UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 16 Mei 2017 10:20
Buaya di Sungai Mempawah Kembali Beringas

Warga Tak Berani Mandi di Sungai

DISAMBAR. Jastin, bocah enam tahun menderita luka robek di dada dan pipinya karena disambar buaya di Sungai Mempawah, Minggu (14/5). ARI SANDY

PROKAL.CO, Sudah lama dikenal bahwa sungai Mempawah dihuni buaya. Nah, kini monster melata itu kembali menyerang warga. Ahad (14/5) lalu, dua warga nyaris jadi santapan buaya sungai Mempawah.

 

Ary Sandi, Mempawah

 

Kali ini binatang carnivora itu nyaris membunuh dan memakan warga Jalan Boyan, RT 004/RW 003, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur.  Seekor buaya berukuran besar menyambar seorang ibu dan anak laki-lakinya ketika mandi di stagher Masjid Nurul Islam tak jauh dari rumah korban, Minggu sore.

Korban bernama Jastin dan ibu serta neneknya, saat itu hendak pergi mandi sore di stagher Masjid Nurul Islam. “Saat sedang mandi di pinggiran sungai tersebut, tiba-tiba seekor buaya besar menyerang Jastin yang berada di posisi ujung stagher,” ungkap Kapolres Mempawah AKBP Dedi Agustono, SIK melalui Paur Humas Ipda Imam Widhiatmoko.

Ibu dan neneknya panik melihat buaya menyerang Jastin. Mereka langsung menarik tangan bocah tersebut untuk melarikan diri dari pinggir Sungai Mempawah. “Jastin menderita luka robek di tangan dan dada kanannya. Bahkan pipi kanannya juga luka. Beruntung korban tidak menderita cidera berat,” jelas Imam.

Imam mengimbau warga yang bermukim di pinggiran sungai untuk tidak mandi di bibir sungai. Apalagi Sungai Mempawah sudah tidak aman. Serangan buaya sangat membahayakan dan bukan baru kali ini menyerang warga.

 “Kalau bisa, kita menyarankan warga menyedot air sungai atau ditampung saja dalam drum atau wadah lainnya. Mandinya di darat saja, agar buaya-buaya tak dapat menggapai,” tegas Imam.

Nasib serupa juga dialami Sumi, warga Jalan Boyan RT 26/RW 8. Saat itu dia sedang mandi pagi di tangga kayu pinggir sungai dekat rumahnya, Senin (15/5). Dia tak menyangka, buaya di Sungai Mempawah kembali menyerang warga.

 “Pagi itu sekitar jam 6 kurang, saya sedang mandi di pinggir sungai. Pada saat itu posisi saya membelakangi sungai. Pada saat saya mandi, tiba-tiba buaya itu muncul dari arah belakang dan menyambar betis saya,” ungkap Sumi yang mengaku masih trauma.

Sumi mengaku, buaya berukuran besar itu menggigit betisnya dan berusaha menyeret dirinya ke tengah sungai. Dia berusaha bertahan dengan memegang tali yang diikat di tangga tempatnya mandi. “Saking kuatnya tarikan, saya menahan tali itu sekuat tenaga hingga kayu tangga itu sampai patah. Kalau saya lepaskan tali pegangan saya, mungkin saya terbawa ke tengah sungai,” ucapnya.

Setelah berusaha bertahan dengan pegangan tali, akhirnya buaya melepaskan gigitannya dan betis Sumi luka robek. Buaya tersebut berenang ke tengah sungai dan menghilang.   “Saya beruntung karena masih bisa menyalamatkan diri walaupun dengan betis belakang robek. Saat itu saya ditolong keluarga yang mau keluar rumah mencari sarapan. Keluarga saya itu menarik saya dari sungai ke daratan,” jelas Sumi yang betisnya masih dililiti perban.

Timpal dia “saya tidak berani lagi mandi di sungai, biarlah air ditampung saja di tempat penampungan,” tutup Sumi.

Tokoh masyarakat Mempawah, Usman mengaku sudah lama warga mengetahui Sungai Mempawah banyak buayanya. Sudah tidak heran melihat buaya berenang hilir mudik ke sana kemari di Sungai Mempawah. Hanya saja tidak pernah mengganggu. “Entah apa penyebabnya, sekarang buaya jadi beringas,” herannya.

Meskipun banyak buaya, sejak dulu masyarakat pesisir sungai mandi di sungai. Karena penghuni sungai itu tidak pernah mengganggu manusia. “Sekarang kami jadi khawatir beraktivitas di pinggir sungai. Saya juga melarang anak-anak saya mandi di sungai lagi,” tegas Usman. (*)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 11:37

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

 Di Kabupaten Kubu Raya, Karhutla sudah berlangsung selama satu minggu di beberapa titik. Petugas…

Senin, 19 Februari 2018 11:36

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

MEMPAWAH- Darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belakangan ini diperparah dengan tak adanya hujan.…

Senin, 19 Februari 2018 11:32

Pilgub Kalbar Harus Damai

PONTIANAK- Sesuai dengan instruksi KPU RI, seluruh penyelenggara Pemilu tingkat provinsi yang melaksanakan…

Selasa, 13 Februari 2018 10:32

MODUSSS..!! Tawarkan Tumpangan, Tukang Ojek “Coblos" Anak Bawah Umur di Hutan

SINGKAWANG- Anak bawah umur kembali menjadi korban kekerasan seksual. Sebut saja nama korban, Melati.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:22

Dituding Babat Kayu di Taman Nasional, Empat Orang Ditangkap

PUTUSSIBAU-. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun-Danau Sentarum (BBTNBKDS) menangkap empat warga.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:10

Sah.! Pilkada Sanggau 2018 Diikuti Dua Paslon

SANGGAU- KPU Sanggau menggelar rapat pleno terbuka pengumuman hasil penetapan pasangan calon Bupati…

Selasa, 13 Februari 2018 10:06

RESMI..!! Tiga Pasang Calon Berebut Kursi Gubernur Kalbar

PONTIANAK- Tiga pasangan ditetapkan sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar 2018. Seluruh pasangan…

Jumat, 09 Februari 2018 11:13
Sudah Diintai Selama Sebulan

OTT Kepala BPN Sanggau, Minta Uang di Luar Ketentuan

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sanggau Victor Simanjuntak (VS) yang ditetapkan sebagai…

Jumat, 09 Februari 2018 11:08
Ribuan Personel TNI Gelar Pasukan Amankan Pilkada

TEGAS..!! Jika Ada yang Macam-Macam saat Pilkada, Begini Kata Pangdam

PONTIANAK- Personel TNI siap mengamankan Pilkada 2018 di Kalbar. Kesiapan ini ditandai dengan ribuan…

Jumat, 09 Februari 2018 10:54
Soal Bakal Dipotongnya Gaji ASN Muslim 2,5 Persen untuk Zakat

Midji: Apa Sudah Cukup Nisabnya?

PONTIANAK- Pemerintah mewacanakan pemotongan gaji untuk zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama…

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

Pilgub Kalbar Harus Damai

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .