UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 16 Mei 2017 10:06
Ditolak, 1.000 Lilin Tak Sempat Menyala, Aksi Bubar Total
BATAL NYALAKAN LILIN. Rencana menyalakan seribu lilin di Bundaran Digulis Untan, Pontianak, batal total lantaran keberatan sekelompok masyarakat yang datang dan menolak aksi tersebut, Minggu (14/5). Achmad Mundzirin- Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, Sempat tegang. Akhirnya aksi membakar lilin itu batal total. Belum lagi sore jatuh ke senja, rencana aksi seribu lilin yang sudah matang direncanakan jadi berantakan. Ratusan massa aksi berkostum merah yang sudah siap membawa lilin di Taman Digulis Untan batal dinyalakan, lantaran sekelompok masyarakat mendadak datang dan menolak, Minggu (14/5).

 

Achmad Mundzirin, Iman Santosa (Pontianak), Kurnadi (Bengkayang)

 

Pasukan Polri-TNI yang sudah siaga melakukan pengamanan dengan kekuatan penuh, bertindak sigap menguasai situasi yang menegang. Padahal, aksi yang akan dimulai pukul 16.00 diperkirakan akan seru dan dipastikan jalanan macet. Namun, datang sekitar 20-an pemuda mempertanyakan tujuan aksi.

Mereka bersitegang. Akhirnya aparat kepolisian meminta komunitas warga mundur dan situasi berhasil diredam. Pukul 17.11, aksi kembali dimulai. Tidak dengan menyalakan lilin, hanya berdoa disambung dengan menyanyikan “Indonesia Raya”. Atraksi ini disebut oleh pesertanya dengan sebutan Aksi Untuk NKRI.

Usai nyanyi, aparat polisi dan TNI pun meminta mereka bubar, alasannya, tidak boleh ada aksi sampai malam sesuai Perkap Nomor 9 Tahun 2008 pada pasal 6 ayat. Waktu yang dibolehkan untuk beraksi di muka umum hanya boleh dari pukul 06.00 hingga pukul 18.00.

Untungnya ketegangan yang terus meningkat antara kelompok penyala lilin dengan 20-an warga penolak tidak sempat terjadi benturan fisik. Semua berakhir dengan aman dan mereka pun membubarkan diri.  Sebelum pukul 16.00 sejumlah atribut peserta aksi lilin diamankan polisi, dimasukkan ke mobil patroli. Namun langkah itu dibantah pihak kepolisian, yang mengaku tidak ada atribut peserta aksi yang diamankan.

"Tidak ada," kata Kabag OPS Polresta Pontianak Kompol Jovan R Sumual, kepada sejumlah wartawan di Bundaran Digulis Untan Pontianak, Minggu (14/5). Virus aksi karangan bunga, balon, dan disusul menyalakan lilin oleh para peserta aksi bertujuan untuk solidaritas terhadap Ahok yang divonis hakim dua tahun penjara dalam kasus penistaan agama, juga dibantah oleh Kabag Ops.

"Ini kegiatan masyarakat. Informasinya itu pengibaran bendera dan menyanyikan lagu nasional, serta solidaritas untuk NKRI, ini kita lihat dari selebaran yang ada," dalih Jovan. "Apapun kegiatan perkumpulan masyarakat, pasti kita amankan. Termasuk ini," sambung dia.

Berkaitan dengan ada tidaknya pemberitahuan, ada izin atau tidaknya kegiatan itu, Jovan menyatakan akan mengecek fungsi Intel Polresta Pontianak. "Nanti saya tanyakan dulu ke Intel," ujar mantan Kasat Lantas Polresta Pontianak itu.

Ternyata, konfirmasi ke pihak intelijen Polresta Pontianak di Bundaran Untan, bahwa kepolisian tidak ada mengeluarkan izin unjukrasa pada hari Minggu (14/5) untuk lokasi Digulis Untan Pontianak tersebut. Karena ratusan massa sudah berkumpul, Jovan tidak langsung membubarkan mereka yang sempat berdoa dan bernyanyi itu.

Ia memilih untuk menegaskan batas waktu. Jika lewat dari pukul 17.30 massa tidak bubarkan diri atau selesai, aksi itu akan dibubarkan. "Lewat dari batas waktu tentu akan dibubarkan, karena ini sudah diatur oleh UU," tegasnya.  Jovan pun mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak terprovokasi. Katanya, masyarakat yang bersuku dan berbangsa di Kota Pontianak merupakan sesama warga negara Indonesia. "Kita Polri dan TNI ada di barisan terdepan untuk menjaga atau melakukan pengamanan, agar suasana tetap kondusif," imbaunya.

DIBUBARKAN POLISI

Setelah aksi bakal menyalakan lilin untuk bersimpati kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dibubarkan polisi, ternyata ada lagi kelompok yang mau coba-coba seusai waktu magrib. Sebagian massa mencoba bertahan, ditambah yang terus berdatangan dengan rencana aksi menyalakan lilin. Berlangsung hingga pukul 19.00.

Khawatir kelompok masyarakat lainnya juga bereaksi dengan massa yang bertambah pula, polisi dan TNI akhirnya membubarkan paksa. Mereka bersikeras bertahan di sekitar lokasi. Kendaraan taktis Polda Kalbar berupa water cannon bergerak untuk menembakkan air membuat massa yang tersisa bubar tunggang langgang dari Taman Digulis. 

Massa terdesak ke lapangan parkir taman dan halaman kantin Untan. Aparat keamanan terus menghalau massa yang masih coba berada di lokasi dan menyuruh mereka semua pulang. Massa akhirnya menurut dan memilih membubarkan diri. Bundaran Untan yang berada di jalan utama Pontianak pun mengalami kemacetan karena menjadi tontonan warga sekitar.

Kawasan pun kembali disterilkan dari aksi. Massa yang baru datang untuk mengikuti aksi juga dihalau. Polisi kemudian menutup areal parkir Taman Digulis dan jogging track. Sebuah mobil polisi memblokade jalan masuk ke areal parkir. Setiap orang yang hendak masuk dihalau oleh anggota kepolisian yang berjaga.

 “Malam ini Taman Digulis ndak buka,” ujar anggota kepolisian yang berjaga dari orang-orang yang hendak berbelok ke halaman parkir.  Joko, salah seorang saksi yang berada tak jauh dari lokasi menyebut bahwa aksi 1000 lilin memang telah dibubarkan dari sore. “Ini masih ada yang ngeyel sama dengan ada yang mungkin baru datang,” ujarnya.

Ia menyebut sore tadi memang sempat datang beberapa orang yang menolak pelaksanaan aksi tersebut. Namun tidak sampai terjadi bentrok fisik dari kedua massa.   “Tadi sih polisi pun ndak izinkan aksi 1000 lilinnya, jadi disuruh bubar,” kisahnya.

Sementara itu, Untung Sidupa, dari Komunitas Aksi 1000 Lilin, mengatakan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk merawat NKRI. "Dan doa bersama itu saja dan nyanyi tadi," ungkapnya.

Perihal rencana aksi yang akan menyalakan lilin, Untung membenarkannya, namun karena ada keberatan dari sejumlah pihak, akhirnya dibatalkan. "Tujuannya merawat NKRI itu saja," dalihnya.

Sampai lepas magrib, anggota polisi dan TNI serta sejumlah alat berat masih siaga di taman dan sejumlah titik disekitarnya. Menjelang pukul 19.00 sudah hampir tak ada lagi kerumunan massa aksi yang tersisa di lokasi. Barulah  kepolisian dan TNI mulai mengendorkan pengamanan di lokasi dan sekitarnya.  (*)


BACA JUGA

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:26

Kabut Asap Tebal Mulai Makan Korban

KUBU RAYA - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalbar mulai menelan korban. Beberapa Puskesmas…

Kamis, 27 Juli 2017 19:01

HIII HOROR..!! Kepala Pecah Kejepit, Sempat Ngga Ada yang Tahu

Maut tak berbau. Inilah yang dialami Zainuddin. Warga Kedamin Hulu ini tewas terjepit bak dump truck…

Kamis, 27 Juli 2017 18:53

Begini Nih Susahnya Mengevakuasi Pemuda Stress yang Suka Bikin Ulah

PONTIANAK- Seorang pria yang diduga gangguan jiwa alias gila, diamankan oleh aparat, pekan lalu. Pemuda…

Rabu, 19 Juli 2017 12:04

Resmi Jadi Sultan Pontianak, Ini Tekad Syarif Machmud Melvin Alkadrie

Syarif Machmud Melvin Alkadrie resmi disapa Sultan. Sabtu (15/7), seluruh proses penobatan telah dijalaninya.…

Rabu, 19 Juli 2017 08:47

Ini Dia Sosok Sultan Pontianak ke IX

Syarif Machmud Melvin Alkadrie akhirnya resmi menjadi sultan Pontianak ke IX. Prosesi penobatan dilaksanakan…

Selasa, 11 Juli 2017 10:25

ALAMAK..!! Baru Kenalan, Pacaran Tiga Hari, Pelajar SMP “Dicoblos”

PONTIANAK- Pergaulan bebas yang melanda anak muda Indonesia kian mengkhawatirkan. Seperti yang dilakukan…

Selasa, 11 Juli 2017 10:18

Angin Kencang Robohkan Tujuh Rumah di Pontianak

SABTU (8/7) lalu, Pontianak dilanda hujan dan angin kencang. Akibatnya, tujuh rumah di Pontianak roboh.…

Sabtu, 08 Juli 2017 12:56

Lagi Asyik Joging, Pemuda Ini Ditampar Satpol PP

Menegakkan aturan sah-sah saja, tapi tak perlu rasanya bertindak arogan. Apalagi, kalau sampai main…

Senin, 03 Juli 2017 14:00

Polisi Banyak Amankan Senjata Tajam dari Penumpang

 Dari segi pengamanan, sejak sebelum lebaran hingga pasca lebaran, Kepolisian Daerah Kalbar selalu…

Senin, 03 Juli 2017 13:55

ARRGGHH..!! Pelayanan Pelabuhan Dwikora Kurang Memuaskan

PONTIANAK- Pelayanan pelabuhan Dwikora Pontianak jauh dari kata memuaskan. Hal ini terungkap saat pemantauan…

Pasutri Dijambret, Terpelanting dari Motor
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .