UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 17 April 2017 11:47
Ada Apa Ini, Pedagang Babi Keliling Dirazia
ilustrasi

PROKAL.CO, SEKADAU- Agar para pedagang berjualan di tempat yang sudah disediakan, Pemkab Sekadau melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan merazia pedagang daging babi keliling. Pemeriksaan serentak ini dilakukan untuk menertibkan para pedagang tersebut.

 “Razia sudah kita lakukan sejak seminggu terakhir,” ucap Drs. Heronimus, Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Sekadau dijumpai Rakyat Kalbar di Gedung Kateketik Sekadau, akhir pekan lalu. Ia menegaskan, penertiban ini dimaksudkan agar para pedagang tersebut bisa berjualan di tempat khusus yang telah disiapkan pemerintah daerah. Yakni di pasar los daging babi di komplek pasar sayur kawasan Pasar Baru Sekadau.  “Jadi kita minta agar mereka tidak lagi berjualan keliling,” tuturnya.

Dengan melibatkan Sat Pol PP, Heronimus sempat terjun langsung dalam razia yang dilakukan dua hari sekali itu. Diakui dia, pihaknya menemukan perdagangan babi keliling. Hanya saja, jumlahnya sedikit.

 “Dari data kita, mereka yang jualan keliling itu ada empat orang. Tapi mereka tidak jualan serentak dalam satu hari. Mereka bergiliran, sehingga yang kita dapat hanya satu-satu,” paparnya.

Mereka yang kedapatan berjualan keliling itu langsung diminta untuk berjualan di pasar los daging babi di Pasar Baru. Di sana, ada 12 lapak yang beberapa diantaranya masih kosong. “Nanti kalau semuanya sudah masuk jualan ke sana, mungkin akan kita atur jadwal jualannya. Sebab, kalau 12 pedagang jualan semua, tentu kesulitan juga pemasarannya. Sebab, pembelinya terbatas. Jadi akan diatur lah,” tukas Heronimus.

Sebelumnya, memang sejumlah pedagang di pasar los daging babi kawasan pasar baru mengeluhkan minimnya pembeli. Sebab ada pedagang keliling yang berjualan ke rumah warga dan beberapa lokasi keramaian secara langsung.

 “Percuma pemerintah membangun pasar ini jika memang masih ada yang jualan keliling,” tukas Ngala, salah seorang pedagang daging babi di pasar los daging babi tersebut. Ia pun meminta pemerintah menertibkan para pedagang babi keliling itu. Dan, permintaan Ngala tersebut akhirnya ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Sekadau dengan melakukan razia. (Abdu Syukri/rk)


BACA JUGA

Senin, 14 Agustus 2017 11:16

ALAMAK BAHAYA ..!! Kasus Rabies di Kapuas Hulu Cenderung Meningkat

PUTUSSIBAU –Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) jenis anjing di Kapuas Hulu masih tinggi…

Senin, 14 Agustus 2017 11:08

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Pembakar Hutan dan Lahan Sulit Terjamah Hukum

PONTIANAK- Delapan provinsi menjadi focus perhatian pemerintah dalam hal pengendalian kasus kebakaran…

Jumat, 11 Agustus 2017 10:29

Pangdam XII/Tpr Kunjungi Perbatasan, Jalan Tikus Jadi Atensi

PUTUSSIBAU- Terbukanya jalan tikus (jalur tak resmi) di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten…

Senin, 07 Agustus 2017 12:51

Bawa 17 Kg Sabu, Pria Ini Meregang Nyawa Ditembak

BENGKAYANG- Satu pria pembawa sabu yang berasal dari Malaysia, tersungkur tewas didor petugas BNN. Kabarnya…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:43

WUIHH..!! Gara-Gara Ini, Gubernur Kalbar Mau Main Tonjok

PONTIANAK – Gubernur Kalbarm, Cornelis naik pitam. Ini tak lain karena pernyataan Wakil Ketua…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:34

Kebakaran Hutan dan Lahan Makin Parah, Ini Kata Gubernur Cornelis

PONTIANAK- Gubernur Drs. Cornelis, MH menegaskan, pemerintah serius menanggulangi pembakaran hutan dan…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:22

Miliki 39 Batang Pohon Ganja untuk Selamatkan Istri, Pria Ini Dipenjara dan Bayar Denda Rp 1 Miliar

Akhirnya, Pengadilan Negeri (PN) Sanggau, Kalbar, memvonis pemilik 39 batang pohon ganja, Fidelis Ari,…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:13

Lima Warganya Tewas, Pemerintah Sarawak Malaysia Khawatir Rabies

KUCHING- Rabies yang menggila di Kalbar, rupanya juga menjangkiti Sarawak, Malaysia. Ya, Pemerintah…

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:06

WARNING..!! Sudah Terdeteksi 102 Titik Panas di Kalbar

KUBU RAYA- Kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan menyerang Kalbar. Berdasarkan pantauan satelit…

Selasa, 01 Agustus 2017 12:31

Bunuh Anjing Tak Dikenai Sanksi Adat, Asal....

ANGGAU- Ketua Komisi B DPRD Sanggau, Jana meminta agar dinas terkait lebih proaktif sosialisasi tentang…

ALAMAK BAHAYA ..!! Kasus Rabies di Kapuas Hulu Cenderung Meningkat

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Pembakar Hutan dan Lahan Sulit Terjamah Hukum
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .