UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH
Rabu, 17 Januari 2018 12:24
Bubarkan Anak Punk, Polisi Dilempari Batu

PROKAL.CO, PONTIANAK- Anggota Polsek Pontianak Timur, Bripka Syaiful terpaksa dilarikan ke RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar, lantaran kepalanya mengalami luka akibat lemparan batu. Anggota Bhabinkamtibmas Tambelan Sampit itu menjadi korban pelemparan batu oleh segerombolan anak punk jalanan di Jalan Tanjung Raya 1, Pontianak Timur, Senin (15/1) dini hari.

 “Saat ini anggota Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak dan Intelkam Polsek Pontianak Timur sedang melakukan pencarian anak-anak punk tersebut,” kata Kompol Muhammad Husni Ramli, Kasat Reskrim Polresta Pontianak kepada Rakyat Kalbar.

Ia menjelaskan, sebelum terjadi pelemparan itu, Bripka Syaiful dan Brigadir Katang melaksanakan patroli di wilayah kerjanya. Saat itu, mereka mendapatkan laporan bahwa di Tanjung Raya 1 ada anak punk yang kumpul-kumpul dan meresahkan warga sekitar. "Setibanya di lokasi, anak punk tersebut bubar. Anggota Cuma mendapati barang bukti berupa gitar dan lainnya,” jelas Kompol Husni.

Kemudian, saat Bripka Syaiful dan Brigadir Katang hendak naik ke mobil patroli untuk kembali ke Polsek, mereka mendapat serangan. “Anak-anak punk tersebut melempari batu ke arah anggota,” ucapnya.

Merasa dilempari, Bripka Syaiful dan Brigadir Katang mengejar pelaku. Namun pelaku lari ke arah Tambelan Sampit dan tidak ditemukan. Akibat lemparan batu sebesar kepalan tangan itu membuat luka bagian belakang kepala Bripka Syaiful. Brigadir Katang juga terkena lemparan batu pada pipi kanannya, yang menyebabkan sedikit tergores. (oxa)

Rabu, 17 Januari 2018 12:22
MANTAP..!! Judi Online Singapura Dibongkar, Dikendalikan Wanita

PROKAL.CO, PONTIANAK- Perjudian di Kalbar masih marak. Buktinya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar berhasil mengungkap judi toto gelap (togel) online, di Jalan Gusti Situt Mahmud, Pontianak Utara, Sabtu (13/1). Tak tanggung-tanggung, judi jaringan Singapura ini beromzet miliaran rupiah per bulan.

Seperti diberitakan Rakyat Kalbar, Kapoda Kalbar, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menerangkan, dalam kasus ini seorang wanita berinisial SL, diamankan. “SL ini yang menampung dan merekap transaksi elektronik judi tersebut dari para pemasang dan menyalurkan kembali dana tersebut ke pihak lain,” ujar Didi dalam konferensi pers di markasnya, Selasa (16/1) siang.

Ia mengungkapkan, judi ini hanya menggunakan handphone (android) sebagai sarana. SL cukup lihai untuk menjalankan bisnis haram ini. Setelah selesai bertransaksi, dia membuang print out dari ATM dan menghapus nomor rekening pihak lain serta transaksi-transaksi yang dilakukannya. Itu untuk menghilangkan barang bukti ketika terendus petugas.

 “SL juga tidak melakukan rekapan dalam kertas maupun buku, sehingga seluruh transaksi tersebut berada dalam handphone sebagai sarana transaksi judi,” paparnya. Dalam sehari, transaksi elektronik mencapai 100 juta rupiah lebih. Sepekan, hanya buka lima hari. Senin, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu. “Jika dihitung nilai transaksi per bulannya mencapai kurang lebih dua miliar rupiah,” ujar Didi.

Dalam kasus ini, petugas menyita barang bukti berupa HP Nokia E71 dan Samsung, kalkulator, ATM BCA, dua buku rekening BCA atas nama SL dengan Saldo Rp197 juta, selembar bukti pembayaran BCA, token BCA dan uang tunai Rp323 juta hasil perjudian.

 “Uang hasil judi ini ditarik di BCA oleh penyidik pada 15 Januari 2018 lalu,” terang Didi. Selain itu, lanjut dia, petugas juga mengamankan uang tunai sebesar Rp10 juta dari tangan SL pada saat penangkapan di kediamannya. “Judi online ini susah sekali pengungkapannya. Ini tentunya karena kita berkerjasama pihak lain yang bisa membantu pengungkapan kasus ini secara utuh,” ucap Didi.

Ia mengatakan, sumber atau bandar judi online ini berada di Singapura. Tentu saja mustahil bagi petugas mengejar para pelaku yang ada di negara itu. “SL ini diancam hukuman di atas lima tahun pencara,” tegasnya.

Didi menambahkan, pemberantasan perjudian di Kalbar merupakan salah satu program prioritas 100 hari yang ia canangkan sejak menjabat sebagai Kapolda Kalbar sejak awal Desember lalu.

Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, jajaran Polres di bawah naungan Polda Kalbar mengungkap 23 laporan dengan 52 orang tersangka. Jenis perjudian yang diungkap tersebut di antaranya jenis online dan konvensional, seperti kartu, togel, liong fu, dan dadu kolok-kolok. Total laporan polisi, mencapai 23 LP. Diantaranya, 7 judi kartu, 12 judi togel, 1 judi liong fu, 3 judi kolok-kolok. Pengungkapan kasus ini sejak tanggal 15 Desember -15 Januari.

"Para tersangka yang dihadirkan di sini hanya sebagain saja, karena situasi tidak memungkinkan dihadirkan," kata Didi. Pemberantasan judi ini, lanjut Didi, merupakan cipta kondisi bagaimana memelihara situasi agar Kalbar benar-benar aman dan nyaman.

Dia menegaskan, akan menindak anggotanya jika terbukti membekingi praktek perjudian di Kalbar. Polri kata dia, ada tiga koridor yang memagari institusi itu, yaitu kode etik, disiplin dan peradilan. “Jika oknum yang terlibat membekap, ada sanksi. Jadi sama saja,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Didi menghimbau masyarakat agar tidak melakukan perjudian apapun bentuknya. Jika masyarakat mengetahui adanya perjudian atau tindak pidana lainnya agar melaporkan kepada kepolisian. “Yang sifatnya meresahkan masyarakat pasti kami akan melakukan tindakan tegas,” pungkasnya. (Ambrosius Junius/rk)

 

Rabu, 17 Januari 2018 12:20
PARAH..!! Sudah Bau Tanah, Pria Ini Cabuli Cucunya

PROKAL.CO, SANGGAU - Melindungi cucunya adalah sesuatu yang wajib dilakukan seorang kakek. Meski itu cucu kandung maupun tiri. Namun, hal tersebut berbeda dengan AG. Warga Desa Lalang, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau tersebut justru diduga mencabuli cucunya sendiri.

Atas dugaan ulah bejatnya itu, sang kakek terpaksa berurusan dengan pihak berwajib. Dia dilaporkan ibu korban, DN ke Polsek Tayan Hilir, Senin (15/1). Diberitakan Rakyat Kalbar, Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Muhammad Aminuddin menjelaskan, terungkapnya kasus ini setelah korban sebut saja Bunga, bercerita apa yang dialaminya kepada sang ibu, Sabtu (13/1).

Kepada ibunya, Bunga mengaku telah mendapat perlakuan tidak senonoh dari kakek tirinya, berupa kekerasan seksual.  “Jadi si kakek tiri ini melakukan kekerasan seksual kepada cucunya dengan cara memasukkan jari tangannya ke alat kelamin korban. Begitu laporan ibu si bocah,” kata Aminuddin, Selasa (16/1).

Atas kejadian itu, Bunga mengaku alat vitalnya mengalami sakit. Kemudian korban bercerita kepada ibunya, sehingga sang ibu kemudian melaporkan perbuatan tersebut ke polisi untuk dilakukan proses hukum. “Pelaku sementara masih dilakukan pemeriksaan,” ujar Aminuddin.

Sementara untuk korban, lanjut dia, polisi telah melakukan visum dan berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Sanggau dalam hal pemeriksaan anak di bawah umur. (KiA/rk)

Rabu, 10 Januari 2018 13:15
RASAKAN..!! Gay Diburu Polisi Kalbar

PROKAL.CO, PONTIANAK - Keberadaan komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Kalbar semakin mengancam. Meskipun para pelaku hanya beraktivitas di grup facebook (FB), namun postingan foto vulgar dan kalimat tak sopan yang menjurus ke pornografi itu dirasa sangat membahayakan.

Belakangan ini, masyarakat di sejumlah kabupaten/kota di Bumi Khatulistiwa ini diresahkan dengan aktivitas komunitas itu yang semakin menjadi di grup-gruf FB. Mereka terang-terangan menunjukkan identitas mereka. Gay terutama. Untuk itu, penuh harapan kepada kepolisian untuk membasmi komunitas ini.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Kasubdit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Kalbar, AKBP Aries Aminullah menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam dengan aktivitas komunitas tersebut. Sebelumnya, sudah ada kasus komunitas gay yang diungkap. “Kami tidak tinggal diam dengan hal ini. Sebelumnya kami sudah mengungkap kasus gay. Bahkan ada beberapa grup gay yang sedang kami lakukan penyelidikan,” tegas Aries kepada Rakyat Kalbar, Senin (8/1).

Penyelidikan itu sudah dilakukan sejak sepekan terakhir. Termasuk terus memantau akun-akun FB yang pernah diungkap untuk mengantisipasi aktivitasnya hidup kembali. “Kita terus pantau, karena mengunggah konten terlarang itu tidak dibenarkan,” ucap mantan Kasat Reskrim Polresta Pontianak ini.

Dalam melakukan penyelidikan, dijelaskan Aries, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Biar begitu, dia optimis anggotanya dapat mengungkap aktivitas yang menjurus ke komunitas LGBT. “Apapun bentuk kontennya dan itu dilarang sesuai dengan UU ITE, dalam hal ini pornografi. Kami akan menindak tegas siapa pun pelakunya. Semua kami selidiki dan ungkap sampai tuntas,” tegasnya lagi.

Ia tak lupa mengimbau seluruh masyarakat untuk menggunakan media social (Medsos) sebagaimana mestinya. “Banyak kategori tindak pidana yang terjadi di Medsos, salah satunya itu mengunggah atau memposting konten negatif. Itu tidak dibenarkan. Jadi para pengguna diharapkan jangan menyalahgunakan Medsos,” imbau Aries. (Zrn/rk)

Rabu, 10 Januari 2018 13:12
Sutarmidji Layak Memimpin

PROKAL.CO, PONTIANAK- Warna kuning, hijau, biru, oranye, dan putih, berbaur memadati halaman dan hall Pontianak Convention Center (PCC), Senin (8/1) pagi. Rakyat plus kader-kader partai politik pendukung Sutarmidji-Ria Norsan (Minor) rela berdesakan menunggu pasangan pemimpin Kalbar usungan mereka.

Sekitar pukul 09:00 WIB, Minor beserta istri masing-masing hadir di tengah-tengah kerumunan pendukung yang sudah menanti. Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar itu kompak.

Dilansir Rakyat Kalbar, Sutarmidji-Norsan mengenakan baju koko putih dan celana kain plus kopiah hitam. Para istri mereka pun tampak cantik dan berpakaian seragam. Mengenakan gamis biru dipadukan celana hitam dan kerudung serta selendang kuning. Pendukung di luar dan dalam hall PCC bersorak-sorai sembari mengibarkan bendera kecil menyambut kedatangan Minor. “Plok, plok, plok.., grrrr.. Midji-Norsan, Midji-Norsan..” Tepuk tangan para audience di PCC bercampur seruan nama mereka menyambut Wali Kota Pontianak dan Bupati Mempawah yang mendeklarasikan diri maju ke pemilihan gubernur (Pilgub) Kalbar 2018 itu. Atmosfer PCC sontak meriah.

Maman Abdurahman, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar, mengapresiasi ribuan rakyat Kalbar yang hadir pagi itu. Ia menganggap Minor tokoh teladan.  “Ini titik awal masa depan Kalbar, kita bangun dengan semangat kebesaran jiwa, kita bangun dengan semangat menghancurkan ego kita. Selama ini, yang menjadi hambatan paling utama dalam membangun Kalbar adalah ego yang masih bersemayam dalam diri kita,” seru Maman dalam orasinya.

Ia mengklaim, demi masyarakat Kalbar, Partai Golkar akan memulai sebuah tradisi baru. Yang betul-betul bisa menyelaraskan nafas masyarakat Kalbar, agar mau berpikir bahwa kepentingan masyarakat di atas segalanya. Tidak berpikir pribadi untuk ambisi kelompok maupun haluan politiknya. Maman menyebut, tradisi itu mungkin tak lazim. Ia mengilas balik apa yang pernah disampaikan Norsan kepadanya.

"Man, demi kebaikan orang banyak, demi masyarakat Kalbar, saya siap jadi nomor dua,” tuturnya, menirukan ucapan Norsan.  Kata dia, Norsan menyampaikan bahwa Sutarmidji layak memimpin Kalbar kedepan. Dan, Norsan siap mendampinginya.

 “Kalbar harus berubah, Kalbar harus jadi milik kita semua, tidak hanya satu kelompok. Kalbar harus kembali kepada kiprahnya,” ujar Maman. Sambungnya, “Melalui deklarasi rakyat ini, saya menyampaikan bahwa proses penggabungan terhadap dua orang putra terbaik Kalbar ini bukan lah sebuah proses yang mudah. Namun saya meyakini bahwa semua proses yang dilalui dengan ketidakmudahan pasti nanti hasilnya akan baik".

Dari 171 Pilkada 2018, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, DPP Golkar memberikan target minimal 60 persen usungannya menang. Melihat animo masyarakat, trend survei, maupun tingkat kepuasan publik, akan pasangan Sutarmidji-Norsan, Maman yakin Golkar akan menghasilkan sejarah baru.

Ia sedikit membeberkan analisa basis suara Golkar untuk memenangkan Minor. Golkar, dikatakannya, sudah memegang Kota Pontianak, Kabupaten Sambas, Ketapang, dan Kubu Raya. Partai pengusung lainnya, lanjut Maman, Partai Nasdem akan meraup suara dari Sintang dan Melawi. Kemudian, meski terdapat masalah internal di PPP, ia meyakini bisa meraih suara signifikan dari Kabupaten Kapuas Hulu. 

"Kita bisa memenangkan pertarungan. Jadi insya Allah saya berharap kepada seluruh masyarakat Kalbar, ini sebuah momentum lima tahun sekali yang tidak akan terlewatkan. Oleh karena itu, mari memilih pemimpin yang betul, sesuai dengan objektifitas dan rasionalitas kita," tandas Maman.

Senada, Ketua DPW Partai Nasdem Kalbar, Syarif Abdullah Alkadrie. Ia bahkan dengan tegas menyatakan, Minor adalah pasangan baru pemimpin Kalbar, yang disebutnya sebagai gubernur rakyat. Buktinya, semua pendukung datang tanpa biaya.

"Dalam waktu dekat, kita buat surat dukungan pemekaran Kapuas Raya dari komisi lima," ujar anggota DPR RI itu. Bagi Ketua DPD Partai Hanura Kalbar, Suyanto Tanjung, deklarasi yang digelar ini akan membuat  pasangan calon lainnya bungkam dan takut. Sebab, ia meyakini, kehadiran masyarakat di PCC bukan atas perintah siapapun, tapi berdasarkan hati nurani untuk mendukung gubernur dan wakil gubernur yang baru.

"Bukan dari kota Pontianak saja, tapi dari seluruh penjuru Kalbar hadir bersama kita pada pagi hari ini. Dengan kita bersama di sini, yakinlah, percayalah, bahwa Pilkada Kalbar 2018 pasti dimenangkan oleh Sutarmidji dan Ria Norsan," tegas Tanjung.

Ia mengajak seluruh masyarakat dari kota hingga desa untuk menyampaikan pesan bahwa pasangan ini adalah pasangan yang berbobot. “Wali Kota (Sutarmidji) dua periode. Kalau gubernurnya dua periode, wakilnya juga harus dua periode, kalau prestasi tidak usah ditanyakan lagi, di kantor itu sudah tidak mampu menampung piagam penghargaan yang diraih oleh bapak Sutarmidji,” paparnya.

Ditambahkan Tanjung, “Wakilnya juga luar biasa, salah satu yang pantas kita puji adalah gantengnya wakil gubernur yang akan kita usung". Kemudian, ia menyatakan, program kerja Minor sudah jelas. Tanjung mengaku mewakili masyarakat timur Kalbar, tepatnya Kabupaten Sintang. Mereka, kata dia, menunggu  janji-janji pemimpin sebelumnya yang akan memekarkan provinsi baru, Provinsi Kapuas Raya.

"Tapi, apa daya, kami masyarakat timur Kalbar sampai saat ini belum dimekarkan lagi. Hari ini, kami meyakini dan kami titip seluruh keinginan kami ini kepada Sutarmidji dan Ria Norsan," pungkasnya.

Sependapat dengannya, Ketua DPD PKB Kalbar, Mulyadi Tawik. Ia menuturkan, dengan jiwa membangunnya, Sutarmidji dan Ria Norsan harapan baru untuk Kalbar agar menjadi  lebih baik dan indah.

Mulyadi menyampaikan pesan Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar, yang karib disapa Cak Imin kepada Minor, tim sukses dan simpatisan. Untuk menjaga keutuhan, kebersamaan dan persaudaraan. Pilkada segala tingkatan hanyalah proses demokrasi. "PKB berharap tidak ada intimidasi atau hal-hal mengatasnamakan Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA). Yang kita dorong adalah prestasi, program dan yakin calon kita adalah yang terbaik. Dalam perjalanan kampanye, kita jaga keutuhan. Kalbar ini miniatur Indonesia, hidup berbagai suku, agama, budaya dan sebagainya, namun tetap damai," jelasnya.

PKB menghargai pasangan lain yang muncul dalam kontestasi Pilgub Kalbar 2018. PKB tidak mempermasalahkan apakah yang berkompetisi dua pasangan, tiga pasangan, atau lebih. "Saya yakin calon-calon yang muncul adalah tokoh-tokoh terbaik yang akan dipilih masyarakat Kalbar. Khusus Midji-Norsan, dengan jiwa pembangunan yang dimiliki, saya nilai ini menjadi modal agar Kalbar tidak kalah dengan provinsi lain,” papar Mulyadi.

Ia berharap, selama berjalannya pesta demokrasi ini, tidak ada intimidasi mengatasnamakan agama dan suku dalam memilih. Seharusnya, kata Mulyadi, memilih dalam Pemilu didasari keyakinan akan kemampuan calon, yakni pengalaman, prestasi, dan keyakinan, bahwa pilihan masyarakat adalah yang terbaik.

"Dengan segenap sumber daya yang kita miliki dan bersama masyarakat Kalbar, kita akan memenangkan pasangan Midji- Norsan untuk gubernur Kalbar 2018-2023," tegas dia. Orasi disambung Ketua DPW PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo. PKS, kata dia, senantiasa berkoordinasi dengan seluruh partai pengusung, partai koalisi, dan partai pendukung, serta masyarakat Kalbar untuk bersama mengawal kemenangan Minor menuju pembangunan Kalbar baru. "Tentu saja kita memiliki strategi kemenangan sebagaimana yang telah disusun oleh tim pemenangan dimana PKS termasuk di dalamnya. Kita akan sosialisasikan kepada seluruh masyarakat Kalbar, door to door (dari pintu rumah ke pintu rumah lainnya) dan melalui kampanye yang mendidik. Dengan berdialog," paparnya.

Tambah Arif, “Masyarakat Kalbar memilih pasangan Midji-Norsan dengan alasan utama visi misi mereka untuk Kalbar". (Zainudin, Rizka Nanda/rk)

 

Rabu, 10 Januari 2018 13:09
Midji Tekankan Pemekaran Kapus Raya

PROKAL.CO, Calon Gubernur Kalbar Suratmidji menyampaikan orasi. Ia menekankan provinsi baru sebagai daerah otonomi baru (DOB) ditegaskan Sutarmidji sebagai janji untuk diwujudkan pemerintahannya bersama Ria Norsan jika terpilih nanti. Kabupaten Sintang dianggapnya cocok jadi ibu kota provinsi.

"Kalau yang lain selama ini sudah berjanji mekarkan Kapuas Raya tapi tidak terjadi, maka serahkan ke saya dan Pak Ria Norsan. Tahun pertama, APBD (Kalbar) yang saya kelola akan saya bangunkan Kantor Gubernur Kapuas Raya dan Kantor DPRD Kapuas Raya," janji Midji, karib Sutarmidji disapa.

Diberitakan Rakyat Kalbar, ia mengatakan jika dua gedung pemerintahan itu sudah dibangun, infrastruktur lain akan mengikuti. Bekerja sama dengan pemerintah kabupaten, Midji yakin infrastruktur seperti jalan bisa selesai cepat. Jalan yang dibangun harus dengan kekuatan 75 ton. Dengan demikian, biaya perawatan tak akan mahal.

"Saya setuju membiayai tiga tahun anggaran. Setelah itu, kita datang ke Menteri Dalam Negeri. Kalbar lebih layak dimekarkan daripada Kaltim," tegasnya. Dari sisi demografi, Wali Kota Pontianak dua periode itu yakin Kalbar lebih ramai daripada Kalimantan Timur. Selain itu, berdasarkan amanat Presiden, Provinsi Kapuas Raya masuk dalam 67 daerah pemekaran baru. Amanat itu sudah ada sejak zaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin Indonesia.

"Kalau perlu kita bersama menghadap Presiden, saya yakin bisa. Apalagi ada Amanat Presiden, jadi mewujudkan tidak begitu sulit," terang Midji.  Di hari yang sama, ada calon lain yang mendaftar, yakni Milton Crosby-Boyman Harun. Midji mengakui, visinya memekarkan Kalbar akan sama dengan Milton. Meski begitu, ia berkeyakinan konsepnya lah yang paling jitu untuk mewujudkan Provinsi Kapuas Raya.

"Walaupun Pak Milton juga misalnya jualannya Kapuas Raya, tapi kalau kita (lebih) konkret. Kapuas Raya itu, apapun persyaratan yang diinginkan kementerian, kita akan berikan," bebernya.

Midji juga memaparkan visi misinya membangun infrastruktur jalan provinsi yang lebih baik. Demikian pula dengan indeks pembangunan manusia (IPM). Kedepan, jika terpilih, dirinya bersama Norsan akan meningkatkan IPM Kalbar yang saat ini stagnan bahkan turun peringkat.

Setelah orasi-orasi tersebut, bersama para pendukung, Minor berjalan kaki untuk mendaftarkan diri ke KPU Kalbar. Kepada awak media di kantor penyelenggara Pemilu itu, Midji menyebut yakin menang, namun tak mau takabur. Ia enggan mengungkap target suara yang ingin digapainya dalam Pilgub Kalbar ini.

"Kita tidak memasang target, tapi strategi kita sudah ada, nanti kita paparkan dengan tim," ujarnya, usai berkas pendaftarannya dinyatakan lengkap oleh KPU Kalbar.  Untuk proses selanjutnya, Minor akan menjalani cek kesehatan, Selasa (9/1), di RS Soedarso dan RSJ Sungai Bangkong. Besoknya (Rabu, 10/1), dilanjutkan psikotes dan pemeriksaan narkoba.

"Insya Allah, kalau narkoba (aman), kecuali ya kalau narkobanya itu nagasari, kroket, bakwan, kalau itu insya Allah setiap dua hari sekali makan," seloroh Midji.

Di kantornya, Ketua KPU Kalbar, Umi Rifdiyawati mengatakan, berdasarkan pemeriksaan berkas yang dilakukan KPU, Minor memenuhi syarat.  "Untuk itu, kami sudah mengeluarkan tanda terima untuk bakal calon Midji-Norsan," terang Umi. (Zainudin, Rizka Nanda/rk)

 

Rabu, 10 Januari 2018 13:06
Kasdam: TNI Harus Netral, Kalau Terlibat Laporkan Saja

PROKAL.CO, Di Kabupaten Kapuas Hulu, Kasdam XII/ Tanjungpura, Brigjen TNI Sulaiman Agusto berpesan pada personel Kodim 1206/Putussibau agar tetap menjaga netralitas saat Pilkada serentak tahun ini. Pasalnya, hal tersebut sudah menjadi perintah langsung dari komando atas TNI.

 “TNI harus netral dalam Pemilu, nanti kalau ada yang terlibat laporkan saja, ada hukuman disiplin terhadap mereka yang terlibat. Memang keras terhadap ini,” ujar Kasdam ketika berkunjung ke Makodim 1206/Psb, Senin (8/1).

Diberitakan Rakyat Kalbar, namun demikian, personel TNI tidak boleh menghapus hak politik sipil yang dimiliki ibu-ibu Persit. Biarkan anggota Persit menggunakan hak pilihnya. Jangan dilarang, tapi jangan pula diarahkan memilih siapa. “Biarkan mereka pakai hati nuraninya, terserah mereka mau coblos yang mana,” pesannya di hadapan seratusan anggota Kodim 1206/Psb.

Agusto menegaskan, pihaknya selalu siap untuk membantu pengamanan Pilkada serentak 2018. Terutama dalam mendukung pengamanan utama yang dilakukan Polri. “Terkait pengamanan kami siap, untuk BKO kepada Polda Kalbar. Berapa pun mereka minta kita siapkan,” lugasnya.

Selain di Makodim 1206/Psb, Kasdam juga memberikan di Barak Batalyon Raider Khusus 644/Wls. Namun sebelumnya, Kasdam terlebih dahulu berkunjung ke perbatasan Malaysia. “Kami hanya kunjungan biasa saja ke sana (Malaysia) dan kita diterima Panglima dari Brigif 3 dari tentara Malaysia. Komunikasi semua berjalan dengan baik. Ini kunjungan biasa saja kebetulan saya belum pernah ke perbatasan jadi kemarin saya ke sana,” paparnya.

Terkait keadaan di Perbatasan, Kasdam menerangkan tidak ada kekurangan yang ditemukan pada personel TNI di sana. “Kunjungan perbatasan, tidak ada kekurangan yang ditemui,” pungkas Kasdam.

Sementara itu, Komandan Wing Udara 7 Lanud Supadio Kolonel Pnb Setiawan mewakili Danlanud Supadio mengatakan, pada 2018 ini merupakan tahun politik. Tahun ini ada beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kalbar menggelar Pilkada serentak.  “Untuk itu saya mengingatkan kepada segenap prajurit Lanud Supadio agar selalu menjaga netralitas TNI,” tegasnya pada upacara bendera, Senin (8/1) di main Apron Lanud Supadio.

Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri segenap pejabat dan anggota di jajaran Lanud Supadio, Skadron Udara 1, Skadron Udara 51, Batalyon 465 Paskhas dan Denhanud 473 Paskhas serta Aparatur Sipil Negara (ASN).  “Kita sebagai anggota TNI sesuai dengan peraturan dan perundangan-undangan harus netral dalam konteks perpolitikan. Sehingga kita harus mengantisipasi hal itu dan turut serta mengamankansecara langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan dan kelancaran Pilkada terutama di wilayah Pontianak,” tutur Danwing.

Ia juga menyampaikan, bahwa berkaitan dengan Pilkada yang harus diantisipasi adalah segala barang atau atribut-atribut partai yang melewati penerbangan militer. Ini harus lebih diwaspadai, jangan sampai terjadi di Lanud Supadio.

Menyinggung masalah Lambangja, Danwing mengatakan, bahwa dalam bekerja pihaknya sudah mempunyai acuan. Sehingga segala sesuatunya sudah ada standar operasional. Kendati diakui Danwing, semua mempunyai keterbatasan. Namun bukan menjadi kendala dalam bekerja. Tapi jadikan keterbatasan itu menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas dengan baik. 

“Masalah lambangja menjadi prioritas, hal ini juga menjadi penekanan pimpinan.  Khusus safety drive, saya berharap kecelakaan-kecelakaan yang terjadi pada tahun lalu tidak terjadi pada tahun ini.  Kesemuanya itu bersumber dari kesadaran dari diri sendiri dalam berkendaraan yang baik dan benar, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” imbau Danwing.   (Ambrosius Junius, Andreas/rk)

Rabu, 10 Januari 2018 13:04
Pilkada, Polisi Kerahkan Ribuan Personel

PROKAL.CO, PONTIANAK- Pembukaan pendaftaran bakal pasangan calon (Bapaslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar di hari pertama mendapat pengamanan ketat kepolisian, Senin (8/1) di Kantor KPU Kalbar Jalan Subarkah. Tidak hanya menerjunkan banyak personel, pengamanan lebih ketat lagi pada pintu masuk.

Di halaman Kantor KPU Kalbar, telah disiapkan metal detektor. Setiap orang yang masuk, badan dan barang bawaan diperiksa. Tampak juga berapa kendaraan taktis yang disiapkan polisi. Pada pendaftaran ini Polri ingin memastikan penyelenggara Pemilu, peserta dan pendukung benar-benar mengikuti secara benar. “Sehingga masyarakat Kalbar yakin (Pilkada) dapat dilaksanakan dengan lancar, aman dan sukses," tegas Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono kepada wartawan saat meninjau proses pendaftaran Bapaslon Gubernur dan Wakil Gubernur di KPU Kalbar, Senin (8/1) siang.

Untuk melancarkan proses Pilkada serentak ini, Polda Kalbar mengerahkan 2/3 kekuatannya atau sekitar 6.750  personel. Belum lagi ditambah dari unsur TNI dan Linmas. "Sehingga dari awal kita sudah mengawal pelaksanaan Pilkada ini, kita kawal sama-sama, termasuk rekan-rekan (media) dan masyarakat," ajak Kapolda.

Menurut Didi, proses pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota untuk pembangunan Kalbar. Namun dia tidak menapik, di provinsi yang majemuk seperti Kalbar isu SARA bisa saja terjadi. Kendati begitu, rujukan sebelum-sebelumnya, Kapolda menilai Pilkada tahun ini akan berlangsung lebih baik lagi. "Saya rasa kita tidak usah memunculkan isu-isu itu. Kita tau sekarang ini sudah aman dan Pilkada sudah kesekian kalinya, tapi aman dan lancar," katanya.

Dalam hal ini kata dia, tidak usah memunculkan perbedaan-perbedaan. “Tujuan hanya satu yaitu membangun SDM dan SDA berdasarkan kemampuan dari leader (pemimpin) nanti,” ucapnya. Semua langkah-langkah antispasi menghadapi Pilkada serentak 2018 ini akan dilakukan. Mulai dari tim cyber, komposisi personel, serta cara bertindak. "Namun itu langkah antisipasi. Kalau itu sudah lancar dan aman, itu aja yang kita jaga kawal dan iring," ungkapnya.

Terkait Kamtibmas, Kapolda mengajak semua pihak mengawasi bersama-sama. Apabila ada oknum-oknum yang berupaya mengganggu proses berjalannya Pilkada, tentu saja ada langkah-langkah antispasi.  "Kita awasi bersama apabila oknum yang ingin mengganggu itu. Tapi saya rasa pada hakekatnya, aman itu kebutuhan dasar kita semua, manusia perseorangan," demikian Kapolda. (Ambrosius Junius, Andreas/rk)

 

 

Rabu, 10 Januari 2018 12:59
Kisah Minor Menjalani Tes Kesehatan di RSUD Soedarso
Ada Saja Kenalan yang Disapa Midji

PROKAL.CO, Puluhan orang terdiri dari tim sukses, petugas pengawas, aparat keamanan, serta awak media memadati selasar ruang medical check-up, RSUD Soedarso, Selasa (9/1) pagi. Pasalnya, sejumlah bakal pasangan calon kepala daerah akan memeriksakan kesehatannya di sana sesuai regulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ada cerita menarik seputar tes kesehatan tersebut.

Rizka Nanda, Zainudin, Pontianak

Diberitakan Rakyat Kalbar, bakal calon Gubernur Kalbar, Sutarmidji, datang paling pagi. Lantai selasar menuju ruang medical check up terlihat baru saja dipel. Pukul 07.00 WIB, pria yang sangat menghargai waktu itu memang sudah tecogok (duduk-duduk) di ruangan pemeriksaan kesehatan tersebut.

Midji, karib Sutarmidji disapa, mempercayakan Muhammad Akip, mantan Sekretaris Daerah Kota Pontianak, sebagai pendamping kesehatannya. Aturan KPU sangat jelas, yang tidak berkepentingan dilarang masuk, termasuk pewarta. Dan, peserta tes hanya boleh didampingi satu orang.

Selang sejam, Midji keluar. "Ngopi ngopi lok kalian, ini masih lama," ujarnya menyapa awak media, sambil berjalan menuju ruang pemeriksaan lainnya di lantai 2. Kontan, Wali Kota Pontianak dua periode itu dikejar para wartawan yang memang mulai ramai. Klik, klik, klik, suara tustel dioperasikan menggema dibarengi kilau cahaya blitz menemani perjalanan Midji ke lantai dua.

Mengenakan kemeja panjang biru tua, celana kain hitam, serta sepatu kets biru tua, dan berkaos kaki putih, ia dikawal ketat sekuriti rumah sakit dan petugas kepolisian. Di lantai dua RSUD Soedarso, Midji memasuki lorong dengan lebar lebih kurang 3 Meter.

Di lorong itu, ia harus memasuki satu-persatu  ruangan, diantaranya ruang audiogram, klinik THT, dan ruang refraksi. Tes berlangsung sekitar 20 menit. Setelah itu, Midji berjalan lagi menelusuri lorong lantai dua menuju pintu keluar. Kali ini untuk naik ke lantai 3, menjalani pemeriksaan gigi.

Perjalanan tes kesehatan Midji kerap terhenti. Ada saja kenalan yang dia sapa, yang tidak kenal pun sempat diajaknya bicara. Contohnya ketika hendak naik ke lantai 3. Midji menyempatkan diri menyapa staf rumah sakit dan masyarakat yang tengah menikmati pelayanan RSUD Soedarso.

Ia menyapa seorang perempuan yang tengah menggendong cucunya. Sepertinya, Midji tertarik dengan imutnya bocah lima bulan dalam gendongan kain tersebut. Ia berhenti berjalan dan bersalaman dengan si ibu yang belakangan diketahui bernama Jubaidah. Seorang warga Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Midji mengelus ubun-ubun bocah itu.

"Ini cucu saya, sakit bibir sumbing. Ini tahap pemulihan, sudah operasi," tutur Jubaidah. Timpal Midji, "Semoga cepat sembuh ya cucunya". Sebelum naik ke lantai tiga, janitor (pelayan kebersihan) rumah sakit sempat dipanggilnya. Ia mengenal mereka, yang salah satunya disebut Midji warga Pontianak Barat.

Usai pemeriksaan gigi di lantai 3, Midji harus kembali ke ruang medical check up di lantai satu. Di selasar lantai dasar itu, ia bertemu dengan Ruana Gono. Seorang pasien berusia 60 tahun yang didampingi anaknya, Helen Setyana. Seruan histeris keluar dari mulut Ruana ketika melihat Midji.  "Bapak Sutarmidji !!! bapak Sutarmidji rupanya," seru Ruana.

Midji segera menyalaminya dan bertanya penyakit apa yang sedang diidap. Rupanya, Ruana sedang menjalani fisioterapi selama 8 bulan.  "Pakai BPJS gak?" tanya Midji.  "Pakai pak," jawab Ruana riang, mungkin hepi Sang Wali Kota mengenalinya.  "Saya doakan supaya nyaman terapinya, cepat sembuh," tutur Midji.

Setelah bakal calon gubernur itu berlalu, Ruana menyatakan dirinya kenal Midji sejak lama. Ia berharap, jika Midji jadi Gubernur bisa membangun perumahan untuk warga Tionghoa yang kurang mampu seperti dirinya. Setibanya kembali di ruangan medical check-up, tampak pasangannya Midji, Ria Norsan sudah duduk menanti. Ia telah menjalani tes kesehatan serupa di ruangan itu. Pendamping kesehatan Norsan adalah Prabasa Anantatur, Sekretaris DPD Golkar Kalbar.

Norsan terlihat rileks. Ketua DPD Golkar Kalbar itu mengenakan kaos berkerah putih dengan motif lingkaran biru di bagian dada, celana hitam, topi merah, dan sepatu kets ala anak muda merah maroon.

Sesi wawancara dadakan pun diadakan di ruangan tersebut. Kepada awak media, Midji mengaku tes kesehatan bagi dirinya dan Norsan berjalan lancar. Dengan pelayanan yang cepat. Untuk ketersediaan alat pun sudah lengkap, tes hanya memakan waktu dua setengah jam. "Sama seperti tempat lain, semuanya bisa selesai sebelum tiga jam. Hasilnya nanti dokter yang melapor ke KPU. Insya Allah berjalan lancar," tuturnya.

Dari semua rangkaian tes yang ia jalani, Midji sedikit was-was dengan pemeriksaan urine. "Yang paling saya takut itu kan cek narkoba, kita kan memang tidak, tapi kita takut karena makan di mana-mana. Tapi saya tidak merokok, kalau itu negatif, alhamdulillah," paparnya.

Sebelum tes kesehatan tersebut, ia menyatakan sudah pernah melakukan 18 kali tes kesehatan dalam rentang waktu 8 bulan sekali. Dengan hasil baik. Meski begitu, ia menyebut setahun belakangan ini belum melakukan satu kali tes kesehatan pun.

"Semuanya dicek, selanjutnya tes psikologi. Saya sudah mempersiapkan diri. Yang paling susah itu melengkapi berkas syarat pencalonan, tiga hari tidak tidur. Kalau ini cuma tes fisik," beber Midji.

Imbuh dia, "Supaya sehat, tipsnya itu setiap hari Sabtu dan Minggu, saya upayakan bisa ke lapangan untuk berjalan kaki". Memang, nafasnya tetap teratur meski harus bolak-balik lantai 1-3 di RSUD Soedarso tersebut. Menghadapi pesta demokrasi yang sudah di depan mata, ia berharap berjalan damai. Semua calon menjual program dalam kampanye masing-masing ke masyarakat.

"Jangan dikonotasikan berlawanan, kan presiden sudah bilang jual prestasi. Saya ada 216 prestasi, jual program saja, saya siap lahir batin," tegas Midji.

Senada, Ria Norsan. Bupati Mempawah dua periode ini juga menyatakan tes kesehatan yang telah dilaluinya berjalan lancar. Tokh, ia rutin tes kesehatan setahun sekali.  "Saya dari kemarin puasa, tidak ada masalah, kan tidak makan saja, minum air boleh. Kita yang penting istirahat cukup dan olahraga teratur, dan santai aja," jelasnya.

Sesuai dengan aturan pemeriksaan kesehatan, para calon kepala daerah hadir pukul 07.00 WIB. Setelahnya melakukan briefieng, melakukan USG, tes gula darah, pemeriksaan urine, dilanjutkan dengan sarapan pagi.

"Kemudian lanjut pemeriksaan dengan dokter spesialis, dan setelah itu bersama-sama melakukan pemeriksaan psikologis," terang dr. Ivan Lumbuan Toruan, Ketua Tim Pengawas Chek-up Bakal Pasangan Calon Kepala Daerah.

Ivan menjelaskan, menurut petunjuk teknis dari KPU, dua hal yang menjadi perhatian khusus dan menjadi sebab terbesar yang menyebabkan bakal pasangan calon gagal dalam tes kesehatan adalah disabilitas medis jasmani dan rohani. "Jadi, mereka tidak boleh mengalami dua hal itu. Hasilnya rahasia, harus kita serahkan ke KPU dulu, baru diumumkan," ungkapnya.

Untuk mendapatkan hasil tes, dibutuhkan waktu seminggu. "Kemudian satu hari kedepan ada rapat pleno para dokter pemeriksa," pungkas Ivan. (rk)

Senin, 08 Januari 2018 11:59
Dapat Rekomendasi, Langsung Konsolidasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, secara resmi mengumumkan rekomendasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat. Mereka yang diusung PDIP adalah Karolin Magret Natasa berpasangan dengan Suryadman Gidot.

Minggu (7/1), acara pengumuman itu digabung dengan beberapa pasangan calon gubernur daerah lainnya. Dilaksanakan di Kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Karolin adalah putri Gubernur Cornelis yang sudah menjabat dua periode. Dia adalah dokter yang beralih menjadi politisi dan terjun ke dunia politik pada 2009. "Ini satu-satunya perempuan, dia sudah lama masuk PDIP. Kecil-kecil cabe rawit. Saya bilang Karolin ini biarpun perempuan, lebih galak dari bapaknya," tutur Megawati.

Imbuh Presiden ke-5 Indonesia itu, "Pernah waktu itu dia lagi hamil pada 2009 naik turun panggung untuk kampanye, sampai saya yang takut, lagi hamil begitu, saya bilang sudah pulang saja kamu dari pada nyusahin".

Mega, sapaan akrabnya, mengatakan Karolin masih muda. Namun dia telah menorehkan prestasi, antara lain sebagai bupati terbaik se-Kalimantan pada 2017. Sementara Suryadman Gidot adalah Bupati Bengkayang dua periode, yang kini juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar. Saat pendeklarasian, Karolin dan Gidot mengenakan pakaian adat Kalimantan dilengkapi dengan hiasan kepala dari manik-manik khas Dayak.

Dalam pengumuman itu, tampak hadir Ketua DPD dan Sekretaris DPD PDIP Kalbar, Cornelis dan M Kebing. Tak hanya Provinsi Kalbar, Mega juga mengumumkan Paslon Gubernur Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur.

Menanggapi kepercayaan ini, Karolin mengucap syukur. "Ini merupakan amanah dan tanggung jawab yang luar biasa bagi kami dan kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk meyakinkan masyarakat Kalbar bahwa kami berdua mampu dan dapat memimpin Kalbar kedepan," ujar Karol, karib dia disapa, seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Menurutnya, saat ini kondisi Kalbar sudah on the track, akan tetapi tetap diperlukan kecepatan dan observasi lagi untuk mampu mengikuti dinamika yang ada di tingkat pusat ataupun perkembangan zaman yang begitu cepat.

Setelah mendapat rekomendasi resmi ini, dirinya bersama Gidot akan segera  melakukan konsolidasi internal partai. "Kepada seluruh barisan PDI Perjuangan kami serukan untuk segera merapatkan barisan, demikian juga untuk teman-teman partai Demokrat dan partai koalisi lainnya (PKPI)," seru Karol.

Selanjutnya, mereka akan melakukan deklarasi pada tanggal 10 Januari pukul 11.00 WIB di rumah Radakng Pontianak. Setelah itu, langsung menuju KPU Provinsi untuk mendaftar. "Kami mohon doanya dan dukungan dari seluruh masyarakat Kalimantan Barat," harap dia. (Zainudin, Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Kamis, 03 Maret 2016 21:14

Tak Suka Anaknya Didekati, Pemilik Warkop Tusuk Keluarga Sendiri

PONTIANAK- Kepolisian Resort Pontianak terus mendalami motif kasus penganiayaan terhadap Yenny, warga…

Kamis, 03 Maret 2016 20:56

Eks Gafatar Sudah Pulang, Menteri Agama Baru Datang

PONTIANAK- Akhirnya, Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin merapat ke Kalimantan Barat, Rabu…

Kamis, 03 Maret 2016 09:14

Usai Mutilasi Anak, Petrus Sempat Minta Dimandikan dan Dipakaikan Jubah

NANGA PINOH- Ustaz Ali Murtado sempat ngobrol dengan pelaku pembunuhan anak-anak kandungnya sendiri,…

Senin, 29 Februari 2016 11:57

Lulus Pendidikan Satpam, Pria Ini Malah Jadi Pencuri Kabel

PONTIANAK- Lulusan pendidikan Satpam angkatan 54, Angga, 24, tak berdaya setelah kaki kanannya ditembak…

Kamis, 11 Februari 2016 08:52

Jambret Diringkus Pas Lagi Asyik Karaoke sambil Meluk Ladies

PONTIANAK- Sedang asyik karaoke sambil memeluk ladies penghibur di karaoke, Delon, 19, diciduk jajaran…

Rabu, 10 Februari 2016 14:40

Belum Sempat Dijual, Si Pencuri Sandal dan Kerudung Ini Keburu Dibekuk

PONTIANAK- Wahyu (24) harus berurusan dengan polisi. Ia ketahuan memanjat pagar dan mendobrak pintu…

Selasa, 09 Februari 2016 15:54

Beegh..Bikin Malu!! Oknum Anggota DPRD Jadi Tersangka Pungli

SEKADAU- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sekadau menetapkan status tersangka terhadap FN, oknum anggota DPRD…

Senin, 01 Februari 2016 09:04

Siap-Siap, Hujan Lebat dan Puting Beliung Intai Warga Kalbar

PONTIANAK- Hujan lebat dan deras disertai angin kencang masih mengguyur sejumlah daerah di Kalimantan…

Jumat, 29 Januari 2016 15:47

Payah Ah! Penanganan Korupsi IAIN Stagnan

PONTIANAK- Penanganan kasus korupsi pengadaan meubeler rumah susun mahasiswa Institut Agama Islam Negeri…

Rabu, 27 Januari 2016 14:35

Main Sepeda Dekat Sungai, Bocah Ini Ditemukan Tewas Tersangkut di Tiang Jembatan

PUTUSSIBAU– Keasyikan bermain bersama temannya, bocah laki-laki berusia 13 tahun ditemukan tewas…

HOROR..!! Pergi Bersihkan Sawah, Warga Bengkayang Dapat Benda Ini…

REMEH BANGET..!! Hanya Karena Cekcok Kartu Keluarga, Wanita Ini Gantung Diri

PARAH..!! Sudah Bau Tanah, Pria Ini Cabuli Cucunya

ADUH..!! Kapal Kargo Tenggelam di Ketapang

SIKAT TERUS..!! Operasi Penertiban PETI, Tiga Pelaku Diciduk

Banjir Hanyutkan Jembatan di Bengkayang, Satu Warga Dikabarkan Hilang

ALAMAK..!! Tiga Proyek Miliaran di Melawi Tak Tuntas

BANYAK..!! Ada 4.236 Temuan dan 9.649 Rekomendasi

AKHIRNYA…Bandara Supadio Tersemat Nama Kubu Raya

Bubarkan Anak Punk, Polisi Dilempari Batu
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .