UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 14 April 2017 11:17
Malaysia Terkesan Sengaja Biarkan Narkoba Masuk Indonesia
PERBATASAN: Presiden saat meresmikan PLBN Aruk.

PROKAL.CO, Soal perdagangan lintas batas, Bea dan Cukai Kalbar tetap mewaspadai transnational crime (kejahatan internasional). Hal ini juga dibahas dalam rakor perdagangan lintas batas Kalbar. Menurut bea cukai, masalah transnational crime penting dibahas dalam pertemuan dua negara ini.

Menurut Kepala Kanwil Dirjen Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat, Saifullah Nasution, Kalimantan Barat atau Indonesia umumnya sudah merasakan dampak dari kejahatan transnasional tersebut. Dan harus tidak ada standar ganda di pihak Malaysia soal Narkoba, otoritas mereka juga harus menangkap pihak pelaku warga negaranya dan di wilayahnya.

"Transnational crime khususnya Narkotika tidak ada bendungannya. Bahkan mengalir deras dari Malaysia. Sehingga isu ini juga harus menjadi pembahasan penting dengan Pemerintah Malaysia," tegas Saifullah Nasution.

Dengan dibahasnya isu tersebut, kata Saifullah, paling tidak bisa meminimalisir volume dan pergerakan Narkotika yang selama ini amat deras mengalir ke Kalbar. "Kita harus bekerjasama dalam hal ini," ujarnya.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak menimpali, pada 2016 lalu Narkoba yang lolos dari Malaysia ke Kalbar mencapai 167 Kg dalam bentuk sabu dan ratusan ribu butir dalam bentuk happy five dan ekstasi. Sedangkan 2017, hanya kurun empat bulan ini sudah lolos 86 kilogram sabu. "Itu yang ketangkap. Dua tersangka tewas ditembak dan satu ada yang divonis mati. Ini saya kira menjadi pemikiran kita. Karena kalau terus masuk, yang dirusak adalah manusianya. Ini perlu menjadi pemikiran untuk diangkat dengan Pemerintah Sarawak," kata Musyafak.

Sejauh ini, lanjut Musyafak, ada kesan seakan-akan Narkoba ini sengaja dibiarkan dan diloloskan masuk ke Kalbar. Artinya pihak keamanan Malaysia berstandar ganda dalam pemberantasan Narkotika.

"Cuma yang lepaskan siapa, sulit untuk dibuktikan. Karena buktinya, Narkoba yang ditangkap Polda dan BNN serta Bea dan Cukai di Kalimantan Barat, semua dari (melalui) wilayah Perbatasan. Termasuk 20 kilogram terakhir, itu dari Perbatasan. Maka ini perlu dibahas," tuturnya.

Bagaimanapun, ada aturan yang daerah hanya pelaksana dan pusat menentukan segalanya. Termasuk menggebunya pihak-pihak yang ingin normalisasi, laik untuk diperhatikan. "Kita tunggu saja relugasi dari pusat. Pastinya dengan perkembangan di tiga border itu, personil kepolisian akan ditambah di sana. Polri harus mem-back up kebijakan pemerintah di setiap daerah," tandasnya. . (Ocsya Ade CP/Djunaini KS)


BACA JUGA

Jumat, 23 Juni 2017 10:50

Jangan Pilih Calon yang Gunakan Isu SARA

 PONTIANAK- Isu SARA kerap digunakan dalam politik. Nah, inilah yang dikhawatirkan banyak pihak…

Rabu, 21 Juni 2017 11:29

CILAKA INI..!! Penyebaran Rabies di Kalbar Semakin Meluas

PONTIANAK- Kalbar waspada dengan rabies. Ya, penyebaran rabies semakin meluas di Provinsi Kalbar. Paska…

Selasa, 20 Juni 2017 10:18

CAKEP..!! Sanggau Ekspor Beras ke Malaysia, Target Kuasai Tetangga

SANGGAU- Hebat, akhirnya Kabupaten Sanggau bisa swasembada beras. Bahkan jika tak ada halangan, 21 Oktober…

Minggu, 18 Juni 2017 16:36

MENGEJUTKAN..!! Pilgub Kalbar 2018 Berpotensi Mirip Pilgub DKI 2017

PONTIANAK- Hasil riset Media Survei Nasional (Median) menyajikan sedikit gambaran awal situasi politik…

Minggu, 18 Juni 2017 14:20

Survey Pilgub Kalbar, Karolin Terpopuler, Elektabilitas Midji Tertinggi

Pemilihan Gubernur Kalbar dilaksanakan 2018. Nah, saat ini sudah mulai ada beberapa nama yang dijagokan…

Minggu, 18 Juni 2017 14:14

Jangan Coba-Coba Tebang Pohon di Kota Pontianak, Dendanya Tinggi Banget..!! Segini Nih Nilainya..

PONTIANAK- Keputusan tegas diambil Pemkot Pontianak. Ya, demi menjaga lingkungan Kota Pontianak tetap…

Minggu, 18 Juni 2017 14:07

Dikira Monyet, Pria Ini Tewas Ditembak di Kepala

NANGA PINOH- Kematian Suryanto (41) sangat tragis. Pria ini tewas ditembak di kepala oleh kakek-kakek…

Jumat, 16 Juni 2017 15:44

BAHAYA..!! Wabah Rabies Ancam Mempawah

MEMPAWAH- Keputusan cepat diambil Pemkab Mempawah, sejak ditemukannya penderita rabies di Kecamatan…

Jumat, 16 Juni 2017 15:38

Dituntut 2 Tahun Penjara, 3 Buruh OTT Pungli Dwikora Divonis Enam Bulan Kurungan

PONTIANAK- Vonis itu akhirnya diketok. Ya, tiga buruh peti kemas, Iyan, Ber, dan Jan, yang jadi terdakwa…

Jumat, 16 Juni 2017 15:17

Di Perbatasan, Penyelundupan Pangan Kian Marak

PUTUSSIBAU- Sinyalir penyelundupan bahan pangan makin marak di perbatasan bukan isapan jempol.  Satgas…

Makan Rebung Campur Ampas Tuak, Satu Keluarga Keracunan, Dua Tewas

Konflik SARA di Ketungau Tengah Tak Benar

Jangan Pilih Calon yang Gunakan Isu SARA

BIKIN HEBOH...!! Diduga Menistakan Agama, Warga Bengkayang Diciduk

14 Hari, 570 Prajurit Digembleng di Gunung, Hutan, Rawa dan Laut

CILAKA INI..!! Penyebaran Rabies di Kalbar Semakin Meluas

Peringati Tragedi Mandor, Ayooo Pasang Bendera Setengah Tiang
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .