyak mahasiswa lebih memilih nongkrong di warung kopi daripada mengunjungi perpustakaan atau rumah baca. Padahal, kata dia, di era penuh persaingan ini membutuhkan masyarakat yang cerdas, kreatif, dan inovatif. Untuk mewujudkan itu, kata Kepala Unit Pelayanan Perpustakaan Provinsi Kalbar, Untad Dharmawan, masyarakat diharapkan memiliki minat baca buku yang tinggi.

Menurut dia, di sini pemerintah juga harus berperan. Terlepas dari keterbatasan yang ada, setidaknya mendekatkan buku kepada masyarakat.  “Dibandingkan dengan provnisi yang ada di Kalimantan, kita rendah (minat baca,red). Di Indonesia (peringkat) pun rendah," bebernya ditemui Rakyat Kalbar di ruang kerjanya, Selasa (16/5).

Salah satu yang menyebabkan kurangnya minat baca, diterangkannya, adalah masyarakat lebih mengutamakan budaya verbal daripada literasi. Untad mengakui, mengubah kebiasaan tersebut tidak mudah. Sehingga yang perlu dilakukan saat ini bagaimana menanamkan minat membaca pada anak usia dini. TK dan SD.

"Harus dimulai dari keluarga, pada usia itu jika sudah disiapkan setelah lulus SD, dia akan memiliki wawasan yang luas dan dia juga akan terbiasa membaca buku," ucapnya. Sambung dia, “Nah, upaya untuk mengubah kebiasaan masyarakat agar memiliki minat baca yang tinggi dengan mendekatkan buku ke ruang publik”.

Perpustakaan milik Pemprov Kalbar terletak di Jalan Letjen Sutoyo, Pontianak Selatan. Pelayanan terbagi atas layanan umum, ruang referensi, dan layanan anak.  Dijelaskan Untad, dia tidak begitu percaya bahwa minat baca masyarakat Kalbar itu rendah. Setelah dilakukan  pembenahan, seperti memenuhi kebutuhan buku serta fasilitas yang ada, perpustakaan itu selalu banyak pengunjung. "Buktinya sekarang kami kewalahan dengan jumlah pengunjung,” tukasnya.

Hanya saja, ia mengakui, sebagian besar pengunjung adalah mahasiswa yang rata-rata datang karena ada tugas kuliah. "Bukan karena membaca sebagai kebutuhan sehari-hari. Tapi itupun, kita harus bersyukur," ujar Untad.

Walaupun banyak yang menyebut minat baca masyarakat Indonesia rendah, sebagaimana yang pernah disurvei pada 2011 oleh United Nation Development Program (UNDP) (sebuah badan PBB yang mengurusi pembangunan dunia) pada tahun 2011 silam, Duta Baca Kalbar, Fadhil Mahdi tak sepenuhnya setuju. Ia menilai telah banyak peningkatan dalam minat membaca masyarakat Indonesia khususnya Kalbar.

“Buktinya banyak bermunculan gerakan-gerakan independen berupa komunitas, LSM, dan lain sebagainya yang peduli dengan kampanye membaca,” ujarnya pada awak koran ini, selasa (16/5).

Fadhil mencontohkan misalnya di Pontianak ada sejumlah komunitas yang aktif mengkampanyekan untuk meningkatkan minat baca. “Seperti ada perpustakaan AB (Aku Belajar), gerakan Kalbar Membaca, Forum Indonesia Menulis, Sahabat Buku, GEMA Indonesia dan masih banyak lagi,” tuturnya. 

Fadhil juga menyebut kehadiran rumah baca di sejumlah taman kota yang diresmikan oleh pemkot membuat peningkatan ketertarikan masyarakat untuk membaca.  “Sejak ada itu, taman bacaan seperti naik kasta padahal sebelumnya taman bacaan sudah ada di Pontianak baik itu di kecamatan ataupun swadaya dari masyarakat,” tukas penggagas program Reading Challange ini, sebuah program yang menantang masyarakat untuk terbiasa membaca.

Karenanya ia menilai perlunya ada publikasi yang lebih masif tentang kegiatan literasi dan kampanye agar membaca menjadi sesuatu yang menyenangkan. “Saya kira butuh propaganda bersama kalau buku itu sahabat, dan semua orang butuh buku dan butuh membaca,” ujarnya. “Ndak ada sebenarnya orang yang ndak suka baca, kalau ada berarti dia itu belum nemukan buku yang tepat untuk dirinya,” pungkas Fadhil.

Sementara itu, dari 19.088 orang pengunjung Perpustakaan Kota Pontianak di Jalan Alianyang pada 2015, jumlah pelajar (SD, SMP, dan SMA) yang kesana hanya 5.685 orang. Pada 2016, pengunjung meningkat menjadi 25.010 orang. Sebanyak 6.060 merupakan pelajar.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Perpustakaan Kota Pontianak, Dwi Suryanto. Kata dia, bertambahnya minat baca itu karena ada jumlah koleksi buku dan penambahan waktu kunjungan.

"Buku yang disediakan juga bertambah, waktu juga bertambah, sehinga peluang untuk datang membaca lebih luas," tutur Dwi. Selain itu, ia menyebutkan, di Kota Pontianak ada tujuh rumah baca statis (enam rumah baca plus satu perpustakaan) dan empat perpustakaan bergerak (mobile) yang menjangkau ke wilayah yang belum memiliki rumah baca.

Hal itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendongkrak minat baca. "Dengan tersedianya buku itu juga mendekatkan kepada mereka (pembaca)," ucapnya. (Ambrosius Junius, Iman Santosa/rk)


BACA JUGA

Selasa, 27 Juni 2017 14:12

Peringati Tragedi Mandor, Ayooo Pasang Bendera Setengah Tiang

NGABANG- Pemprov Kalbar mengimbau masyarakat setempat memasang bendera setengah tiang pada 28 Juni 2017…

Jumat, 23 Juni 2017 10:50

Jangan Pilih Calon yang Gunakan Isu SARA

 PONTIANAK- Isu SARA kerap digunakan dalam politik. Nah, inilah yang dikhawatirkan banyak pihak…

Kamis, 22 Juni 2017 10:03

Konflik SARA di Ketungau Tengah Tak Benar

SINTANG- Isu konflik SARA di Kecamatan Ketungau Tengah tepatnya di Dusun Mungguk Payan, dipastikan tidak…

Rabu, 21 Juni 2017 12:08

BIKIN HEBOH...!! Diduga Menistakan Agama, Warga Bengkayang Diciduk

BENGKAYANG- Hendra alias Yang He Chai ini memang tak pernah belajar. Sudah banyak kasus penistaan agama…

Rabu, 21 Juni 2017 12:03

Makan Rebung Campur Ampas Tuak, Satu Keluarga Keracunan, Dua Tewas

SEKADAU- Karena memakan sayur rebung yang dicampur dengan ampas tuak, satu keluarga di RT Nyauk, Dusun…

Rabu, 21 Juni 2017 11:58

14 Hari, 570 Prajurit Digembleng di Gunung, Hutan, Rawa dan Laut

PUTUSSIBAU- Guna memelihara kemampuan prajurit, sebanyak 570 anggota Batalyon Infanteri Raider Khusus…

Rabu, 21 Juni 2017 11:29

CILAKA INI..!! Penyebaran Rabies di Kalbar Semakin Meluas

PONTIANAK- Kalbar waspada dengan rabies. Ya, penyebaran rabies semakin meluas di Provinsi Kalbar. Paska…

Selasa, 20 Juni 2017 10:18

CAKEP..!! Sanggau Ekspor Beras ke Malaysia, Target Kuasai Tetangga

SANGGAU- Hebat, akhirnya Kabupaten Sanggau bisa swasembada beras. Bahkan jika tak ada halangan, 21 Oktober…

Minggu, 18 Juni 2017 16:36

MENGEJUTKAN..!! Pilgub Kalbar 2018 Berpotensi Mirip Pilgub DKI 2017

PONTIANAK- Hasil riset Media Survei Nasional (Median) menyajikan sedikit gambaran awal situasi politik…

Minggu, 18 Juni 2017 14:20

Survey Pilgub Kalbar, Karolin Terpopuler, Elektabilitas Midji Tertinggi

Pemilihan Gubernur Kalbar dilaksanakan 2018. Nah, saat ini sudah mulai ada beberapa nama yang dijagokan…

Makan Rebung Campur Ampas Tuak, Satu Keluarga Keracunan, Dua Tewas

Konflik SARA di Ketungau Tengah Tak Benar

Jangan Pilih Calon yang Gunakan Isu SARA

BIKIN HEBOH...!! Diduga Menistakan Agama, Warga Bengkayang Diciduk

14 Hari, 570 Prajurit Digembleng di Gunung, Hutan, Rawa dan Laut

CILAKA INI..!! Penyebaran Rabies di Kalbar Semakin Meluas

Peringati Tragedi Mandor, Ayooo Pasang Bendera Setengah Tiang
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .