UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 17 Mei 2017 13:27
Kesal Karena Ngomel-Ngomel, Istri Dilempar Balok Hingga Tewas

Sempat Tidur di Samping Mayat Istrinya

REKONSTRUKSI. Kindik memperagakan cara dia membunuh istrinya di aula Tunggal Panaluan Polres Bengkayang, Selasa (16/5). KURNADI

PROKAL.CO, BENGKAYANG- Tak tahan karena omelan dan perkataan istrinya, Kindik (61) pun naik pitam dan membunuh istrinya sendiri Babo (57) dengan balok. Ya, balok itu dihantamkan ke tubuh Babo berkali-kali. Nah, aksi pembunuhan itu direkonstruksi di Polres Bengkayang, Kalbar, Selasa (16/5) pukul 10.00.

Untuk diketahui, Kindik membunuh Babo pada Kamis 20 April 2017 pukul 18.00 di kediamannya di Dusun Buah Ratas, Desa Kiung, Suti Semarang, Bengkayang. Rekonstruksi berlangsung selama 45 menit. Dalam rekonstruksi Kindik memperagakan delapan adegan cara dia membunuh istrinya. Pengganti korban adalah Bripda Nita, Polwan Polres Bengkayang.

Rekonstruksi disaksikan Kasat Reskrim AKP Novrial Akberty Kombo, SIK, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bakti Suryantoro, SH dan Sri Ambar Prasongko, SH serta Dokter Puskesmas Suti Semarang. Sedangkan pengacara tersangka yang ditunjuk Polres Bengkayang, Zakarias, SH berhalangan hadir.

Kasus ini disaksikan tiga anak korban dan pelaku, Dendi Tata, Dendi Kurus dan Rano juga tetangganya, Gangguk. Saksi lainnya, Rian Dwi Setiawan (anggota Polsek Suti Semarang) dan Dokter PTT Puskesmas Suti Semarang, dr. Alfred.

Kamis 20 April lalu, Babo, Kindik dan kedua anaknya pulang dari ladang. Setibanya di rumah, Kindik duduk bersandar di dapur. Kemudian Babo menyuruh suaminya memasak nasi dan sayur, karena dia belum masak. Sedangkan Babo dan kedua anaknya pergi mandi ke sungai.

Sepulang dari sungai, ternyata Kindik belum memasak nasi dan sayur untuk istri dan anak-anaknya. Babo pun marah dan mengeluarkan kata-kata kasar di hadapan suaminya. Kemudian Babo mengambil pisau dan memotong terong untuk disayur serta memasak nasi. Dia memasak sambil ngomel dan memaki-maki suaminya. Bahkan Babo mengatakan, jika memakan sayur dan nasi yang dia masak, maka suaminya akan mati.

Mendengar ucapan istrinya itu, Kindik pun naik darah. Dia melihat sepotong balok belian di dekatnya. Kemudian mengambil balok kayu belian berukuran 4 x 6 cm sepanjang 25 Cm itu dan melemparnya ke arah Babo. Kayu tersebut mengenai rusuk kiri istrinya.

Babo langsung berteriak anam…anam...anam (sakit…sakit...sakit dalam bahasa Dayak Bakati, red). Kemudian Babo menyuruh anak dan seorang tetangganya yang kebetulan berada di rumahnya untuk mengurut rusuk kirinya. Sambil diurut, korban didudukkan karena kondisinya sudah lemah. Tak kuat menahan sakit, Babo pun pingsan. Tak lama kemudian dia meninggal.

Melihat istrinya sudah tidak bernyawa, Kindik berbaring di dekat mayatnya. Kemudian dia tertidur. Sementara anaknya panik melihat ibunya sudah tak bernyawa.

Kindik sadar dari tidurnya, setelah dibangunkan warga Desa Kiung yang sudah berdatangan ke rumahnya. Salah seorang warga melaporkan kejadian itu kepada Rian Dwi Setiawan anggota Polsek Suti Semarang. Kemudian Rian membawa Kindik ke Mapolsek Suti Semarang bersama balok kayu belian sebagai barang bukti. Dia juga menyita celana panjang motif bunga warna pink milik Kindik dan rok pendek warna pink milik istrinya. Kindik dijerat pasal 338 KUHP dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan dan Penganiayaan.

“Dalam rangka melengkapi berkas perkara, kami melakukan rekonstruksi pembunuhan suami terhadap istrinya ini,” kata Kapolres Bengkayang AKBP Bambang Irawan, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Novrial Alberty Kombo, SIK kepada Rakyat Kalbar, Selasa (16/5).

Dokter PTT Puskesmas Suti Semarang dr. Alfred mengatakan, berdasarkan pemeriksaannya di rumah tersangka saat itu, Babo menderita memar di kepala hingga kaki. Selain itu dada dan rusuk kirinya juga memar akibat benturan benda tumpul. “Korban kita periksa setelah 12 jam meninggal dunia,” katanya.

Diduga penyebab kematian Babo karena patah tulang iga dan robek organ pital dalam tubuhnya, seperti jantung, paru-paru kiri dan limpa. Itu semua disebabkan benturan benda tumpul hingga mengakibatkan pendarahan di dalam organ tubuhnya. Apalagi korban sudah lanjut usia dengan umur 57 tahun, sudah tidak mampu menahan kekuatan lemparan kayu balok dari tersangka hingga dia meninggal dunia.   “Untuk lebih jelasnya lagi penyebab kematian korban, harus melalui otopsi atau bedah,” jelas Alfred. (kur)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 11:11

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

KUBU RAYA- Mengantisipasi penyakit pernafasan yang diakibatkan kabut asap yang semakin tebal di wilayah…

Rabu, 21 Februari 2018 11:08

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

JAKARTA- Kalbar menjadi satu daerah di Indonesia yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2018. Selain…

Rabu, 21 Februari 2018 11:06

DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

PONTIANAK- Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengakibatkan kabut asap. Langkah tegas pun…

Senin, 19 Februari 2018 11:37

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

 Di Kabupaten Kubu Raya, Karhutla sudah berlangsung selama satu minggu di beberapa titik. Petugas…

Senin, 19 Februari 2018 11:36

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

MEMPAWAH- Darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belakangan ini diperparah dengan tak adanya hujan.…

Senin, 19 Februari 2018 11:32

Pilgub Kalbar Harus Damai

PONTIANAK- Sesuai dengan instruksi KPU RI, seluruh penyelenggara Pemilu tingkat provinsi yang melaksanakan…

Senin, 19 Februari 2018 11:29

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

BOYAN TANJUNG - Sekitar dua pekan yang lalu, warga Dusun Karang Raya, Desa Boyan Tanjung, Kecamatan…

Senin, 19 Februari 2018 11:25

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

PONTIANAK- Pembangunan di Kalbar untuk sektor pariwisata berikut promosinya hanya sebuah kesia-siaan…

Selasa, 13 Februari 2018 10:32

MODUSSS..!! Tawarkan Tumpangan, Tukang Ojek “Coblos" Anak Bawah Umur di Hutan

SINGKAWANG- Anak bawah umur kembali menjadi korban kekerasan seksual. Sebut saja nama korban, Melati.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:22

Dituding Babat Kayu di Taman Nasional, Empat Orang Ditangkap

PUTUSSIBAU-. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun-Danau Sentarum (BBTNBKDS) menangkap empat warga.…

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

Pilgub Kalbar Harus Damai

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .