UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 09 Mei 2017 12:40
Belasan Helikopter "Serbu" Natuna, Ada Apa?

PROKAL.CO, PONTIANAK-  Tujuh helikopter menderu-deru di Pangkalan Udara Supadio, Pontianak Ahad (7/5) pagi itu. Heli itu berasal dari Pangkalan Pondok Cabe, Jakarta. Ada apa heli itu ke Pontianak? Ternyata heli itu adalah bagian dari armada yang akan turun dalam latihan PPRC, latihan tiga matra TNI.

“Untuk angkatan udara sendiri akan melibatkan pesawat Hercules, pesawat tempur Hawk, pesawat F-16 dan pasukan Den Bravo Paskhas TNI-AU,” kata Komandan Pangkalan Udara Supadio Marsma TNI Triwibowo Minggit pada Pontianak Post, Minggu (7/5).

Untuk diketahui helikopter-helikopter itu merupakan bagian dari 14 helikopter TNI-AD yang akan diterjunkan dalam latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Kepulauan Natuna dalam waktu dekat. Helikopter tersebut terdiri dari berbagai jenis. Misalnya, Heli Bell, Bolco, dan MI 35.

Selain itu, ada sejumlah pesawat CN TNI-AU yang menerjunkan pasukan di tempat latihan. Sementara pesawat tempur akan melakukan Serangan Udara Langsung (SUL) dan Bantuan Tembakan Udara (BTU).

Menurut Minggit, Lanud Supadio akan menjadi pangkalan pendukung latihan. Lanud Supadio sendiri akan mengirim satu flight Hawk ke Natuna yang terdiri dari enam hingga delapan pesawat. Dalam latihan, tim ini bertugas melaksanakan serangan udara langsung ke pihak musuh.

Sementara itu, ratusan personel PPRC akan diterjunkan menggunakan pesawat. Mereka bertugas menguasai satu daerah. Selain dari udara dan darat, pasukan juga akan diturunkan lewat jalur laut.

Mereka memiliki kualifikasi khusus. Misalnya, bisa melaksanakan infiltrasi. Setelah daerah dikuasai, baru pasukan lain menyusul masuk.

“Pesawat Hawk akan memberikan bantuan tembakan udara. Kalau ada pasukan lawan yang mengganggu, itu maka pesawat kita yang akan menggempur pasukan musuh. Sehingga pasukan bisa menguasai titik itu yang ditentukan,” jelasnya. Kepulauan Natuna dipilih sebagai lokasi latihan karena merupakan kawasan terdepan yang sangat strategis.

Wilayah ini berbatasan langsung dengan Laut China Selatan. “Presiden Jokowi meminta agar kawasan terdepan diperkuat. Di sana tidak hanya dibangun landasan, tetapi berbagai infrastruktur pendukung. Ini untuk memperkuat kawasan terdepan kita,” katanya. (her)


BACA JUGA

Senin, 14 Agustus 2017 11:16

ALAMAK BAHAYA ..!! Kasus Rabies di Kapuas Hulu Cenderung Meningkat

PUTUSSIBAU –Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) jenis anjing di Kapuas Hulu masih tinggi…

Senin, 14 Agustus 2017 11:08

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Pembakar Hutan dan Lahan Sulit Terjamah Hukum

PONTIANAK- Delapan provinsi menjadi focus perhatian pemerintah dalam hal pengendalian kasus kebakaran…

Senin, 07 Agustus 2017 12:51

Bawa 17 Kg Sabu, Pria Ini Meregang Nyawa Ditembak

BENGKAYANG- Satu pria pembawa sabu yang berasal dari Malaysia, tersungkur tewas didor petugas BNN. Kabarnya…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:43

WUIHH..!! Gara-Gara Ini, Gubernur Kalbar Mau Main Tonjok

PONTIANAK – Gubernur Kalbarm, Cornelis naik pitam. Ini tak lain karena pernyataan Wakil Ketua…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:34

Kebakaran Hutan dan Lahan Makin Parah, Ini Kata Gubernur Cornelis

PONTIANAK- Gubernur Drs. Cornelis, MH menegaskan, pemerintah serius menanggulangi pembakaran hutan dan…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:22

Miliki 39 Batang Pohon Ganja untuk Selamatkan Istri, Pria Ini Dipenjara dan Bayar Denda Rp 1 Miliar

Akhirnya, Pengadilan Negeri (PN) Sanggau, Kalbar, memvonis pemilik 39 batang pohon ganja, Fidelis Ari,…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:13

Lima Warganya Tewas, Pemerintah Sarawak Malaysia Khawatir Rabies

KUCHING- Rabies yang menggila di Kalbar, rupanya juga menjangkiti Sarawak, Malaysia. Ya, Pemerintah…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:06

WARNING..!! Sudah Terdeteksi 102 Titik Panas di Kalbar

KUBU RAYA- Kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan menyerang Kalbar. Berdasarkan pantauan satelit…

Selasa, 01 Agustus 2017 12:31

Bunuh Anjing Tak Dikenai Sanksi Adat, Asal....

ANGGAU- Ketua Komisi B DPRD Sanggau, Jana meminta agar dinas terkait lebih proaktif sosialisasi tentang…

Selasa, 01 Agustus 2017 12:22

DARURAT..!! Rata-rata 88 Kasus Rabies Perbulan di Sanggau

SANGGAU- Ngeri..!! Wabah rabies di Kalbar semakin membuat pemerintah daerah pening. Epidemi ini pun…

Pangdam XII/Tpr Kunjungi Perbatasan, Jalan Tikus Jadi Atensi

ALAMAK BAHAYA ..!! Kasus Rabies di Kapuas Hulu Cenderung Meningkat

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Pembakar Hutan dan Lahan Sulit Terjamah Hukum
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .