UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH
Kamis, 19 April 2018 19:13
Rapatkan Barisan Tangani TBC, Stunting dan Imunisasi
Menkes Pesimis Hadapi Bonus Demografi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Indonesia urutan tertinggi kedua di dunia penderita tuberculosis (TBC). Kondisi ini semakin memperihatinkan lantaran  angka stunting di nusantara juga tinggi.  Seperti dilansir Rakyat Kalbar, Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek mengakui secara gamblang di hadapan awak media mengenai dua kasus itu. Pemerintah mulai bergegar dan merapatkan barisan. Apalagi isu kesehatan di Indonesia memang paling seksi untuk digali. Seluruh sektor mulai saling bahu membahu untuk menggenahkan persoalan ini.

"Saya kira ini harus diselesaikan,” ucapnya usai mengikuti Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Kalimantan Barat di Ballroom Hotel Kapuas Palace, Pontianak, Rabu (18/4). Kalau masalah ini tidak diselesaikan Indonesia, yang ditakutkan juga tentu resistensi dari obat. Karena sempat di Rakerkesda dikatakan dropout dan sebagainya. “Ini benar-benar harus kita dampingi betul-betul," tegasnya.

Menkes khawatir kalau sudah terjadi resistensi. Karena akan dapat merugikan negara. Baik secara ekonomi maupun hubungan dengan negara lain. Untuk mencegah dua hal itu, pemberian imunisasi kepada anak sejak dini adalah dasarnya. "Ini adalah upaya yang harus kita kerjakan," lugasnya.

Cita-cita pemerintah Indonesia akan siap menghadapi bonus demografi. Namun, dia pesimis dengan kondisi sekarang ini. "Bagaimana mau menghadapi bonus demografi, sementara anak kita kurang gizi?" tanya dia.

Sehingga, pemerintah menjadikan tiga isu penting ini sebagai fokusnya. Yaitu TBC, stunting dan pemberian imunisasi. Ini akan digarap dengan memanfaatkan seluruh sektor. Satu diantara upaya itu, adalah dengan menerapkan program Indonesia Sehat melalui 12 indikator. "TBC maupun stunting itu pasti terkait dengan interpensi sensitif. Seperti sumber air bersih, ketahanan pangan kita semua itu saling berkaitan. Jadi kalau tiga hal itu, kita harus bekerja secara politik," tegasnya.

Di samping persoalan penyakit menular, pemerintah juga fokus dalam penanganan penyakit tidak menular. Seperti penyakit jantung dan diabates. Penyakit jantung cegah dihipertensi. “Sedangkan penyakit diabetes tentunya kita cegah dipemeriksaan gula darah," tutup Menkes.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Andy Jap menuturkan, melihat upaya yang sangat gencar dilakukan pemerintah pusat, pihaknya tinggal merumuskan dalam bentuk langkah-langkah konkrit. Dia pun mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk sama-sama menangani tiga masalah itu. Itulah yang akan pihaknya lakukan setelah Rakerkesda ini. “Sehingga dari Rakerkesda ini teman-teman kabupaten/kota pulang sudah tau mau berbuat apa di Puskesmas daerah masing-masing," ungkapnya.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Rikesda) Tahun 2013, angka prevalensi stunting pada Balita provinsi Kalbar berada pada angka 38,6 persen. Di tahun 2017, angka prevalensi menurun menjadi 36,5 persen (selengkapnya lihat tabel).

“Dari 14 kabupaten/kota se Kalbar, catatan khusus bagi Sekadau, Sintang, Kapuas Hulu dan Sanggau. Pemerintah daerah harus berupaya menurunkan angka prevalensi itu,” jelas Andy. Untuk capaian imunisasi cakupan IDL Kalbar Tahun 2014-2017 sebesar 82,6 persen. UCI Desa sekitar 70,6 persen.

“Sedangkan persentase realisasi dan target penemuan (CNR) tuberculosis semua tipe Tahun 2017 yakni target 7.596 tercapai 5.213 atau 69 persen. Tahun 2016, target 6.210 tercapai 5.178 atau 83 persen,” ungkapnya. Ia menjelaskan, presentase keberhasilan tubercolusis paru dengan BTA (+) Success Rate Kalbar Tahun 2017 adalah 73 persen. Untuk penemuan kasus tuberculosis resisten obat (RO) Tahun 2017 yakni dari 1.348 kasus terduga TB RO yang dites TCM. “74 kasus diantaranya hasil MTB positif rif resisten. 50 kasus memulai pengobatan,” jelasnya.

Sementara itu, cakupan kinerja program 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) PSG 2017 diantaranya pencapaian 50,4 persen untuk Tablet Tambah Darah (TTD) ibu hamil, Inisiasi Menyusui Dini (IMD) 47,7 persen, ASI Eksklusif 50,8 persen, IDL 82,6 persen, D/S 72,7 persen, air bersih 60 persen, sanitasi 55 persen dan Desa Open Defecation Free (ODF) 10 persen. “Untuk mengatasi tiga isu utama masalah kesehatan yakni stunting, tuberculosis dan imunisasi perlu sinergi semua pihak,” pungkasnya.

“Semua program telah dijalankan diantaranya Desa Kita Desa Siaga Aktif, Posyandu, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Kampung Keluarga Berencana dan lainnya,” sambung Andy Jap.

Sedangkan Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji menilai sebenarnya provinsi ini relatif kaya sumber daya makanan. Akan tetapi tidak bisa juga dihindarkan ternyata masyarakat dalam rangka untuk merawat bayi yang lahir sampai seribu hari pertama kehidupan kurang baik. "Sehingga stuntingnya lebih tinggi dari angka nasional. Padahal kalau kita semua sadar stunting tinggi ini harapan kurang baik bagi Kalbar di masa depan," tuturnya.

Dodi mengimbau kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota terus memperat sinergitas bersama Pemprov untuk menuntaskan hal ini. Imunisasi harus dilakukan. Beri jatah ASI kepada bayi dalam jangka waktu agak lama. “Anak saya bisa 2 tahun 2 bulan, sehingga tingkat kecerdasan emang agak berbeda dengan saya waktu kecil. Itu realitas yang kami lihat secara kasat mata," terangnya.

Satu diantara faktor terjadinya stunting adalah kesadaran dari ibu yang merawat anak. Akan tetapi kata dia, jika hanya mengandalkan peran ibu, dunia ini tidak adil. Bapak-bapak juga jangan cuek kalau punya bayi.  “Ini menjadi sesuatu yang perlu perhatian kita semua, mengatasi stunting itu harus diberi kesadaran ibu dan bapak. Lalu keduanya berkomitmen memberikan asupan yang baik," pungkas Dodi. (Rizka Nanda/rk)

Kamis, 19 April 2018 19:11
Kejari Kapuas Hulu Selidiki Proyek Penguatan Tebing Kapuas
YAELA, KASUS NIH..!! Belum Setahun Miring dan Roboh

PROKAL.CO, PUTUSSIBAU- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu sedang membidik proyek penguatan tebing sungai Kapuas di Desa Sungai Uluk Kecamatan Putussibau Selatan. Pasalnya, pembangunan tersebut diduga tidak sesuai.

Diberitakan Rakyat Kalbar, penyelidikan dilakukan lantaran proyek yang dibangun menggunakan APBN senilai Rp10 miliar itu kondisinya sudah miring, bahkan ada yang mulai roboh. Padahal pembangunannya belum sampai satu tahun. “Awal-awal pembangunan dulu, mereka yang ingin bekerja sempat lapor ke kami. Tapi sudah selesai pembangunan berita acara penyelesaian saja tidak ada,” ungkap Kaur Pemeritahan Desa Sungai Uluk, Didi, Rabu (18/4).

Melihat kondisi seperti itu kata Didi, masyarakat merasa kecewa dengan pembangunan yang dikerjakan PT. Kreasindo Putra Bangsa tersebut. "Ini belum lama dibangun, sudah hancur dan dikhawatirkan tidak mampu menahan abrasi sungai," tuturnya.

Mestinya kata Didi, pembangunan yang menghabiskan dana APBN sebesar itu, perencanaannya harus lebih matang. Melihat dan mengkaji kondisi tebing sungai yang memang selalu diterjang air. Sehingga pekerjaan bisa dilakukan dengan baik.

Lanjut Didi, pihaknya hanya ingin perusahaan pelaksana pekerjaan bertanggungjawab. Jika terjadi penyimpangan, diharapkan aparat penegak hukum mengusut tuntas proyek tersebut. “Kalau beginikan pembangunannya tak bisa dinikmati masyarakat,” pungkas Didi.

Terpisah, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kapuas Hulu, Ricky Pangabean menjelaskan, proyek penguatan tebing sungai Kapuas memang tengah ditangani pihaknya. Penanganan kasus ini berawal dari laporan masyarakat, karena menganggap pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai. "Jadi kami masih mendalaminya. Terkait pemeriksaan masih dalam penyelidikan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, proyek tersebut dikerjakan tahun 2017 lalu dengan dana APBN sebesar Rp10 miliar. Kerugian negara belum diketahui, karena masih dalam proses penyelidikan. “Kasus ini bergulir pada tahun 2017, dan menjadi tunggakan kasus yang mesti kami selesaikan tahun ini,” tegas Ricky. (Andreas/rk)

Kamis, 19 April 2018 19:07
GAGAH BANGET..!! Selamat..!! Gator dan Pirates Capai 1.000 Jam Terbang

PROKAL.CO, Dua penerbang termpur Skadron Udara 1, Pangakalan Udara (Lanud) Supadio, Pontianak menoreh prestasi. Kegemilangan ini dicapai Lettu Pnb Yasrul 'Gator' Ardya Nugraha dan Lettu Pnb M Teguh 'Pirates' Eko Putranto dengan raihan 1.000 Jam Terbang (JT) menggunakan pesawat tempur Hawk 100/200.

Diberitakan Rakyat Kalbar, keberhasilan dua penerbang TNI AU tersebut mendapat apresiasi dari Komandan Lanud (Danlanud)  Supadio, Marsma TNI Minggit Tribowo S.IP.  “Pencapaian 1.000 jam terbang pada pesawat Hawk 100/200 merupakan sebuah prestasi dan bukanlah hal yang mudah untuk diraih oleh setiap penerbang tempur," ucap Danlanud dalam amanatnya saat upacara tradisi penyematan Badge 1000 JT pesawat Hawk 100/200 di Shelter Skadron Udara 1, Lanud Supadio, Selasa (17/4).

Dikatakan Danlanud, pencapaian ini membutuhkan upaya (effort) yang sangat besar, dedikasi, semangat, kemampuan dan profesionalisme yang tinggi para penerbangnya. Selain itu juga sangat ditentukan oleh kesiapan pesawat. Maka prestasi ini tidak lepas dari dukungan dan kerja keras seluruh personel pendukung.

"Oleh karena itu saya menyampaikan ucapan selamat kepada Pirates dan Gator termasuk kepada seluruh personel teknisi atas keberhasilan pencapaian ini," tuturnya. Kepada kedua penerbang itu, Danlanud mengingatkan agar terus belajar dan berlatih dengan lebih giat lagi. Sebab masih banyak tahapan latihan maupun operasi yang harus dilaksanakan.

Danlanud juga berharap, keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh penerbang Skadron Udara 1 untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi. Pada kesempatan tersebut Danlanud juga berterimakasih kepada seluruh personel Skadron Udara 1 yang telah menunjukkan dedikasi kerja yang tinggi sehingga seluruh pelaksanaan tugas yang diemban dapat tercapai dengan baik.

"Secara khusus saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Komandan Wing Udara 7, Danskadron Udara 1 beserta seluruh personelnya atas kinerja yang telah ditunjukkan selama ini. Berbagai keberhasilan tugas yang dilaksanakan selama ini dapat berjalan dengan sangat baik dan mampu mencapai Zero Accident," ucap Danlanud.

Selain dihadiri oleh segenap personel Skadron Udara 1, upacara tradisi ini juga diikuti oleh Komandan Wing Udara 7, Kolonel Pnb Setiawan, para kepala dinas dan sejumlah pejabat teras Lanud Supadio. (amb/rk)

Kamis, 19 April 2018 19:05
Menkes Resmikan Dua Puskesmas di Perbatasan Sanggau
EMANG BISA? Menkes Ingin Hapus Tren Berobat ke Luar Negeri

PROKAL.CO, ENTIKONG- Kecamatan Entikong dan Balai Karangan Kabupaten Sanggau kini memiliki Puskesmas yang representatif. Kedua Puskesman tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Selasa (17/4).

Diberitakan Rakyat Kalbar, pembangunan Puskesmas di Perbatasan Kalbar yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2017 ini berawal perbincangan Menkes dengan kawannya sekitar dua tahun lalu. Ibunya mengidap sakit jantung. Grasak-grusuk dirinya bolak-balik berkas.

Kenapa? Rupanya lusa dia bersama si ibu harus berangkat ke Kuching-Malaysia untuk mendapat pengobatan paling maksimal. Kisah dua tahun lalu itu, berputar bagai kaset rusak.  Nila Moeloek mengakui tren masyarakat berobat keluar negeri memang masih sering dilakukan. "Meski ini menjadi tren, namun sampai saat ini saya tidak tahu dimana letak baiknya berobat keluar negeri," ungkapnya.

Meski telah menjadi kebiasaan masyarakat Kalbar berobat keluar negeri, Menteri perempuan berkacamata itu optimis dengan adanya pembangunan rumah kesehatan di kawasan perbatasan dengan anggaran mencapai Rp11 Miliar ini. Terutama terkait fasilitas khusus di peralatan medis. Warga perbatasan dan pedalaman serta masyarakat umum tak lagi berobat ke luar negeri.

"Dua Puskesmas yang telah diresmikan ini memiliki fasilitas yang telah kita tambah dan tak perlu lagi ke luar negeri," ujarnya. Rasa percaya diri itu juga dibarengi dengan kawasan Puskesmas ini dibangun tepat di tepi jalan raya nasional Entikong. Padahal dulunya Puskesmas itu berada di tepi sungai. Dia pun menjelaskan, Kemenkes telah menyelesaikan 80 persen pembangunan Puskesmas se Indonesia. Dimana yang menjadi perhatian pada kawasan perbatasan, daerah terpencil dan terluar.

"Puskesmas yang Kemenkes bangun termasuk dua di Entikong dan Balai Karangan ini merupakan bangunan dengan ramah lingkungan sehingga membuat masyarakat nyaman selain fasilitas terkait peralatan yang terus diupayakan dilengkapi," tuturnya.

Meski ia tak menemukan alasan tepat terkait hal itu, Menkes yakin jika pada tahunini masyarakat tak lagi berobat ke luar negeri. "Kita bisa melihat betapa bagusnya Puskesmas di kawasan perbatasan ini sehingga kita berharap tren berobat keluar negeri tidak lagi terjadi," harapnya.

Secara nasional ada 125 Puskesmas yang akan dibangun atau renovasi sepanjang 2017-2018. Hingga saat ini sudah 110 Puskesmas yang sudah dibangun dan direnovasi. Termasuklah Puskesmas di Kecamatan Entikong dan Balai Karangan.

"Masih ada 14 Puskesmas lagi yang akan dikerjakan, cuma wilayahnya sulit terjangkau," ungkap Nila. Selain itu, tahun ini Kemenkes juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan 260 Puskesmas di perbatasan dan daerah tertinggal. Anggaran yang dialokasikan tidak hanya untuk pembangunan, tapi juga renovasi. Ketersediaan SDM kesehatan yang mumpuni juga sangat penting dalam optimalnya kinerja Puskesmas di daerah perbatasan. Makanya, Kemenkes melalui Program Nusantara Sehat telah menempatkan tenaga kesehatan. Seperti dokter, perawat, bidan dan lainnya pada daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK), termasuk pada kedua lokasi Puskesmas ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Andy Jap menuturkan, pemerintah terus melengkapi fasilitas kesehatan tingkat pertama di perbatasan. Tak hanya Entikong, pemerintah juga fokus dengan pembangunan di Mentebah dan Badau. Pembenahan ini untuk memenuhi syarat Permenkes tentang Puskesmas di perbatasan. "Pokoknya daerah perbatasan kami benahi semua," jelasnya.

Andy menegaskan, pembangunan ini sebagai bentuk perhatian dari pemerintah pusat. Selanjutnya pemerintah daerah juga ikut berperan melakukan pembenahan SDM.  "Pemenuhan SDM itu bisa saja dari pusat dan daerah melakukan pembinaan SDM-nya. Jangan sampai fasilitas sudah bagus dan sesuai standar, tapi SDM tidak mau berubah," imbuh Andy Jap.

Sementara itu, Pj. Bupati Sanggau Moses Tabah menyampaikan, terima kasih kepada Menkes atas diresmikannya dua Puskesmas tersebut. Sebab keberadaan Puskesmas-Puskesmas tersebut begitu penting bagi guna meningkatkan mutu kesehatan masyarakat. Diharapkan, masyarakat perbatasan tidak lagi berobat ke Kuching. “Pemkab Sanggau sangat berterima kasih kepada ibu Menteri,” ucapnya.

Di Kabupaten Sanggau kata dia, terdapat 19 Puskesmas. Ada pula rumah sakit tipe C. “Kami berharap kepada Ibu Menteri untuk membantu membangun Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Sanggau menjadi rumah sakit tipe B,” harap Moses. (Rizka Nanda, Darmansyah Dalimunthe/rk)

Senin, 16 April 2018 11:31
Satgas Pamtas Yonif RK 644/Wls Kembali Temukan Tanaman Ganja

PROKAL.CO, PUTUSSIBAU- Untuk kesekian kalinya, Batalyon Infanteri Rider Khusus 644 Walet Sakti yang tengah mengemban tugas operasi sebagai Satgas Pamtas RI-PNG di Papua, menemukan tanaman ganja di wilayah tugasnya.

Danyon RK 644/Wls melalui Wadanyon, Kapten Inf Danang Rahmayanto membenarkan bahwa anggotanya kembali menemukan ladang ganja di Kerom, Papua. “Anggota Satgas Pamtas Yonif Rider Khusus 644 Walet Sakti, Pos Kalimao telah berhasil menemukan 23 batang tanaman ganja,” ujarnya kepada Rakyat Kalbar, Sabtu (14/4).

Tanaman ganja itu diantaranya, 4 batang setinggi 70 sentimeter, 10 batang setinggi 120 sentimeter, dan 9 batang setinggi 150 sentimeter. “Itu ditemukan 13 April 2018 lalu,” terangnya. Penemuan tersebut, diceritakannya, berawal dari dua orang warga Desa Kalimao, Distrik Waris yang sedang berobat ke Pos Kalimao Satgas Pamtas Yonif RK 644/Wls. Setelah selesai berobat, salah satu dari warga tersebut memberikan informasi kepada anggota Pos Kalimao bahwa dalam hutan Desa Kalimao, terdapat tanaman ganja yang tidak diketahui siapa penanamnya.

“Menurut dari pengakuan warga, dirinya menemukan tanaman ganja tersebut pada saat pergi berladang,” ungkap Danang. Setelah mendapat informasi itu, lanjut Danang menjelaskan, Danpos Kalimao, Letnan Dua Inf Andika Aditia Armadiansyah segera membentuk tim patroli untuk menindaklanjuti.

“Dipimpin oleh Sertu Arifudin beserta 9 orang anggota Pos Kalimao, langsung menuju ke hutan dengan dibantu oleh warga yang memberikan informasi tersebut sebagai penunjuk jalan menuju lokasi,” katanya.

Setelah sampai di lokasi, tim patroli melaksanakan penyisiran di sekitaran ladang dan berhasil menemukan puluhan tanaman ganja dengan berbagai jenis ukuran tersebut. Penemuan tanaman ganja ini kata Danang, merupakan yang kedua kalinya oleh Pos Kalimao dan ketiga kalinya bagi Satgas Pamtas Yonif RK 644/Wls.  “Keberhasilan menemukan tanaman ganja ini tidak luput dari peran masyarakat sekitar Pos Kalimao,” pungkasnya. (dRe)

 

Jumat, 06 April 2018 09:13
KASIHAN, Karena Alih Fungsi Hutan, Orangutan Makin Terpinggirkan

PROKAL.CO, PONTIANAK- Orangutan sering diburu dan dibunuh akibat tumpang tindih habitatnya dengan lahan masyarakat. Juga gara-gara alihfungsi kawasan hutan tersebut menjadi perkebunan dan Hutan Tanaman Industri (HTI). Hal ini diperparah masyarakat yang menganggap keberadaan orangutan sebagai hama perusak ladangnya.

Dilansir Rakyat Kalbar, dari tahun 2010-2017, terdapat tujuh kejadian orangutan masuk ke perkampungan warga di Desa Rasau, Desa Sungai Purun, Desa Peniraman, dan Desa Wajok, Kabupaten Mempawah. "Ketidaktahuan masyarakat terhadap upaya mitigasi sering berujung kepada jalan pintas, yaitu membunuh orangutan," terang Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta, Selasa (3/4).

Perkara mitigasi ini jadi hal penting untuk dipelajari. Sadtata berujar, satu diantara penyebab utama dari penurunan jumlah populasi satwa liar di Kalimantan Barat, khususnya spesies orangutan, adalah eksploitasi melalui perburuan untuk tujuan perdagangan, pemeliharaan, dan konsumsi.

"Bukan sekadar itu, penyebab lainnya adalah fragmentasi habitat akibat deforestasi yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan, pembalakan liar, dan konversi hutan menjadi areal budidaya," tuturnya.

Upaya melakukan dan memberikan pengetahuan soal mitigasi pun dilakukan. Misalnya melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia yang tengah berlangsung di Kabupaten Mempawah. Pihak terkait digandeng, di antaranya WWF-Indonesia, Yayasan Titian Lestari dan Forum Konservasi Orangutan Kalimantan Barat (FOKAB) serta didukung oleh TFCA Kalimantan bersama BKSDA Kalbar.

“Ini salah satu upaya kita untuk menekan konflik manusia dan orangutan. Sebelum terjadi konflik, sebaiknya dilakukan langkah-langkah antisipasi. Dan ini harus disertai kemauan manusianya sendiri, sehingga secara ekologi populasi spesiesnya terjaga dan secara sosial kehidupan masyarakat juga terjaga,” ujar Sadtata.

Berdasarkan data dari pihaknya, sepanjang 2017, tercatat 439 satwa liar yang melibatkan 28 spesies, termasuk orangutan, berhasil diselamatkan. Penyelamatan terhadap orangutan dilakukan lantaran terjadi konflik antara manusia dengan satwa arboreal tersebut.  (Rizka Nanda/rk)

Jumat, 06 April 2018 09:07
Misteri di Balik Mayat dalam Septic Tank
KARENA INI, Luluk Bunuh Perempuan Ini, Lalu Mayatnya Dibuang ke Septic Tank

PROKAL.CO, Misteri penemuan mayat Suprihatin dalam septic tank Warung Makan Rojo Koyo, di Jalan Mayor Alianyang, kawasan Jembatan Kapuas II Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya terungkap. Korban memang dibunuh rekan kerjanya, Luluk Anggar Irawan.

 

Rakyat Kalbar memberitakan, sebelumnya, korban hilang sejak Sabtu (24/3). Supriatin kemudian ditemukan tak bernyawa pada Rabu (28/3) sekira pukul 07.30 WIB. Pelaku membunuh korban lantaran dilandasi sakit hati. Pasalnya, korban yang kerap marah dan menolak cintanya. “Aku khilaf, kayak ada yang bisikin,” kilah Luluk sambil merintih kesakitan ketika peluru yang bersarang di betis kanannya dikeluarkan tim medis RS Anton Soedjarwo Bhayangkara Pontianak, Selasa (3/4) siang.

Pria kelahiran Bojonegoro, 31 Desember 1996 ini ditangkap tim Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak di rumah kakak kandungnya di Kelurahan Sugihwaras, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin (2/4) sekira pukul 22.20 WIB. Dikawal Kanit Jatanras Polresta Pontianak, Iptu Jatmiko beserta anggotanya, Luluk diterbangkan ke Pontianak, Selasa (3/4). Setelah mendarat di Bandara Internasional Supadio Kubu Raya sekira pukul 07.30 WIB, Luluk langsung digelandang ke lokasi pembunuhan untuk melakukan pengembangan.

Namun, lelaki berbadan tinggi dan kurus ini berusaha kabur dan melawan. Tembakan peringatan pun tak dihiraukan. Terpaksa dia dilumpuhkan dengan tembakan pada betis kanannya. Kemudian, dia dilarikan ke RS Bhayangkara.

Saat ditanya awak koran ini, Luluk mengaku jengkel dengan korban yang lebih tua 15 tahun darinya itu. “Aku jengkel sama dia. Sering marahi aku juga gara-gara nyalakan lampu. Marahnya kayak mau mukul. Aku juga pernah diguyur banyu (air) saat tidur. Terus aku diam saja,” tuturnya.

BACA JUGA http://kalbar.prokal.co/read/news/1904-keji-perempuan-dibunuh-mayatnya-dibuang-ke-septic-tank.html

BACA JUGA http://kalbar.prokal.co/read/news/1906-ngeri-perempuan-itu-dimasukkan-ke-septic-tank-hidup-hidup.html

Luluk merupakan rekan kerja korban. Terhitung 28 Maret, dia baru bekerja sebulan di tempat usaha yang khusus menjual makanan sate milik keluarga korban, warga Boyolali. Pada Jumat 23 Maret, menjelang pergantian hari, emosi Luluk tiba-tiba memuncak. “Lama-lama aku dimarahi, jadi jengkel aku Pak. Aku pukul leher dia dari belakang pakai ulekan batu,” kisahnya.

Kala itu, hari sudah berganti Sabtu. Korban yang dipukul kemudian tumbang dan tak sadarkan diri. “Dia jatuh dan tergeletak. Terus aku diem sampai berapa jam, dia nggak bangun-bangun,” ceritanya.

Karena takut, Luluk kemudian menyeret tubuh korban yang tak berdaya itu untuk dimasukkan ke dalam tangki septik yang dalam keadaan penuh. Lalu, tangki septik ditutup rapat dan tubuh korban tidak tampak. “Aku seret dia,” ucapnya.

Hari semakin Subuh, Luluk kemudian berencana melarikan diri. Sebelum itu, dia mengambil perhiasan, puluhan bungkus rokok, sejumlah uang, dua handphone (HP) jenis Samsung dan Oppo serta sepeda motor yang ada dalam warung makan itu. Sepeda motor yang dicurinya kemudian dijual ke seseorang dengan bantuan temannya. Penawaran motor jenis matik bernopol AD 6371 RM tersebut dilakukan melalui grup jual beli di facebook (FB).

Akhirnya, motor itu laku dibeli Sudirman, warga Kecamatan Teluk Pakedai seharga Rp3,2 juta. Transaksi berlangsung di depan Alfamart tak jauh dari Mako Brimob Polda Kalbar. “Uang itu aku gunakan untuk beli tiket pesawat pulang ke Surabaya,” tutur Luluk.

Sedangkan barang bukti lainnya dijual di Surabaya. Selama pelariannya, Luluk mengaku selalu dihantui korban. “Aku dihantui, mimpiin dia terus,” tuturnya lagi. Sebelumnya, rekan kerja korban Muryati dan tetangga sebelah warung Lestari mengatakan bahwa Luluk genit. Kerap mengganggu korban dan perempuan yang ada di sekitarnya. Namun hal itu dibantah Luluk. “Tidak, aku cuma pernah kesenggol dia saja,” kilahnya.

Saat ini, Luluk masih menjalani pemeriksaan secara mendalam di Polresta Pontianak setelah kasus yang awalnya ditangani Polsek Sungai Raya ini dilimpahkan. Wakil Kepala Satreskrim Polresta Pontianak, AKP Efadhoni Lilik Pamungkas menerangkan, setelah melakukan serangkaian penyelidikan dari keterangan saksi-saksi yang ada, anggota Jatanras mendapati informasi bahwa Luluk yang tadinya diduga berada di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Tim Jatanras kemudian melakukan koordinasi dengan anggota Polres Lamongan guna memastikan posisi keberadaan Luluk.

“Setelah pasti keberadaannya, Kasat Reskrim memerintahkan Kanit Jatanras dan anggotanya untuk berangkat Lamongan untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku,” jelas Dhoni, sapaan Wakasat Reskrim saat ditemui di ruangan Jatanras.

Mantan pasukan perdamaian PBB di Darfur, Sudan ini menambahkan, Luluk ditangkap di rumah kakak kandungnya di Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Senin (2/4) sekira pukul 22.20 WIB.

“Hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Motifnya, percintaan. Pelaku sakit hati ketika cintanya ditolak oleh korban. Lalu, korban dipukul menggunakan cobek (ulekan). Kemudian dimasukkan ke dalam septic tank. Tak berapa lama dalam septic tank, korban baru meninggal dunia,” terang Dhoni.

Ia menegaskan, Luluk dijerat Pasal 338 juncto Pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun atau seumur hidup. Sementara Sudirman, pelaku yang membeli motor korban sudah ditangkap Polsek Sungai Raya di Hotel Kapuas Palace, Jalan Budi Karya, Pontianak Selatan, Kamis (29/3) pukul 11.00 WIB. Penadah motor hasil kejahatan ini dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman penjara paling lama empat tahun. (Ocsya Ade CP/rk)

Jumat, 06 April 2018 08:53
Dari Sarawak ke Kalbar Melalui Jalan Tikus dan Tanpa Paspor
HAHA KOCAK..!! Diperiksa Prajurit TNI, Perempuan Filipina Ini Pura-pura Bisu

PROKAL.CO, ENTIKONG- Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 642/Kapuas mengamankan perempuan berkebangsaan Filipina bernama Michelle Reyes Panuncillon di Jalan Lintas Negara Malindo, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Jumat (30/3).

Rakyat Kalbar memberitakan, perempuan 30 tahun itu diamankan saat dalam perjalanan menuju Pontianak bersama kekasihnya, Estu Wanda dan seorang temannya, Sidik yang berkewarganegaraan Indonesia.

Pasi Intel Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas, Lettu Inf Andri Putra Situmorang menerangkan, ketiga orang ini masuk wilayah Indonesia dari Sarawak, Malaysia tanpa melewati pemeriksaan keimigrasian di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. "Mereka lewat jalan tikus di dekat patok G 131," kata Andri dalam keterangan rilis yang diterima Rakyat Kalbar, Sabtu (31/3).

Andri menjelaskan, penangkapan dua WNI dan satu WNA ini berawal dari pengecekan rutin jalur jalan tikus di sekitaran Komplek Patoka yang sering dijadikan tempat pelolosan barang ilegal, Jumat kemarin.

Usai mengecek, Andri kembali ke Pos Kotis. Namun di perjalanan pulang, dia melihat mobil jenis Toyota Kijang Innova warna hitam yang mencurigakan. Mobil berpelat KB 799 AS itu akan berangkat menuju Pontianak.

Karena kecurigaan itu, Andri lantas menghubungi personel Satgas Pamtas di Pos Kotis untuk memeriksa kendaraan tersebut. "Saya bersama anggota jaga terus melakukan pengembangan. Waktu kita interogasi, penumpang dan sopir menunjukkan sikap aneh," katanya.

Keanehan itu ketika Estu Wanda mengaku perempuan yang bersamanya adalah istrinya, namun perempuan berkulit putih itu hanya terdiam. Tak puas dengan jawaban Estu Wanda, Andri bertanya langsung ke perempuan tersebut, tapi ia hanya diam. Estu Wanda kemudian menyampaikan kepada petugas, bahwa istrinya bisu.

Andri kemudian meminta ketiganya mengeluarkan paspor dan KTP. Tetapi perempuan yang diketahui bernama Michelle Rayes Panuncillon kelahiran 1988 itu tidak bisa menunjukkan paspor, justru mengeluarkan I-KAD.

"Saat itulah diketahui perempuan yang bersama Estu Wanda ini berkewarganegaraan Filipina dan sengaja disuruh pura-pura bisu untuk mengelabui anggota yang sedang melakukan pemeriksaan di pos penjagaan," ujarnya.

Dia melanjutkan, dari pengakuan Sidik, mereka dibawa oleh orang tak dikenal dari pangkalan Bus Tebedu ke pos keamanan PLBN Entikong. Dari situ, ketiganya naik ojek ke rumah salah seorang warga berinisial S. "Sampai di rumah S mereka ketemu sopir yang akan membawa mereka berangkat ke Pontianak. Ketiganya saat ini sudah kita serahkan ke pihak Imigrasi Entikong untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut," pungkasnya.

Selain diamankan karena melanggar keimigrasian, mereka diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Karena dalam pemeriksaan, juga ditemukan alat isap sabu bekas pakai yang diakui milik Estu Wanda. (oxa/rk)

Selasa, 27 Maret 2018 12:06
Sempat Dituduh Mencuri, Dua Prajurit TNI Dilepaskan Polisi Malaysia

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kopda M. Rizal dan Prakar Subur Arianto akhirnya dapat menghirup udara bebas. Kemarin (26/3), Polis Diraja Malaysia di Lundu, Sarawak, membebaskan keduanya dari rumah tahanan. Perwira liaison officer utusan Mabes TNI dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Kuching langsung menjemput sekaligus membawa pulang dua anggota Kodam XII/Tanjungpura tersebut.

"Iya, sudah dilepas dan diperbolehkan kembali," tutur Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura, Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti, dihubungi Rakyat Kalbar, melalui sambungan telpon, Senin (26/3) malam.

Rakyat Kalbar memberitakan, upaya TNI memulangkan dua penjaga perbatasan tersebut bersama dengan ILO (International Liaison Officer, atau perwira  penghubung internasional) RI berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal (Konjen)  RI di Kuching, Serawak, Malaysia. "Sejak peristiwa itu kan ada koordinasi ILO dan Konjen, karena terpotong hari Sabtu-Minggu libur, jadi baru sekarang bisa, tadi sore," jelasnya.

Terkait tuduhan yang ditujukan kepada dua anggota tersebut, Tri Rana belum bisa memastikan. Menurut dia, anggota TNI yang menjaga kedaulatan di garda terdepan itu murni menjalankan tugas negara. "Inikan pemeriksaan dari mereka kita belum tau pastinya, karena kita belum bisa dengar dari anggota itu sendiri. Mereka kan menjaga perbatasan negara," paparnya.

Sebelumnya, dihubungi Jawa Pos, Tri menyatakan mereka akan diantar ke markas Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas di Entikong, Sanggau, Kalbar. Karena jarak antara Lundu dengan Entikong tidak terlalu jauh, dua prajurit yang ditangkap polisi Malaysia pada Jumat (23/3) itu akan dibawa pulang lewat jalur darat.  ”Nggak (dibawa ke markas Kodam XII/Tanjungpura). Ke markas satgas pamtas,” imbuh dia.

Perwira menengah (pamen) TNI-AD dengan tiga melati di pundak itu pun mengungkapkan bahwa, perwira liaison officer bersama perwakilan KJRI langsung bergerak begitu mendapat izin untuk membawa pulang Rizal dan Subur. Namun demikian, saat berita ini ditulis tadi malam sekitar pukul 20.00, kedua prajurit itu belum tiba di markas mereka. ”Kalau bisa cepat, bisa kembali malam ini (tadi malam). Nanti di-update lagi,” ujar Tri.

Berkaitan alasan serta pertimbangan otoritas kepolisian Malaysia sehingga bersedia memlepaskan kedua prajurit itu, Kodam XII/Tanjungpura juga belum mendapat informasi lengkap. Mereka hanya mendapat kabar bahwa keduanya boleh dibawa pulang untuk kembali ke tanah air. ”Bukan dibebaskan ya, dilepas. Kalau dibebaskan disandera, ini bukan. Dilepas dan diperbolehkan kembali,” kata Tri.

Lebih lanjut, Tri menyebutkan, kebenaran soal dugaan keterlibatan Rizal dan Subur dalam upaya penyelundupan barang curian dari Malaysia bakal digali setelah keduanya sampai di markas mereka.  ”Iya, kami evaluasi,” imbuhnya.

Yang pasti, upaya yang dilakukan TNI bersama konjen KJRI Kuching sebagai perwakilan pemerintah sudah membuahkan hasil positif. Keterangan lebih jelas akan diperoleh setelah kedua prajurit tersebut sampai di Indonesia. Kodam XII/Tanjungpura memastikan, evaluasi dilakukan menyeluruh. Sebab, penangkapan dan penahanan dilakukan ketika mereka sedang melaksanakan tugas.

”Kenapa bisa begitu (ditangkap dan ditahan)? Itu akan ditanyakan langsung. Tujuannya tidak lain agar keterangan tersebut bisa jadi bahan evaluasi sehingga kejadian serupa tidak terulang,'' ujarnya. Evaluasi itu juga bakal dijadikan bahan pertimbangan sebelum keputusan lebih lanjut diambil.

Senada dengan Tri, Konjen KJRI Kuching Jahar Gultom menyampaikan bahwa Rizal dan Subur sudah diperbolehkan pulang. Mereka bahkan sudah dibawa kembali ke Kalbar. ”Saya baru terima dari pihak polisi (Malaysia) di kantor polisi Lundu. Keduanya sudah dibawa. Kecuali satu orang warga sipil yang juga ditahan dalam operasi itu, tidak bisa dibebaskan,” katanya.

Sebelumnya, kata Jahar, berdasar keterangan otoritas kepolisian Sarawak, Rizal dan Subur sudah masuk ke wilayah Malaysia hingga 2 kilometer jauhnya dari perbatasan Indonesia – Malaysia di Kalbar. Keduanya didapati otoritas kepolisian Malaysia membawa senjata, peluru tajam, dan mengenakan celana tentara.

”Menurut atasan mereka (di Indonesia), keduanya tidak menyadari telah masuk wilayah Malaysia. Menurut polisi (Malaysia), mereka diduga mau mengawal masuknya mobil curian dari Malaysia yang akan dibawa ke Kalbar,” kata Jahar. Karena itu, sampai saat ini kedua anggota TNI tersebut sempat ditahan untuk proses penyelidikan.  Menurut Jahar, Rizal dan Subur bukan anggota TNI pertama yang kedapatan masuk wilayah Malaysia. Sebelumnya pernah ada kasus serupa. Namun, kala itu Tentera Darat Malaysia (TDM) memakluminya. Kabar tersebut juga tidak sampai ke awak media.

”Yang ini masuk media karena kedua anggota TNI kena razia. Dan tim razia polisi membawa media,” terang dia. Keduanya, sambung Jahar, kena razia berikut kendaraan yang disebut oleh otoritas kepolisian Malaysia hendak diselundupkan ”Saat dirazia keduanya menggunakan sepeda motor yang dilaporkan hilang di Serawak,” bebernya. Namun, keterangan itu dibantah oleh Kodam XII/Tanjungpura yang turut punya andil dalam penugasan Rizal dan Subur.

Meski belum tahu pasti sebab penangkapan dan penahanan kedua prajurit mereka, Kodam XII/Tanjungpura menegaskan Rizal dan Subur tengah bertugas. Mereka melaksanakan pengendapan sesuai arahan. ”Kalau (tuduhan) penyelundupan kami nggak monitor. Tapi, yang kami tahu melanggar batas wilayah,” ungkap Tri.

Kodam XII/Tanjungpura yakin betul kedua prajurit mereka tidak mencuri. Apalagi sampai berusaha menyelundupkan barang curian tersebut. ”Anggota kami justru mengadang penyelundup,” kata Tri tegas. Namun demikian, istansinya tidak lantas menyalahkan pihak kepolisian Malaysia. Mereka menghormati dan menghargai tindakan yang dilakukan oleh Polis Diraja Malaysia. Sebab, Rizal dan Subur ditangkap di wilayah Malaysia.  (Ambrosius Junius, JPG/rk)

Selasa, 27 Maret 2018 12:02
Korupsi Pengadaan Meubeler Rusunawa IAIN Pontianak, Hamka Siregar Divonis Bersalah
Putusan Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

PROKAL.CO, PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, majelis hakim yang diketuai Haryanto menjatuhi vonis 1,4 tahun penjara dan denda Rp50 juta terhadap Hamka Siregar di Pengadilan Tipikor Pontianak, Senin (26/3). Rektor IAIN Pontianak terbukti melanggar Pasal 3 UU Tipikor atas kasus korupsi pengadaan meubeler Rusunawa IAIN Pontianak yang merugikan keuangan negara Rp522 juta.

Vonis Majelis Hakim ini lebih ringan dari tuntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp50 juta. Sidang putusan ini dihadiri kerabat Hamka Siregar serta pemantauan dari penghubung Komisi Yudisial (KY) RI di Kalbar maupun sejumlah wartawan. Usai membacakan vonisnya, Majelis Hakim meminta Hamka Siregar untuk berdiskusi dengan penasehat hukum. Apakah Hamka Siregar akan melakukan banding atau menerima putusan hukuman tersebut. Setelah berdikusi dengan Maskun selaku Panesehat Hukum, Hamka Siregar menyampaikan akan pikir-pikir dahulu.

Hamka Siregar diberi waktu selama tujuh hari untuk menetukan sikapnya. Jika selama waktu yang diberikan tidak ada tanggapan, maka Hamka Siregar dianggap menerima putusan Majelis Hakim. Akhirnya Majelis Hakim menutup sidang.

Hamka Siregar yang sudah divonis itu pun berdiri dari kursi yang menjadikannya sebagai terdakwa selama berbulan-bulan. Dia sempat menyalami Majelis Hakim, JPU serta penasehat hukumnya. Setelah itu, dirinya keluar dari ruang sidang dan langsung disambut kerabat-kerabatnya. Ada yang menyalami dan ada pula yang merangkulnya.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Pontianak dan Ketua Tim JPU kasus meubeler Rusunawa IAIN Pontianak Juliantoro, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan, putusan Majelis Hakim itu akan disampaikannya kepada pimpinannya. “Kita pikir-pikir juga, namun jika penasehat hukum Hamka melakukan banding, otomatis kita juga akan banding,” tegasnya. “Batasnya 7 hari kedepan, nanti akan kita sampaikan perkembangannya,” sambung Juliantoro.

Tidak hanya soal putusan yang lebih ringan dari tuntutan JPU selama 2 tahun penjara, Juliantoro juga seperti menyayangkan dengan amar putusan Majelis Hakim. Pasalnya, dalam amar putusan tersebut Majelis Hakim tidak menyebutkan soal penahanan terhadap Hamka Siregar. “Kita sudah sampaikan kalau terdakwa ini untuk dilakukan penahanan. Namun permintaan kita tidak diakomodir oleh Hakim,” bebernya.

Dirinya menyatakan, soal penahanan memang diatur dalam KUHAP. Termasuk wewenang Majelis Hakim apakah menahan atau tidak. Kendati begitu ada yang dikhawatirkan pihak JPU ketika terdakwa tidak dilakukan penahanan sama sekali. “Karena sering kali dalam kondisi seperti ini (tidak ditahan, red), tahanan kota maupun tahanan rumah. Ketika sudah memiliki putusan tetap, pihaknya untuk melakukan eksekusi terhadap terpidana, tetapi sudah tidak ada (kabur, red),” ungkapnya.

 Sehingga pihaknya untuk melakukan eksekusi, pihaknya harus melakukan pencarian lagi, kemudian menerbitkan DPO, sebagaimana kasus-kasus yang sudah ada sebelumnya. “Berkaitan dengan tidak dilakukan penahanan, kita juga akan menyampaikan kepada pimpinan,” ucapnya. “Status yang bersangkutan saat ini seperti orang merdeka yang bebas kemana-mana,” sambung Juliantoro.

Sementara itu, Penasehat Hukum Hamka Siregar, Maskun kepada sejumlah wartawan menerangkan, pihaknya akan pikir-pikir terlebih dahulu atas putusan Majelis Hakim. “Kami akan pelajari putusan ini, akan kita pertimbangan kita diberi waktu 7 hari kedepan apakah akan banding atau tidak,” kata Maskun.

Selain itu, Maskun juga mengucapkan terima kasih kepada Majleis Hakim mapun JPU. Penasehat hukum dan kliennya Hamka Siregar memastikan akan kooperatif dengan putusan pengadilan. (Achmad Mundzirin/RK)


BACA JUGA

Kamis, 03 Maret 2016 21:14

Tak Suka Anaknya Didekati, Pemilik Warkop Tusuk Keluarga Sendiri

PONTIANAK- Kepolisian Resort Pontianak terus mendalami motif kasus penganiayaan terhadap Yenny, warga…

Kamis, 03 Maret 2016 20:56

Eks Gafatar Sudah Pulang, Menteri Agama Baru Datang

PONTIANAK- Akhirnya, Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin merapat ke Kalimantan Barat, Rabu…

Kamis, 03 Maret 2016 09:14

Usai Mutilasi Anak, Petrus Sempat Minta Dimandikan dan Dipakaikan Jubah

NANGA PINOH- Ustaz Ali Murtado sempat ngobrol dengan pelaku pembunuhan anak-anak kandungnya sendiri,…

Senin, 29 Februari 2016 11:57

Lulus Pendidikan Satpam, Pria Ini Malah Jadi Pencuri Kabel

PONTIANAK- Lulusan pendidikan Satpam angkatan 54, Angga, 24, tak berdaya setelah kaki kanannya ditembak…

Kamis, 11 Februari 2016 08:52

Jambret Diringkus Pas Lagi Asyik Karaoke sambil Meluk Ladies

PONTIANAK- Sedang asyik karaoke sambil memeluk ladies penghibur di karaoke, Delon, 19, diciduk jajaran…

Rabu, 10 Februari 2016 14:40

Belum Sempat Dijual, Si Pencuri Sandal dan Kerudung Ini Keburu Dibekuk

PONTIANAK- Wahyu (24) harus berurusan dengan polisi. Ia ketahuan memanjat pagar dan mendobrak pintu…

Selasa, 09 Februari 2016 15:54

Beegh..Bikin Malu!! Oknum Anggota DPRD Jadi Tersangka Pungli

SEKADAU- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sekadau menetapkan status tersangka terhadap FN, oknum anggota DPRD…

Senin, 01 Februari 2016 09:04

Siap-Siap, Hujan Lebat dan Puting Beliung Intai Warga Kalbar

PONTIANAK- Hujan lebat dan deras disertai angin kencang masih mengguyur sejumlah daerah di Kalimantan…

Jumat, 29 Januari 2016 15:47

Payah Ah! Penanganan Korupsi IAIN Stagnan

PONTIANAK- Penanganan kasus korupsi pengadaan meubeler rumah susun mahasiswa Institut Agama Islam Negeri…

Rabu, 27 Januari 2016 14:35

Main Sepeda Dekat Sungai, Bocah Ini Ditemukan Tewas Tersangkut di Tiang Jembatan

PUTUSSIBAU– Keasyikan bermain bersama temannya, bocah laki-laki berusia 13 tahun ditemukan tewas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .