UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 30 Maret 2017 12:16
Baru 2,5 Bulan, Tangkapan Sabu Sudah 53 Kg Sabu, Belum Lagi yang Lolos..?
SABU. Kapolda Musyafak menunjukkan paket sabu asal Malaysia yang digagalkan penyelundupannya melalui PLBN Entikong, saat rilis di Mapolda, Rabu (29/3). AMBROSIUS JUNIUS

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kembali perbatasan Kalbar menjadi pintu masuk narkoba. Polisi menggagalkan 4,01 Kg sabu dibawa melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Jumat (17/3) pukul 15.30. Total dalam 2,5 bulan tahun 2017 ini, barang haram dari negera jiran yang masuk ke Kalbar sudah 53 Kg. Jumlah sebanyak itu merupakan hasil pengungkapan Polda, Bea Cukai, Imigrasi dan stakeholder lainnya.

“Ini tidak sedikit dan sangat mengkhawatirkan,” kata Kapolda Irjen Pol Musyafak kepada wartawan saat rilis di markasnya, Rabu (29/3).

Musyafak mengatakan, pengungkapan tindak pidana narkotika jaringan asal Malaysia ini merupakan Join Operation Bea Cukai Entikong dan Dit Resnarkoba Polda Kalbar. “Diringkus Bea Cukai, kemudian berkomunikasi dengan Dir Narkoba. Kemudian memerintahkan Kasubdit 1 untuk mendalami ke sana dan melakukan pengembangan kasus di daerah Tayan,” jelas Musyafak.

Kronologis penyelundupan berawal dari tiga warga Indonesia berangkat ke Kuching, Malaysia, Selasa (14/3) lalu. Mereka adalah Hendratno alias Een, Irhas Suardiansy alias Iyas dan Hamdani. Ketiganya merupakan teman kerja Irhas. Setelah beberapa hari di Kuching, ketiga pria ini kembali ke Indonesia. Sampai di PLBN Entikong, di pintu perbatasan inilah mobil Xenia yang mereka tumpangi diperiksa. “Ada dua tersangka yang diamankan, Hendratno alias Een dan Irhas Suardiansy alias Iyas,” jelas Musyafak.

Petugas mencurigai barang bawaan di dalam mobil tersebut. Kemudian dibawa ke kantor Bea Cukai. Een mengakui sabu tersebut miliknya dan dibawa atas suruhan Edi.  “Waktu di Entikong, mobil mereka dicurigai, sabu dimasuk ke dalam tas yang diletakkan di bagasi belakang. Ada dua tas, yang satu isinya ada tiga bungkus, tas yang satunya lagi berisi sebungkus paket sabu,” paparnya.

Sekitar pukul 22.15 tim dari Subdit 1 Dit Resnarkoba dan Bea Cukai bertemu di Simpang Ampar, Tayan Hilir. Tim bersama-sama menuju Kota Pontianak untuk melakukan serah terima tersangka dan barang bukti di Terminal Yos Sudarso.

Sabtu (18/3), Subdit 1 melakukan pengembangan di rumah tersangka Een, Jalan Imam Bonjol, Gang Mendawai 1. Petugas mengecek profiling komunikasi, cek post yang diakui Een adalah seseorang yang akan mengambil barang dan control delivery.

 “Namun dari pukul 24.45 hingga pukul 17.00 pengambil barang itu tidak kunjung datang. Akhirnya ketiga orang dibawa ke kantor Dit Resnarkoba untuk penyelidikan lebih lanjut,” papar Musyafak.

Menurut Musyafak, melihat dari pelaku tindak pidana narkoba ini ketika membawa sabu, selalu membawa jumlah yang banyak. Sulit membedakan antara kurir dan bandar. Dari hasil interogasi juga para pelaku dibayar ketika membawa barang haram itu. Namun, kurir atau bandar tetap mendapatkan hukuman berat, karena barang yang dibawa itu merusak generasi bangsa.

“Kita membeda kurir dan bandar sekarang ini sudah susah, mereka ada ngomong dikasih Rp3 juta, Rp5 juta. Ini pengalaman di sini, seperti dulu yang di Nanga Badau dia dikasi uang Rp15 juta. Saya tidak akan melihat itu, kalau barang buktinya banyak, divonis mati. Saya ada komunikasi dengan Kajati,” tegas Musyafak.

Dia juga meminta para pelaku tindak pidana narkotika yang sudah divonis mati tersebut dieksekusi di Kalbar. “Tidak usah dibawa ke Nusa Kambangan. Kalbar Ini sudah status darurat narkoba. Anggota saya pun yang terlibat narkoba dipecat. Saya tidak main-main,” tegasnya.

Selain barang bukti sabu, dari tangan kedua tersangka polisi menyita paspor dan sejumlah uang ringgit dan rupiah. Pasal yang dikenakan 114 ayat 2, 112 ayat 2, 115 ayat 1, 113 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Mereka diancam hukuman penjara 20 tahun atau hukuman mati,” ujar Musyafak.

 

Musnah Sabu

Polda Kalbar kembali musnahkan 17,962 Kg sabu asal negeri Jiran. Barang bukti ini dari empat laporan polisi dengan sebelas tersangka. Pemusnahan dilakukan di lantai dasar Mapolda, Rabu (29/3). Sebelum dimusnahkan, untuk memastikan bahwa barang bukti tersebut memang narkoba, terlebih dahulu diuji oleh dokter dari BNNP dan Balai POM.

 “Semua sabu ini berasal Malaysia. Sudah ada kepastian hukumannya untuk dimusnahkan,” kata Kapolda Irjen Pol Musyafak.

Dari empat laporan polisi tersebut ditangkap di lokasi berbeda. Jumlah barang haram sebanyak itu salah satunya diungkap melalui control delivery, empat tersangka diringkus di Pulau Jawa. Para tersangka diantaranya Iwan alias Jankong, 37, warga Jalan Nelayan 2, Desa Penjajap, Pemangkat, Sambas atau Jalan Jembatan Besi V, Gang 83, RT 006 RW 004, Tambora, Jakarta Barat. Pengungkapan melalui control delivery di kantor ekspedisi ANK Express, Jalan Duri Baru, No 200, RT 003/RW 007, Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (17/2). “Sabu yang diamankan seberat 2,2 Kg dengan modus disimpan di dalam bungkus tepung,” ungkap Musyafak.

Terhadap tersangka yang memiliki dua alamat tempat tinggal ini dijerat pasal 114 ayat 2, 112 ayat 2, UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara. Ricard Hutagalung, 37, warga Perum Pesona Harapan Blok C2, No 7 Bekasi Utara, pengungkapan melalui control delivery di rumahnya. Dikembangkan lagi sehingga menangkap dua pelaku lainnya di Parkir Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat dengan tersangka Sutarni Lesmana, 32, warga Jalan Teluk Gong, No 232, RT 013/RW 010, Penjaringan, Jakarta Utara. Tersangka berikutnya Agus Prihatin, 32, warga Jalan Jembatan II Sinar Budi, RT 002/RW 004, Penjaringan, Jakarta Utara yang diringkus, Sabtu (18/2). Polisi menyita 4,047 Kg sabu.

“Sabu disimpan dalam kotak dengan modus operandi spare part motor dan dikirim melalu ekspedisi,” jelas Musyafak.

Supriyadi alias Suf, 32, warga Jalan K.H Wahid Hasyim, Gang Cimahi, No 25 RT 002/RW 020, Sungai Bangkong, Pontianak Kota. Nurul Hilal Muhammad alias Ipur, warga Jalan H. Rais A. Rahman, Gang Era Baru, Pontianak Barat. Keduanya diringkus di depan Alfa Mart, Jalan Merdeka, Sabtu, (18/3).

Kepada para tersangka dijerat pasal 114 ayat 2, 112 ayat 2, 115 ayat 1, 132 ayat 1, UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara. Agung Dwi Sulistio, 36, warga Gang Waspada I, Sungai Jawi, Pontianak Barat dan Jimmy Amin, 39, warga Perum I, Jalan Bakri Blok G1 No 13, Pontianak Barat. Mereka diringkus di kantor Ekspedisi MEX Jalan Merdeka Barat, Pontianak Kota, Kamis, (2/3).

“Sabu seberat 6,152 Kg disimpan ke dalam kotak yang dikirim melalui ekspedisi dengan modus barang elektronik,” ujar Musyafak. Kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat 2, 112 ayat 2, 115 ayat 1, 132 ayat 1, UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara.

Liu Kie Liong, 40, warga Jalan Gusti Situt Mahmud, Kelurahan Siantan Tengah, Pontianak Utara. Ahmad Yani, 37, warga Jalan Kampung Gitung, No 62, RT 004/RW 008, Kelurahan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten. Ilham Respati Maksoem, 30, Warga Lebak Bulus, RT 004/RW 001, Kelurahan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Mereka diringkus di pinggir Jalan Patimura, Pontianak sekitar pukul 06.00 dan di Hotel Kini kamar No 308, Jalan Nusa Indah,  Pontianak sekitar pukul 06.30, Selasa (7/3). Polisi menyita 5,266 Kg sabu yang disimpan di dalam dua tas ransel. Para tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2, 112 ayat 2, 115 ayat 1, 133 ayat 1, UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara.

Sudah kesekian kalinya narkoba asal Malaysia masuk ke Indonesia melalui pintu perbatasan. Musyafak memaparkan selama menjabat sebagai Kapolda Kalbar, belum ada berkerja dengan pihak terkait yang ada di Sarawak, Malaysia. Ada pun kerja sama itu melalui Pemerintah Indonesia-Malaysia dan Polri-Polisi Diraja Malaysia.

 “Selama saya menjabat di sini belum pernah ada MoU. Kalau pun ada MoU, itu Government to Government atau Police to Police, kan ada juga kerjasama sama Polri dengan PDRM,” jelasnya. Dalam waktu dekat ini Musyafak akan mendatangi negara bagian Malaysia itu, membahas permasalahan yang ada di perbatasan. “Saya juga mendapat undangan dari Konjen (Konsulat Jenderal) dan diundang kepala PDRM Sarawak. Salah satunya membahas masalah itu (penyelundupan narkoba),” tutupnya. (amb)

 


BACA JUGA

Senin, 16 Oktober 2017 12:23
Khazanah Budaya Dayak di Bumi Kalimantan Semakin Lengkap

WOW..!! Situs Sejarah Parauman Ditemukan di Perbatasan

PONTIANAK- Ditemukannya situs sejarah Dayak Selako berupa Parauman atau Bahaum di Dusun Batu Itam, Desa…

Minggu, 15 Oktober 2017 11:44

ASTAGA..!! Usai Menggigit, Anjing Itu Dibunuh Lalu Disantap Ramai-Ramai

SEKADAU- Serangan anjing gila alias hewan penyebar rabies (HPR) kian meluas di Kabupaten Sekadau, Kalbar.…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:20

Masih Banyak Warga yang Menolak Anjingnya Divaksin

SEKADAU- Bupati Sekadau, Rupinus menyempatkan diri melayat Sentia Resa di kamar jenazah RSUD setempat.…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:10

WUIHHH…!! Lihat Nih, Warga Tangkap Ikan Besarrrrrr…!!!

PUTUSSIBAU- Sungai di pedalaman Kabupaten Kapuas Hulu mulai mengering. Nah, sudah menjadi tradisi warga…

Rabu, 11 Oktober 2017 09:44

Rabies Kian Menyebar di Sekadau, Bocah Lima Tahun Kritis Digigit Anjing

SEKADAU- Hewan Penular Rabies (HPR) masih berkeliaran di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalbar. Gigitan…

Rabu, 11 Oktober 2017 09:35

WIDIHH..!! Tiga Sapi Mati Gara-Gara Digigit Anjing Rabies, Lalu Dagingnya Dimakan Bersama

Anjing gila alias anjing terinfensi rabies kembali makan korban. Kali ini di Dusun Saka Tiga. Dusun…

Rabu, 11 Oktober 2017 09:28

Ini Kisah Bocah Delapan Tahun Memeluk Islam

Hidayah menyapa. Yogi Setiady yang baru berusia delapan tahun menjadi mualaf atas keinginan dirinya…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:34

Bocah Ini Masuk Islam Diantar oleh Ibu Kandungnya yang Non Muslim

Yogi Setiady namanya. Bocah laki-laki berusia 8 tahun itu terlahir dari pasangan orangtua non muslim…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:24

Tak Mudah Jaga Tapal Batas Negara

Di usianya yang ke-72, Tentara Nasional Indonesia (TNI) tak kenal lelah menjalankan fungsi menjaga kedaulatan…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:23

Jagoi Babang Harus Segera Dibangun

PONTIANAK- Menjaga tapal batas Indonesia-Malaysia di Kalbar memang tidak gampang. Beberapa border serba…

WIDIHH..!! Tiga Sapi Mati Gara-Gara Digigit Anjing Rabies, Lalu Dagingnya Dimakan Bersama

ASTAGA..!! Usai Menggigit, Anjing Itu Dibunuh Lalu Disantap Ramai-Ramai

Rabies Kian Menyebar di Sekadau, Bocah Lima Tahun Kritis Digigit Anjing

WUIHHH…!! Lihat Nih, Warga Tangkap Ikan Besarrrrrr…!!!

WOW..!! Situs Sejarah Parauman Ditemukan di Perbatasan

Ini Kisah Bocah Delapan Tahun Memeluk Islam

Masih Banyak Warga yang Menolak Anjingnya Divaksin
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .