UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 11 April 2017 12:02
Sabu Malaysia Kembali Masuk Kalbar
Ambil Sabu dari Malaysia, Mati Terjengkang Diterjang Peluru Polisi
JUMPA PERS. Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari didampingi Kepala Wilayah Bea Cukai, Kepala BNNP Kalbar menunjukkan paket sabu yang digagalkan dibawa ke Pontianak, Senin (10/4). AMBROSIUS JUNIUS

PROKAL.CO, PONTIANAK- Peredaran narkoba tidak ada habisnya di Kalbar. Penangkapan dan pengungkapan penyelundupan barang haram tersebut kembali terulang.  Sebanyak 15 bungkus atau paket sabu seberat 15,39 Kg yang dibawa dari Entikong menuju Kota Pontianak digagalkan Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat di Dusun Paber, Desa Senyabang, Batang Tarang, Sanggau, Minggu (9/4) pukul 20.15.

“Kalbar masih menjadi sasaran dan tujuan peredaran, penyalahgunaan narkoba asal Malaysia. Ini kesekian kalinya dilakukan penangkapan, penyitaan, sekaligus penindakan. Baik oleh BNN pusat, provinsi, Polda maupun Bea Cukai,” kata Irjen Pol Arman Depari, Deputi Pemberantasan BNN RI kepada wartawan di BNNP Kalbar, Senin (10/4) sore.

Arman mengungkapkan, barang haram itu dibawa oleh empat tersangka menggunakan mobil Innova hitam KB 1783 AU. Sabu disembunyikan dan disamarkan dengan barang-barang kebutuhan sehari-hari.   “Mereka (mafia narkoba) menggunakan orang-orang tertentu, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Mereka juga melibatkan perempuan dan anak-anak di dalam kendaraan tersebut,” jelas Arman.

Masih banyak warga Indonesia yang terlibat langsung dalam kejahatan ini. Saat penangkapan, salah satu dari tersangka mencoba melarikan diri dan melawan. Petugas akhirnya mengambil tindakan tegas.  “Dengan terpaksa petugas BNN beserta dengan tim melakukan tembakan terarah dan terukur untuk melumpuhkannya,” paparnya.

Namun setelah dilumpuhkan, petugas berupaya memberikan pertolongan. Sayangnya nyawa pelaku tidak bisa diselamatkan  lagi. “Yang bersangkutan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,” ujar Arman.

Tersangka tewas ditembak tersebut adalah Ipul, warga Entikong. Dia merupakan pelaku yang mengambil dan memesan sabu tersebut dari Malaysia yang masuk melalui pintu perbatasan. Dia melakukan serah terima sabu di Batang Tarang. Penangkapan juga dilakukan di daerah tersebut.

Menurut Arman, sabu tersebut rencananya akan dibawa ke Pontianak. Setelah itu diedarkan ke beberapa daerah di Indonesia.

Sedangkan pelaku yang diringkus berinisial Ris, Nop dan Obi. Hasil pengembangan kasus tersebut, BNN juga menangkap seorang tersangka lagi berinisial H. “Ada lima orang, satu meninggal dunia. Satu lagi sedang dalam pengembangan,” ucap Arman. Pelaku H ditangkap di Kota Pontianak. Sindikat ini berada di Kota Pontianak.

Arman mengimbau warga Kalbar, selalu bersama-sama menanggulangi peredaran narkoba. “Dengan kejadian seperti ini, kita harus berkerjasama dan bergandengan tangan. Agar masalah narkoba di wilayah ini bisa diatasi dan ditanggulangi,” harapnya.

BNN berserta aparat terkait lainnya juga akan terus memantau dan memonitor wilayah Kalbar, terutama wilayah perbatasan. Semua daya upaya akan dilakukan, penangkapan penyitaan dan penindakan.

 “Bagi yang mencoba untuk melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri, maka kami tidak akan ragu untuk melakukan tindakan tegas, bahkan yang sangat tegas sekali,” tegas Arman. BNN sudah dilengkapi senjata untuk melumpuhkan para pelaku kejahatan narkotika. Senjata tersebut akan digunakan semaksimal mungkin. Apalagi senjata itu diperuntukkan untuk menghadapi para pelaku kejahatan narkotika.

“Kasus ini akan kita kembangkan terus. Para tersangka dijerat pasal 114 ayat 2, 132 ayat 1, pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Hukuman paling ringan lima tahun sampai penjara seumur hidup hingga hukuman mati,” ungkap Arman.

“Jika ditemukan transaksi keuangan dan ada aset-aset yang signifikan, maka akan dilanjutkan dengan penyidikan terhadap tindak pidana pencucian uang (TPPU) sesuai Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010,” tutupnya.  (Ambrosius Junius, Riska Nanda)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 12:56
Drama yang Dilakoni Pekerja Transportasi Online

Dikerjai Pengguna Jasa hingga Berhadapan dengan Aplikasi Tuyul

Ojek online sudah mendominasi jalan-jalan di Kota Pontianak. Walau begitu, ibarat dua sisi mata uang,…

Sabtu, 24 Februari 2018 12:31
Buaya Ngamuk di Kalbar

Sedang Mandi, Bocah 8 Tahun Disambar Buaya

KUBU RAYA- Buaya semakin sering muncul dekat pemukiman warga di Kalbar. Kehadiran buaya-buaya tersebut…

Rabu, 21 Februari 2018 11:11

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

KUBU RAYA- Mengantisipasi penyakit pernafasan yang diakibatkan kabut asap yang semakin tebal di wilayah…

Rabu, 21 Februari 2018 11:08

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

JAKARTA- Kalbar menjadi satu daerah di Indonesia yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2018. Selain…

Rabu, 21 Februari 2018 11:06

DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

PONTIANAK- Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengakibatkan kabut asap. Langkah tegas pun…

Senin, 19 Februari 2018 11:37

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

 Di Kabupaten Kubu Raya, Karhutla sudah berlangsung selama satu minggu di beberapa titik. Petugas…

Senin, 19 Februari 2018 11:36

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

MEMPAWAH- Darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belakangan ini diperparah dengan tak adanya hujan.…

Senin, 19 Februari 2018 11:32

Pilgub Kalbar Harus Damai

PONTIANAK- Sesuai dengan instruksi KPU RI, seluruh penyelenggara Pemilu tingkat provinsi yang melaksanakan…

Senin, 19 Februari 2018 11:29

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

BOYAN TANJUNG - Sekitar dua pekan yang lalu, warga Dusun Karang Raya, Desa Boyan Tanjung, Kecamatan…

Senin, 19 Februari 2018 11:25

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

PONTIANAK- Pembangunan di Kalbar untuk sektor pariwisata berikut promosinya hanya sebuah kesia-siaan…

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

Pilgub Kalbar Harus Damai

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .