UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH
Rabu, 08 Agustus 2018 22:33
Pelaku Penganiaya Anak Jalani Tes Kejiwaan
KEJAM..!! Anak Disiksa, Dadanya Diinjak-Injak

PROKAL.CO, PONTIANAK- Ibrahim Taufik, pria 30 tahun yang menganiaya anak angkatnya Ainun Maya hingga meninggal dunia, tersedu sedan saat menjawab pertanyaan dalam tes kejiwaan yang dilakukan oleh Kabagpsipol Bagpsi Polda Kalbar, Kompol Teguh Purwo Nugroho di Mapolresta Pontianak, Selasa (7/8).

"Tadi sudah kami tes kejiwaan dia dan hasilnya dia sadar sudah menghilangkan nyawa anaknya. Bahkan dia sampai menangis menyesali perbuatannya," ujar Teguh kepada sejumlah awak media usai memeriksa kejiwaan Taufik.

Menurut Teguh, Taufik memang memiliki tipikal yang mudah emosi. Dikatakannya, berdasarkan pengakuan Taufik, bahwa warga Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya itu kerap kali bermasalah dengan keluarganya.

"Sementara ayahnya adalah orang yang taat agama. Taufik ini memang sering mengabaikan pesan-pesan orang tuanya sejak masih kecil. Sehingga dia tumbuh menjadi pribadi yang emosional," ujar Teguh.  Mengenai alasan Taufik menghabisi anak angkatnya, Teguh hanya berkata bahwa hal itu didorong oleh emosi sesaat. "Bisa jadi karena dia dan istrinya belum dikaruniai anak selama tujuh tahun menikah, atau masalah ekonomi karena dia bekerja serabutan. Sementara istrinya yang lebih banyak bekerja. Sebab Taufik ini senangnya menghabiskan uang istri untuk rokok dan makanan mahal," beber Teguh.

Dalam kasus ini, istri Taufik, Agus Kartina alias Titin turut dimintai keterangan oleh kepolisian sebagai saksi. Diwawancarai Rakyat Kalbar setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Titin menceritakan kisah kematian anak angkatnya itu.

"Waktu kejadian itu saya lagi antar anak-anak. Sebab saya kerja antar anak-anak pergi dan pulang sekolah. Biasanya saya mengantar nggak lebih dari sepuluh menit," tutur perempuan 33 tahun tersebut mengawali ceritanya.

Lanjut Titin, saat pulang ke rumah, anak angkatnya masih terlihat baik-baik saja. Sementara Taufik tengah bermain dengan burung peliharaannya. Keanehan pada anak angkatnya terjadi, saat bocah empat tahun itu minta bersihkan setelah buang air besar.

"Dia terlihat lemas, jalan pun nggak stabil. Lalu dia jatuh sambil guling-guling. Saya pikir dia bercanda, jadi saya cebokin (bersihkan) dulu sambil saya ajak main," kata Titin.  Namun gelagat anaknya semakin aneh. Mata anaknya tertutup dan tubuhnya mulai lemas. Titin langsung merasa ada yang tak beres dengan anaknya. Dia kemudian membawa anaknya ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr Moh Sutomo, bersama Taufik.

"Di sana, dokter tanya ke saya. Ini anak ibu kenapa. Soalnya ada bekas pukulan dan kekerasan fisik di tubuhnya. Kaget saya. Lalu kata dokter, anak ini harus dirujuk ke Antonius," ujar Titin.  Saat dirujuk ke RS St Antonius, anak itu pun akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Usut punya usut, Taufik pun mengaku bahwa anak tersebut ia aniaya karena emosi.

Ditanya mengenai perangai sang suami, Titin mengaku bahwa Taufik memiliki sikap sangat emosional. Dirinya terkadang menjadi korban dampratan sang suami. "Tapi kalau main tangan, dia nggak pernah. Aslinya dia baik. Sama saya, juga sama anak," kata Titin.

Saat ini, Titin hanya bisa pasrah kehilangan anak angkatnya. Dia pun rela jika suaminya harus dipenjara. "Saya ikhlas dia dipenjara. Toh memang salah dia juga. Saya juga siap menghadapi omongan orang dengan sikap saya ini. Saya tidak akan membela dia. Kalau pun ada yang membela, saya serahkan pada proses hukumnya saja," pungkas Titin kemudian beranjak pergi bersama kakaknya.

Untuk diketahui, penganiayaan terhadap Ainun terjadi pada Kamis 2 Agustus kemarin. Sedangkan korban meninggal Minggu (5/8) pagi. Kejadian bermula sekira pukul 10.10 Wib, Kamis itu, Taufik baru bangun dari tidurnya. Ia kemudian keluar rumah untuk memasukkan burung peliharaannya ke dalam rumahnya yang terletak di Jalan Sungai Durian Laut itu.

Setelah itu tersangka kembali ke kamar dan melihat korban berpura-pura tidur dengan matanya berkedip-kedip. Tersangka kemudian menyuruh korban untuk bangun. Korban yang dipaksa bangun kemudian segera duduk. Sementara Taufik dalam posisi berdiri sambil bertanya kepada korban kenapa berbohong. Korban tidak menjawab pertanyaan Taufik sehingga menyulut emosnya.

Taufik yang emosi kemudian memarahi korban. Ia langsung memukul wajah korban dengan bantal guling yang ada di dekatnya. Pukulan itu telak mengenai wajah sebelah kanan korban. Karena sedang duduk di lantai dan akibat pukulan itu, korban jatuh hingga kepalanya membentur lantai. Pukulan ini dilakukan berulang kali.

Masih tak mau berhenti, Taufik kemudian mencengkram bagian pinggang korban yang saat itu dalam keadaan terbaring. Yang paling parah, Taufik kemudian mengangkat tubuh korban dan kemudian dihempaskan ke lantai. Korban yang terbaring setelah dihempas itu, kemudian diinjak-injak oleh Taufik. Pada bagian perutnya.

Taufik juga menginjak-injak dada korban. Setelah itu dia mencekik leher korban sambil mengangkat tubuh korban ke atas dan tersangka hempaskan kembali tubuh korban. Berulang-ulang. Tak lama, istri Taufik, Titin pulang. Korban kemudian pingsan. Oleh kedua orangtua angkatnya, korban segera dibawa ke RSAU dr Moh Sutomo. Karena berbagai pertimbangan, pihak rumah sakit kemudian merujuk korban ke RS St Antonius Pontianak. Selama dirawat di ruang ICU korban tidak sadarkan diri. Dan akhirnya meninggal dunia, Minggu pukul 10.00 Wib.

Saat ini, Taufik masih ditahan di Polresta Pontianak. Dia dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (Bangun Subekti/rk)

Sabtu, 04 Agustus 2018 20:15
2.225 Jemaah Kalbar Telah Diterbangkan ke Tanah Suci
Ombudsman Ajak Pantau Penyelenggaraan Haji

PROKAL.CO, PONTIANAK- Ombudsman RI Perwakilan Kalbar memantau penyelenggaran ibadah haji tahun 2018. Masyarakat Kalbar pun diajak ikut berpastisipasi memantau agar penyelenggaraan haji semakin berkualitas. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalbar, Agus Priyadi menjelaskan adapun beberapa titik pemantauan yang dilakukan pihaknya. Dimulai dari Asrama Haji, transportasi, bimbingan ibadah haji dan sarana pendukung lainnya. Masyarakat dapat mengakses informasi aduan yang dapat disampaikan ke kantor Ombudsman RI Perwakilan Kalbar di Jalan Surya No. 2A Kelurahan Akcaya Kecamatan Pontianak Selatan. “Atau hubungi kami dinomor telepon 0561-8173737,” jelasnya, Jumat (3/8).

Dijelaskannya, pemantauan dilakukan untuk menindaklanjuti surat memorandum Ketua Ombudsman RI Nomor 483/ORI-INTV/VII/2018 tertanggal 23 Juli 2018. Berdasarkan pantauan sementara Ombudsman Kalbar, penyelenggaraan haji 2018 di Kalbar berjalan lancar. Berdasarkan informasi yang pihaknya dapat total jemaah calon haji (Calhaj) sebanyak 2.527 orang.  “Enam orang gagal berangkat yang disebabkan sakit, meninggal, menunda keberangkatan dan tidak munasi ONH (ongkos naik haji)," jelasnya.

Jemaah Kalbar berangkat melalui embarkasi Batam. Diinapkan di Asrama Haji Pontianak. Berdasarkan catatan Ombudsman Kalbar, daya tampung Asrama Haji Pontianak saat ini sebanyak 460 tempat tidur. Kamar dibagi dalam 5 vaviliun dan fasilitas cukup memadai.

Fasilitas yang tersedia di masing-masing kamar terdiri dari tempat tidur single dan bertingkat. Dilengkapi kipas angin dan juga AC.  "Untuk yang menginap di Asrama Haji jemaah berasal dari luar Pontianak dan Kubu Raya," ucapnya.

"Menurut rencana gedung Asrama Haji Pontianak akan dilakukan pembangunan setelah adanya memo hibah dari Pemprov Kalbar," sambung Agus.

Di Asrama Haji Pontianak dibangun posko pelayanan kesehatan. Tenaga medis berasal dari kantor kesehatan pelabuhan (KKP). Posko ini untuk mengantisipasi jemaah yang sakit. Sedangkan kebutuhan konsumsi dan transportasi jemaah kata Agus, disediakan oleh pihak ketiga. Melalui tender. Keberangkatan jemaah Calhaj Kalbar terbagi dalam 6 kelompok terbang (kloter). Embarkasi di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

"Sesuai pembagian kerja, Kanwil Kemenag bertanggungjawab atas urusan bimbingan manasik haji, sementara Pemprov Kalbar melayani urusan transportasi, kesehatan dan sarana pendukung lainnya," terangnya.

Dijelaskannya, untuk bimbingan manasik dilakukan di masing-masing kantor Kemenag kabupaten/kota sebanyak 4 kali. Rinciannya dua kali di tingkat kecamatan dan dua kali di tingkat kabupaten.  Dalam sepekan, sudah 2.225 jemaah Calhaj Kalbar sudah diterbangkan ke tanah suci melalui Embarkasi Batam. Tergabung dalam kloter 11, 12,13, 14, dan 15. Saat ini tersisa kloter 16 yang akan diberangkatkan pada Sabtu (4/8). Mereka jemaah asal Kota Pontianak yang berjumlah 301 orang bersama petugas haji.

"Jadi total jemaah Kalbar tahun ini yang berangkat menuju tanah suci sebanyak 2.526 orang bersama petugas," jelas Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji saat melepas jemaah Calhaj dari Pontianak, Singkawang dan Sintang yang tergabung dalam kloter 15 di Embarkasi Batam, Jumat (3/8).

Dodi menuturkan Pemprov Kalbar telah berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada seluruh jemaah Calhaj. Terutama selama berada di Asrama Haji Pontianak sampai dengan fasilitas transportasi hingga Embarkasi Batam.

Atas nama Pemprov Kalbar dan pribadi, Dodi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Kepulauan Riau. Khususnya kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam. “Karena telah memberikan pelayanan dan fasilitas yang saya pandang sudah sangat baik kepada jemaah calon haji Kalbar selama di Batam," ucapnya.

Acara pelepasan yang berlangsung di Asrama Haji Batam itu Pj Gubernur didampingi isteri yang juga ketua TP PKK Kalbar Ny Tita Kadarsari. Hadir juga Wali Kota Singkawang, Wakil Bupati Sintang, beserta undangan lainnya. (Rizka Nanda/rk)

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:38
Pembangunan PLTU Kalbar-1
MANTAP..!! Kini Tak Lagi ‘Minta’ Listrik Malaysia

PROKAL.CO, PONTIANAK- PT. GCL Indo Tenaga menggelar media gathering di Hotel Gajahmada, Pontianak, Rabu (1/8). Pertemuan untuk memperkenalkan perusahaan ini sebagai pelaksana proyek strategis nasional PLTU Kalbar-1.  Direktur Utama PT GCL Indo Tenaga, Ke Zhan menjanjikan agenda ini akan dibuat secara berkala. Sehingga dapat membangun komunikasi dan kepercayaan antara perusahaan dan media di Kalbar. “Sehingga penyampaian informasi ke masyarakat bisa tetap valid," ujarnya memberi sambutan.

Dijelaskannya, PT GCLIT adalah perusahaan patungan. Antara GCL Power Grup dari China dan PT Indonesia Power yang merupakan anak perusahaan PT PLN Persero. "GCL Power Grup ini telah memenangkan proses lelang proyek Kalbar-1 2x100 MW," jelasnya.

PLTU Kalbar-1 2x100 MW merupakan salah satu proyek yang masuk dalam program 35.000 MW yang disusun Presiden RI Joko Widodo pada 2015 lalu. Letak PLTU Kalbar-1 di Dusun Tanjung Gundul Desa Karimunting Kabupaten Bengkayang.

Direktur Keuangan PT GCL Indo Tenaga, Wiryantono Setyolaksono menuturkan, program ini berdasarkan perizinan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 tentang proyek nasional. Presiden mengintruksikan kepada seluruh kementerian hingga Bupati dan Wali Kota untuk memberikan support kepada proyek strategis nasional ini. "Ada juga Perpres Nomor 4 khusus bidang kelistrikan harus didukung oleh masyarakat. Ada 3 izin yaitu izin lokasi, lingkungan, mendirikan bangunan," terangnya.

Progres pembangunan PLTU ini sudah 35 persen. Proyek ini memerlukan lahan seluas 55 hektare. Sesuai kontrak dengan PLN, pembangunannya direncanakan rampung tahun 2020. "Kita harus support dengan sistem jaringan Kalbar bisa tercapai. Kami diamanahkan untuk membangun PLTU di Kalbar kami meminta dukungan banyak pihak dalam pembangunan ini," pintanya.

Untuk tenaga kerja, sesuai kapasitas dibutuhkan 1500 orang. Terdiri dari 1.000 tenaga lokal dan 500 dari kontraktor. Kendati begitu, dirinya tak menampik masih banyak kendala dalam proses perekrutan tenaga kerja lokal.

"Tenaga kerja kita banyak tidak siap secara ijazah. Tapi sebelum kontruksi dimulai kita bikin CSR buat pelatihan tiga minggu bersama Dinas PUPR Provinsi kemudian dibuat sertifikat," ungkap Wiryantono.

Sementara itu, Vice Director PT GCL Indo Tenaga, Hari Muhardani Nasution menjelaskan, nilai investasi proyek ini sebesar 400 Juta Dollar. Ditargetkan akan mensuplai seluruh wilayah di Kalbar. "PLN sudah membangun jalur transmisi yang nanti akan menyebar. Dan tak perlu lagi kita impor dari Malaysia," pungkasnya.  (Rizka Nanda/rk)

 

 

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:16
Pelecehan dan Kekerasan Seksual Terhadap Anak
MENGGILA..!! Kasus di Kalbar kian Parah, Pelakunya Orang Terdekat

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kalimantan Barat terparah dalam sepuluh hari terakhir. Ironisnya, pelaku merupakan orang-orang terdekat. Menurut Kepala Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Eka Nurhayati, dalam sepuluh hari sudah ada tujuh kasus kekerasan seksual terhadap anak yang ditangani pihaknya. Kasus tersebut tersebar se Kalbar. Kota Pontianak sebanyak tiga kasus, Kabupaten Sanggau satu kasus, Kabupaten Ketapang satu kasus, dan Kabupaten Sambas dua kasus.

“Pelakunya mulai dari ayah kandung, paman, sepupu, tetangga yang melakukan tindakan keji itu,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat siang (3/8). Pelaku kejahatan anak kata dia, tak mengenal usia. Bisa tua maupun muda. “Bahkan ada kasus yang kita tngani di Jalan Komyos Sudarso, aki-aki yang umurnya sudah 60 tahun,” jelasnya.

Tujuh kasus yang didampingi KPPAD Kalbar, beberapa pelaku sudah diamankan kepolisian. Hanya satu yang belum. “Karena ada alat bukti yang masih kurang,” ucapnya. Dia menuturkan, permasalahan anak bukan kriminal biasa. Oleh karena itu, masyarakat harus menaruh perhatian khusus terkait persoalan ini. Seban dampak terhadap anak yang menjadi korban kekerasan seksual sangat banyak. Mereka mengalami traumatik mendalam.

“Ketika tidur korban sering bermimpi, berteriak-triak. Jika oral telah terjadi kepada anak, membuatnya suka muntah saat diberikan makanan, serta apabila melihat pria yang sepantaran dengan pelaku, maka timbullah rasa takutnya,” terangnya.

Terhadap tujuh anak korban pelecehan dan kekerasan seksual, KPPAD telah melakukan rehabilitasi. Ini pihaknya lakukan guna melindungi korban agar tidak mendapatkan tekanan. “Karena itu tugas kita,” lugasnya.

Eka mengatakan, KPPAD Kalbar bekerja sesuai dengan tufoksinya. Memberikan pendampingan, pengawasan dan perlindungan. Pendampingan yang dilakukan tidak memandang latar belakang, dan status sosial anak. “Yang penting, kepentingan anak dapat kita lindungi,” pungkasnya.

Pihaknya berupaya melindungi anak dari interpensi pihak-pihak terkait. Kalau berani menjadikan anak korban dan dia melapor mau diancam apapun, KPPAD tidak peduli. Begitu pula kalau ada anggota keluarga korban yang mendapat tekanan agar menarik laporan, pihaknya berusaha memberikan masukan. “Kasus ini tetap jalan,” tegasnya.

Dia mengaku, telah menerima beberapa laporan kasus dimana anak tidak mendapat perhatian. Padahal, apabila melihat dan mendengar informasi pelecehan kepada anak, masyarakat atau instansi terkait punya tanggung jawab. “Jadi tidak hanya pihak korban,” tutup Eka.

Penanggung Jawab Bagian Anak Berhadapan Hukum (ABH), Kekerasan, dan Pornografi KPPAD Kalbar, Tumbur Manalu menuturkan, kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak merupakan fenomena gunung es. Sudah berlangsung sejak lama, namun baru terungkap. Banyak masyarakat yang membiarkan dan memilih menyelesaikan secara kekeluargaan. Pasalnya, malu kasus tersebut diungkap dari pada melaporkan kepolisian dan KPPID Barat.

“Kita berharap dengan kasus seperti ini dapat menjadi momen untuk semua pihak agar dapat lebih peduli kepada anaknya. Karena banyak kasus, kejadian serupa dilakukan oleh orang terdekat,” tuturnya.

Misalnya kata dia, di Sanggau yang mengalami percobaan pemerkosaan. Pelakunya orang dekat. Anak mengalami luka sangat parah di dekat matanya akibat dipukul menggunakan batu. “Akibatnya matanya terus berair, pelaku juga diseret hingga akhirnya anak tersebut pingsan, dan ditutup dengan daun pisang di pasir, karena diduga telah meninggal,” ungkapnya.

Selain upaya percobaan pemerkosaan, ada proses penyiksaan yang didapatkan anak. “Jadi sangat miris,” sebutnya. Juga ada beberapa waktu lalu di salah satu sekolah Kota Pontianak yang melapor bahwa anaknya telah mendapatkan pelecahan. Sedangkan yang terjadi di Jalan Komyos Sudarso kemarin, pelakunya tetangga sendiri yang sudah berusia di atas 60 tahun. “Sedangkan di Ketapang, pelakunya ayah kandung,” tukasnya.

Dijelaskannya, anak-anak yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual kebanyakan tidak mendapatkan kasih sayang penuh dari keluarga. Keluarganya kurang harmonis. KPPAD Kalbar berharap, masyarakat dan lembaga-lembaga pemerintah dapat memberikan perhatian khusus kepada anak.

 “Lebih waspada, lebih respect dan memastikan orang yang bermain dengan anak itu, benar adalah orang yang tepat, orang yang menyayanginya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbau Tumbur. Penanggung Perlindungan Kesehatan KPPAD Kalbar, Nani Wirdayani menuturkan, pihaknya telah memberikan pendampingan terhadap anak yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual. Setelah korban melakukan pelaporan, kepolisian koordinasi dengan KPPAD. “Maka kami meneruskan dengan pendampingan psikolog, kemarin hasil visum telah jelas,” ungkapnya.

Yang kasus percobaan pemerkosaan di Sanggau diambil langkah pemeriksaan mata anak di RSUD Soedarso Pontianak. Karena matanya mengeluarkan air. Sementara kasus bapak yang mau memasukkan kelaminnya ke mulut anak hari ini (kemarin, red) akan pihaknya bawa ke dokter THT. “Karena setiap kali mau dikasi makan, dia muntah,” tuntas Nani.

Masih ditempat sama, Penanggung Jawab Kekerasan Psikis KPPAD Kalbar, Sulastri menuturkan, pihaknya melakukan pendampingan bekerja sama dengan psikolog. Pihaknya juga lakukan pendekatan-pendekatan. Dirinya mengimbau, masyarakat dapat berempati dengan saling menjaga dan melindungi anak. Karena anak-anak punya masa depan dan harus dilindungi. “Jangan sampai punah karena masa depannya hancur,” imbuhnya.

Dia juga berharap orangtua dan masyarakat berperan menyelamatkan anak bangsa. “Jangan hanya bicara dia generasi penerus, tapi bagaimana  melindunginya dan memberikan rasa aman,” demikian Sulastri. (Andi Ridwansyah/rk)

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:14
Potensi Defisit APBD Kalbar 2018
Kalau Ada Penyimpangan Harus Ditangkap

PROKAL.CO, PONTIANAK- Potensi defisit APBD Kalbar Tahun Anggaran 2018 berdampak terhadap pencairan dana pengerjaan kepada kontraktor, terutama proyek Penunjukan langsung (PL). Akibatnya banyak kontraktor mengeluhkan hal tersebut ke Komisi 1 DPRD Kalbar. Ini turut menjadi perhatian Ombudsman RI Perwakilan Kalbar. Meminta Pemerintah Provinsi Kalbar menjelaskan sebab terjadinya defisit tersebut. Sehingga mengganggu jalannya pencairan dana proyek.

"Karena itu hal-hal yang detail dan memerlukan penjelasan dimana letak kesalahannya. Kalau belum dibagi ya dibagi lah, kenapa ditahan," tegas Kepala Ombudsman Perwakilan Kalbar Agus Priyadi di kantornya, Jumat (3/8).

Agus juga meminta dewan provinsi mengundang Ombudsman membicarakan defisit APBD ini. Walaupun kata dia, ada yang laporan bahwa defisit akibat gaji 13 dan 14 pada pemberian THR.  "Itu hanya Rp200 miliar. Terus Rp400 miliar nya gimana? Maka itu gubernur dan DPRD yang lama harus menjelaskan. Kalau ada penyimpangan harus ditangkap oleh KPK atau kejaksaan," tegas Agus.

Ia pun meminta kepada pemimpin baru untuk membangun komitmen dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Salah dihukum dan yang benar diberi penghargaan. "Jangan asal taroh pejabat aja. Sehingga terjadi defisit hingga Rp600 miliar itu gimana ceritanya?" tanyanya.

Perihal tertundanya pencairan dana proyek, Agus menyarankan untuk melihat aturannya kembali. Apakah bisa dianggarkan untuk tahun depan. "Itu utang. Dari segi aturan bagaimana itu,” ucapnya. “Kawan-kawan BPK bisa memberikan masukan. Kalau memang untuk dianggarkan tahun depan bisa, harus dianggarkan," timpal Agus.

Akibat potensi defisit, Pemprov melakukan berbagai upaya untuk menutupinya. Diantaranya mengurangi anggaran belanja langsung setiap OPD sebanyak 30 persen. Pengurangan ini dinilai  menjadi sebuah permasalahan. Menurut Agus, defisit ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemimpin baru nanti. Persoalan tersebut harus diselesaikan. “Mengusut atau apalah," sarannya.

Agus menuturkan, dalam rangka meningkatkan pendapatan sebetulnya persoalan gampang. Pertama, dengan cara menghitung ulang objek pajak setiap kabupaten/kota. “Misalnya bangun pertama 70 meter persegi saat ini mungkin sudah 144 meter persegi,” tuturnya.  Kedua, setiap transaksi di kantor notaris harus diawasi dengan ketat. Hal itu karena menyangkut Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang akan masuk ke kas daerah.

"Maka tempatkan petugas pajak, sehingga transaksi notaris itu terpantau. Karena akan menjadi kesalahan apabila nilai transaksi yang riil ditulis tidak riil. Karena kasian pemborong kekurangan duit," demikian Agus.  (Rizka Nanda/rk)

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:13
Ini Dia Kasdam Tanjungpura yang Baru

PROKAL.CO, SUNGAI RAYA- Jabatan Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tanjungpura berganti. Dulunya dijabat Brigjen TNI Sulaiman Agusto, kini resmi dijabat Brigjen TNI Alfret Denny D Teujeh. Serah terima jabatan (sertijab) ini dipimpin Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Achmad Supriyadi di Aula Makodam, Jumat (3/8) sore.

Brigjen TNI Alfret Denny D Teujeh pada jabatan sebelumnya sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad). Sementara Brigjen TNI Sulaiman Agusto pada jabatan barunya sebagai Pati Ahli Kasad Bidang Hukum. Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan, sertijab dan laporan korps di lingkungan TNI AD merupakan suatu keniscayaan yang harus dilakukan, sebagai upaya penyegaran dalam tubuh organisasi yang dilandaskan pada kepentingan pembinaan personel dan pembinaan satuan.

"Kepada Brigjen TNI Sulaiman Agusto, saya menyampaikan terima kasih atas pengabdiannya selama menjabat sebagai Kasdam XII/Tanjungpura dan Nyonya Helly Sulaiman Agusto sebagai Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tanjungpura," ucap Pangdam.

Pangdam berharap, karya dan baktinya selama ini dapat membawa manfaat yang besar guna menghadapi tugas dan pengabdian selanjutnya. Sementara itu, kepada Brigjen TNI Alfret Denny D Teujeh, Pangdam memberikan selamat atas jabatannya sebagai Kasdam XII/Tanjungpura dan Ny Evi Denny Teujeh sebagai Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tanjungpura. Pangdam berpesan agar memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk mengembangkan segala kemampuan yang dimiliki, guna kemajuan organisasi TNI AD khususnya Kodam XII/Tanjungpura.

Pangdam menjelaskan, jabatan Kepala Staf di tingkat Kodam adalah sebagai pembantu utama Pangdam yang memegang peranan penting dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan semua aspek manajemen staf dalam lingkup Kodam.

Untuk mewujudkan fungsi tersebut, maka Kasdam dituntut memiliki kemampuan dalam memahami dan menjabarkan esensi serta arah kebijakan Pangdam secara komprehensif, kreatif, responsif dan proaktif, sehingga mampu memberdayakan semua unsur staf menjadi suatu kesatuan yang sinergis.

Selain itu, dibutuhkan pula kearifan dan kematangan dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindak, yang pada akhirnya mampu mengambil langkah dan tindakan secara tepat, sesuai dengan arah kebijakan Pangdam.  Untuk itu, kepada Kasdam XII/Tpr yang baru, Pangdam berharap agar dapat melaksanakan tugas dengan baik serta selalu menciptakan iklim kerja yang kondusif, baik di lingkungan staf maupun dalam memelihara hubungan kerja dengan lembaga atau instansi lainnya dan masyarakat.

"Kasdam adalah membantu Pangdam dalam mengkoordinasikan tugas-tugas staf. Jadi beliau nanti akan mengkoordinir semua kegiatan staf dalam rangka pencapaian tugas pokok itu," kata Pangdam.

Pangdam memaparkan, Brigjen TNI Alfret Denny D Teujeh pernah bertugas di wilayah Kodam XII/Tpr sebagai Komandan Korem (Danrem) 121/Alambhana Wanawai. "Waktu itu dia jadi Danrem, sehingga diharapkan akan membantu tugasnya beliau atau tugas Kodam secara keseluruhan," tutur Pangdam. (Ambrosius Junius/rk)

Minggu, 29 Juli 2018 21:45
Waduh, Wadir Reserse Narkoba Polda Kalbar Bawa Sabu

PROKAL.CO, JAKARTA- Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Viktor Yogi Tambunan membenarkan kabar penangkapan anggota Polri karena kedapatan membawa sabu seberat 23,8 gram. Anggota tersebut merupakan Wadir Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat AKBP Hartono. "Kejadian dugaan membawa barang yang diduga sabu benar ada," katanya kepada merdeka.com, Minggu (29/7/2018).

Berdasarkan informasi, Hartono saat itu ketahuan membawa barang haram saat berada di Bandara Soekarno-Hatta, pada Sabtu 28 Juli. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.20 WIB. Petugas keamanan bandara lantas mengamankan oknum tersebut. Menurut Viktor, saat ini yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di Mabes Polri. "Saat ini sedang didalami Paminal Mabes Polri," ujarnya. (int)

Sabtu, 28 Juli 2018 21:00
KEREN..!! Kapuas Hulu Jadi Cagar Biosfer Baru

PROKAL.CO, PUTUSSIBAU-  Betung Kerihun Danau Sentarum (BKDS) Kapuas Hulu resmi dikukuhkan menjadi cagar biosfer baru pada Sidang ICC-MAB UNESCO ke 30 di Palembang, Rabu (25/7). Bupati Kapuas Hulu AM Nasir SH yang hadir dalam acara tersebut didaulat untuk membacakan pernyataan sebagai penerima sertifikat cagar biosfer dari Man and Biosphere UNESCO itu.

 “Ini merupakan bukti komitmen Kabupaten Kapuas Hulu menjaga kelestarian alam, sehingga mendapatkan dukungan dan pengakuan internasional,” ujar Nasir usai kegiatan, seperti dikutip dari Rakyat Kalbar.

Nasir mengaku sangat mendukung dan bangga dengan dinobatkannya Kapuas Hulu salah satu cagar biosfer. Yakni Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu. Dengan menyandang status baru tersebut, dia berharap memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Bumi Uncak Kapuas.

Pemberian status cagar biosfer ini sekaligus menegaskan akan pengakuan internasional terhadap kelestarian alam di provinsi paling timur Kalbar itu. “Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melestarikan dan menjaga Bumi Uncak Kapuas dari kerusakan akibat manusia,” tegasnya.

Bupati dua periode ini menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak. Karena terus bekerja sama dalam mewujudkan konservasi dan memberikan sumbangsih terhadap kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu.

Penetapan Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu ini bersamaan dengan 23 Cagar Biosfer lainnya dari 19 negara. Direktur MAB-Indonesia Prof. Dr. Ir. Y Purwanto, DEA menyambut baik atas pengukuhan tersebut. Ini merupakan langkah baik bagi Kapuas Hulu serta Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Diharapkan dengan “branding baru” ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kualitas hidup dan lingkungan yang lebih baik. “Juga mendukung status Kapuas Hulu sebagai kabupaten konservasi,” harap Purwanto.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNKBDS) Ir. Arief Mahmud MSi yang turut mendampingi Nasir mengungkapkan, dengan branding baru tersebut diharapkan terwujudnya keharmoniasan hubungan masyarakat Kapuas Hulu dalam memanfaatkan taman nasional sesuai sistem zonasi yang ada. “Keharmonisan ini dapat berdampak baik bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar taman nasional,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui kata Arief, tahun 2003 Kapuas Hulu telah telah ditetapkan sebagai kabupaten konservasi. Sekitar 65 persen luas wilayah Kapuas Hulu merupakan hutan. “Baik hutan konservasi, hutan lindung maupun hutan produksi,” jelasnya.

Sebagian besar penduduk Kapuas Hulu sangat menggantungkan kehidupannya terhadap kelestarian hutan. Baik pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti gaharu, madu. “Maupun potensi satwanya seperti ikan awana, hingga potensi airnya serta wisata,” paparnya. Keterpaduan hidup antara masyarakat Kapuas Hulu dengan taman nasional sangat harmonis. “Sebagai zona inti cagar biosfer, hutan lindung dan hutan produksi, zona penyangga, serta kawasan areal pengunaan lainnya sebagai zona transisi,” tuturnya.

Masyarakat dapat memanfaatkan dan mengelola hutan tersebut sesuai kaidah konservasi sehingga lestari. Keharmonisan ini patut diapresiasi oleh berbagai kalangan baik nasional maupun internasional. “Kedepannya Kapuas Hulu dapat dijadikan contoh bagi kabupaten lain untuk keterpaduan pembangunan ini,” demikian Arief.  (Andreas/rk)

Kamis, 26 Juli 2018 20:47
Jamaah Asal Kalbar Mulai Diberangkatkan Minggu
7 CJH Sanggau Berpotensi Gunakan Kursi Roda

PROKAL.CO, PONTIANAK- Sebanyak 109 calon jemaah haji (CJH) dari kuota 110 asal Kabupaten Sanggau siap menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Kesiapan tersebut disampaikan Kasi Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Sanggau, H. Daljuli saat ditemui wartawan di Kantornya, Rabu (25/7).

Diberitakan Rakyat Kalbar, Daljuli menjelaskan, kuota untuk Sanggau sebanyak 110 orang. Dari jumlah tersebut, satu CJH menyatakan mundur karena tidak mau pisah dengan mahromnya.  “Dia mundur supaya bisa berangkat dengan istrinya, karena tidak bisa digantikan otomatis yang berangkat nanti 109 orang dengan 57 perempuan dan 52 laki-laki,” jelasnya.

Daljuli menyampaikan, kemungkinan ada enam atau tujuh CJH yang berpotensi menggunakan kursi roda. Baik karena usia dan sakit. “Tapi semoga saja nanti di sana mereka dapat menjalankan ibadah dengan lancar,” harapnya.

Kondisi CJH asal Sanggau akan selalu dipantau Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD). CJH tertua bernama Marjuneb bin Ibrahim usia 78 tahun asal dari Dusun Kawat RT/RW 01/02 Kecamatan Tayan Hilir. Termuda bernama Meilani Nauli binti Sulpan Nauli Lubis usia 28 tahun asal Dusun Sengawan Hilir Desa Binjai Kecamatan Tayan Hulu. Untuk keberangkatan, dijadwalkan akan berangkat dari Sanggau pada 30 Juli 2018. “Mereka menginap semalam di Pontianak,” jelasnya.

Tanggal 31 Juli 2018, berangkat dari Pontianak menuju Embarkasi Batam. Dilanjutkan keesokan harinya menuju Jeddah, Arab Saudi. Dia pun mengucapkan terimakasih kepada Pemda Sanggau. Seperti tahun sebelumnya, kali ini per CJH asal Sanggau kembali mendapatkan uang saku sebesar Rp1,5 juta. Bantuan tersebut rencananya akan diserahkan sesaat sebelum berangkat.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalbar Ridwansyah menuturkan, persiapan panitia haji sudah mencapai 90 persen. "Insya Allah sebanyak 2527 jemaah akan diberangkatkan semua," ujarnya.

Ridwansyah mengatakan, ada tiga kunci kesuksesan yang akan dicapai panitia dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Pertama,  pemberangkatan dan persiapan yang masuk dalam kuota 2018 tidak ada yang tertinggal, termasuk barang bawaan jemaah. "Jika sesuai waktu yang kita tetapkan, maka itu sukses," ujarnya.

Kedua, jemaah bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik. Untuk itu, sebelumnya panitia sudah melakukan pembinaan manasik haji kepada para CJH. Mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten/kota."Jemaah itu sendiri juga harus meningkatkan kemampuan dan pemahamannya," tegasnya.

Untuk meningkatkan pemahaman CJH, panitia juga membuat program bimbingan ibadah haji bersama masyarakat. Dimana masyarakat sekitar juga berperan memberi bimbingan kepada CJH. Dengan pembekalan yang maksimal diharapkan akan membuat CJH memperoleh haji mabrur.

Terakhir, para CJH bisa pulang dengan selamat dan tepat waktu.  Ketiga kunci ini selalu diperkuat. “Ini adalah kerja bersama kita," ucapnya. CJH Kalbar mulai diberangkatkan Minggu (29/7). Ada empat kabupaten yang akan diberangkatkan pada hari pertama ini. Yaitu, Kabupaten Kubu Raya, Kapuas Hulu, Sekadau dan Kayong Utara. Empat kabupaten itu juga didampingi oleh 2 orang paramedis, 1 orang dokter, 1 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), serta 1 orang Tim Pembimbing Ibadah Haji (TPIHI).  (Kiram Akbar, Rizka Nanda/rk)

Kamis, 26 Juli 2018 20:46
Amankan Dua Pelaku Pembakaran Lahan
Kemarau, Sungai Kapuas Mulai Mengering

PROKAL.CO, PONTIANAK- Dalam dua minggu terakhir, lahan yang terbakar di wilayah hukum Polresta Pontianak mencapai hampir 100 hektare. Sedangkan pelaku pembakaran yang diamankan dua orang. Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Wawan Kristiyanto menuturkan dari 100 hektare lahan tersebut, kebakaran terparah terjadi di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. “Yakni di wilayah Rasau dan Sungai Raya, ini lokasinya berdekatan,” ucapnya, Rabu (25/7).

Diberitakan Rakyat Kalbar, sampai saat ini pihaknya terus melakukan upaya pemadaman secara berkesinambungan di titik-titik yang masih terbakar. Memasuki musim kemarau mengakibatkan debit air menurun, sehingga lahan gambut perlu menjadi kewaspadaan. “Masyarakat jangan membuang sembarangan barang yang mudah terbakar yang dapat memicu kebakaran hutan,” pesannya.

Imbauan kepada masyarakat dan pemberlakuan sanksi tegas terhadap pelaku pembakar lahan telah dilakukan. Terkait dua pelaku yang diamankan mengakui perbuatannya. Mereka membuka lahan dengan cara dibakat lantaran akan digunakan untuk bercocok tanam. “Sedangkan untuk kepemilikan lahan punya siapa, masih akan kita dalami,” tegasnya.

Pengungkapan dua tersangka tersebut hasil penyelidikan dan pengembangan temuan pihak kepolisian di dua lokasi. “Satu Kecamatan Sungai Raya dan Satunya lagi di Kecamatan Pontianak Utara,” jelasnya.

Pihaknya masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait dugaan keterkaitan perusahanaan melakukan pembakaran lahan di wilayah hukum Polresta Pontianak. Namun untuk saat ini belum ada indikasi keterlibatan perusahaan dan sifatnya masih perorangan. “Dampak yang dilakukan terjadilah kebakaran sangat luas, sehingga sangat membahayakan,”ungkapnya.

Kemarin kata Wawan, kebakaran lahan terjadi di empat kecamatan. Yakni Pontianak Tenggara, Ambawang, Sungai Raya, dan Rasau Jaya. Pihaknya menerjunkan hampir 300 personel kepolisian untuk membantu pemadaman.

“Selain itu juga dibantu dengan personel TNI, Manggala Agni. Dan untuk Kabupaten Kubu Raya juga di backup Yayasan Pemadam Api, dan BPBD,” imbaunya. Sampai saat ini personel kepolisian masih disiagakan di lapangan guna melakukan patroli dan pemantauan. Dia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan pembakaran dalam membuka lahan perkebunan ataupun pertanian.

“Karena kita semua sudah tahu dampak dari kebakaran lahan akan banyak yang dirugikan, termasuk kesehatan masyarakat,” demikian Kapolresta. Sementara itu, musim kemarau mengakibat sungai-sungai di Kabupaten Sintang kering. Di antaranya sungai Kapuas yang berada di depan kantor Bupati Sintang, Jalan Pangeran Kuning.

Pasir di pantai sungai Kapuas timbul karena airnya surut. Kondisi ini ternyata menambah keindahan tersendiri bagi orang-orang. Maka tidak mengherankan, ramai warga bersantai sore di di sekitaran sungai.

Kekeringan tersebut juga dimanfaatkan komunitas wakeskate menampilkan atraksinya di sungai Kapuas. Kemarau ini juga  banyak dimanfaatkan orang untuk mencari ikan. Seperti yang dilakukan seorang ibu rumah tangga bernama Aye.

"Saya hobi mancing, ini buat ngisi waktu kosong. Jadi saya memanfaatkan air yang surut untuk mencari ikan dengan cara memancing," katanya, Rabu sore (25/7). Sementara seorang pedagang, Agun mengatakan, musim kemarau memiliki hikmah tersendiri. Kendati cuaca panas, orang-orang ramai berkunjung ke sekitar cople (tempat bersantai dekat pesisir sungai kapuas) banyak membeli minuman.

"Dibalik semuanya ini tersimpan suatu hikmah, yaitu sebuah rejeki yang diberikan sang pencipta. Jadi kita patut mensyukuri baik itu musim kemarau maupun musim hujan" lugas Agun. (Andi Ridwansyah, Benidiktus Krismono/rk)


BACA JUGA

Kamis, 03 Maret 2016 21:14

Tak Suka Anaknya Didekati, Pemilik Warkop Tusuk Keluarga Sendiri

PONTIANAK- Kepolisian Resort Pontianak terus mendalami motif kasus penganiayaan terhadap Yenny, warga…

Kamis, 03 Maret 2016 20:56

Eks Gafatar Sudah Pulang, Menteri Agama Baru Datang

PONTIANAK- Akhirnya, Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin merapat ke Kalimantan Barat, Rabu…

Kamis, 03 Maret 2016 09:14

Usai Mutilasi Anak, Petrus Sempat Minta Dimandikan dan Dipakaikan Jubah

NANGA PINOH- Ustaz Ali Murtado sempat ngobrol dengan pelaku pembunuhan anak-anak kandungnya sendiri,…

Senin, 29 Februari 2016 11:57

Lulus Pendidikan Satpam, Pria Ini Malah Jadi Pencuri Kabel

PONTIANAK- Lulusan pendidikan Satpam angkatan 54, Angga, 24, tak berdaya setelah kaki kanannya ditembak…

Kamis, 11 Februari 2016 08:52

Jambret Diringkus Pas Lagi Asyik Karaoke sambil Meluk Ladies

PONTIANAK- Sedang asyik karaoke sambil memeluk ladies penghibur di karaoke, Delon, 19, diciduk jajaran…

Rabu, 10 Februari 2016 14:40

Belum Sempat Dijual, Si Pencuri Sandal dan Kerudung Ini Keburu Dibekuk

PONTIANAK- Wahyu (24) harus berurusan dengan polisi. Ia ketahuan memanjat pagar dan mendobrak pintu…

Selasa, 09 Februari 2016 15:54

Beegh..Bikin Malu!! Oknum Anggota DPRD Jadi Tersangka Pungli

SEKADAU- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sekadau menetapkan status tersangka terhadap FN, oknum anggota DPRD…

Senin, 01 Februari 2016 09:04

Siap-Siap, Hujan Lebat dan Puting Beliung Intai Warga Kalbar

PONTIANAK- Hujan lebat dan deras disertai angin kencang masih mengguyur sejumlah daerah di Kalimantan…

Jumat, 29 Januari 2016 15:47

Payah Ah! Penanganan Korupsi IAIN Stagnan

PONTIANAK- Penanganan kasus korupsi pengadaan meubeler rumah susun mahasiswa Institut Agama Islam Negeri…

Rabu, 27 Januari 2016 14:35

Main Sepeda Dekat Sungai, Bocah Ini Ditemukan Tewas Tersangkut di Tiang Jembatan

PUTUSSIBAU– Keasyikan bermain bersama temannya, bocah laki-laki berusia 13 tahun ditemukan tewas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .